Bungsu dan Sulung: Tanggapan Keluarga Mahasiswa Psikologi UPI Mengenai MUMAS KEMA Psikologi UPI 2023
Halo, Jipers!
MUMAS (Musyawarah Mahasiswa) KEMA Psikologi UPI 2023 telah selesai dilaksanakan pada tanggal 28 hingga 31 Januari 2023 secara hybrid, melalui virtual zoom meeting dan pertemuan tatap muka di gedung PKM UPI. Keberlangsungan MUMAS tentu tidak terlepas dari partisipasi aktif KEMA, baik dari KEMA angkatan 2019 hingga KEMA angkatan 2022.
Pada tanggal 31 Januari 2023, Aura, Siti Nurul, dan selaku presidium atau pemimpin sidang dari KEMA angkatan 2022 berkesempatan untuk diwawancarai. Kira-kira, bagaimana perasaan ketiganya sebagai ‘bungsu’ pada MUMAS pertamanya, ya, Jipers?
Karena pertama kali mengikuti MUMAS secara daring, Aura, bertugas sebagai presidium 2, mengaku bahwa pada awalnya ia merasa gugup dan kebingungan untuk berkomunikasi dengan fraksi-fraksi yang ada. Lebih lajut, Aura juga menyampaikan bahwa ia merasakan euphoria MUMAS.
Siti Nurul, bertugas sebagai presidium 1, turut menyampaikan pendapatnya. Menurutnya, MUMAS berbeda dengan pengalaman sidang angkatannya yang dilakukan saat kaderisasi. Sidang Angkatan lebih netral karena seluruh fraksinya teman seangkatan berbeda halnya dengan MUMAS, sehingga pelaksanaannya jauh lebih menantang.
Bertugas sebagai presidium 3, membuat Alifa Zahra lebih mengetahui informasi mengenai organisasi mahasiswa, terutama Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). “(MUMAS) ini kan diatur undang-undang secara formal, jadi kayak membuka pengetahuan aku,” ujar Alifa.
Ketika ditanya mengenai pengalaman menarik yang ketiganya dapatkan dari kegiatan MUMAS kali ini, jawaban mereka tidak jauh berbeda seputar mendapatkan pembelajaran berpikir kritis dan menjadi pihak yang netral. Sukses! Seru! dan Semangat! adalah kata yang menggambarkan MUMAS kali ini menurut Aura, Siti Nurul, dan Alifa secara bergantian.
Wah! Itu dia tanggapan para presidium dari angakatan 2022 yang bertugas pada MUMAS kali ini. Hmm.. kira-kira bagaimana, ya, tanggapan Kang Yoga dan Kang Agung yang mewakili fraksi KEMA Angkatan 2019?
Keduanya kompak menjawab bahwa MUMAS kali ini lebih seru dan menyenangkan karena tiga edisi MUMAS sebelumnya dilakukan secara daring. Sayngnya, MUMAS kali ini akan menjadi MUMAS terakhir yang dapat dihadiri oleh KEMA angkatan 2019.
“Feel-nya beda dan seru, karena saat beragumen bisa memberi ide, dan berdiskusi tatap muka dengan angkatan lain. Jadi, lebih terasa kekeluargaannya. Melihat reaksi dari teman-teman yang terkadang bercanda, ngga jenuh, seru. Kalau online kan capek menatap layar dan duduk, membosankan” papar Kang Yoga.
Kang Agung turut menambahkan, bahwa Angkatan 2019 merasa senang dengan interaksi yang terjadi di MUMAS kali ini. Jika dibandingkan dengan tiga edisi sebelumnya yang banyak memiliki keterbatasan dalam berinteraksi, “Ini pengalaman menyenangkan bagi kami, 2019.”
Kang Yoga dan Kang Agung sama-sama menilai hambatan MUMAS edisi tahun ini dengan edisi-edisi sebelumnya masih terbilang sama, yaitu pasifnya partisipasi teman-teman karena kesibukan akademik. Namun, hambatan peralihan teknis pelaksanaan MUMAS lebih dirasakan saat pelaksanaanya dilakukan secara daring, bahkan bisa memakan waktu hampir selama satu bulan. Terakhir, Kang Yoga memberikan saran untuk menggunakan tempat yang lebih private dan ruangan yang kondusif supaya acara berjalan tanpa adanya distraksi.
Satu kata untuk MUMAS 2023?
“Seru!” – Kang Yoga, 2019
“Menyenangkan!” – Kang Agung, 2019
Wah! Menarik sekali, ya, pendapat-pendapat serta kesan para KEMA Psikologi UPI mengenai MUMAS KEMA Psikologi UPI 2023, Jipers! Bagaimana dengan pendapat dan kesanmu, Jipers?
Reporter: Johanna Rebecca, Manisya Puspitasari
Penulis: Salwa Ganda Suherman
Editor: Camila Azahra Nurrohman