Halo jipers!
Pada Rabu, 22 februari 2023, Upi melaksanakan upacara wisuda gelombang pertama yang dilaksanakan di gymnasium. Untuk tempat pelaksanaan wisuda prodi psikologi sendiri dilaksanakan di Lt. 8 Gedung FIP.
Mengutip dari Pak rektor Prof. Dr. H. M. Solehuddin, M.Pd, MA, bahwasanya dalam wisuda gelombang 1 ini UPI mewisuda 913 orang lulusan yaitu lulusan D3 diploma 10 orang, lulusan S1 Sarjana 784 orang, S2 Magister 104 orang, S3 doktor 15 orang.
Sebelum acara wisuda ini dimulai, para mahasiswa angkatan 2021 dan 2022 sepakat untuk mengadakan arak-arakan yang mana sudah dipersiapkan dari jam 7 pagi. Arak-arakan psikologi sendiri mulai bergerak pada pukul 10 pagi melalui gedung ahmad sanusi lalu ke fip dan kemudian menyatu dengan arak-arakan dari prodi teknologi pendidikan, perpusinfo dan jurusan-jurusan lain.
Arak-arakan ini bertujuan untuk mengantar atau mengiringi kakak tingkat yang sedang wisuda. Adapun alasan lain dari arak-arakan ini adalah untuk memeriahkan kegiatan wisuda dengan membawa bendera besar serta menyanyikan berbagai lagu atau chant yang diiringi dengan drum.
Sambutan-sambutan pun turut dilontarkan dari beberapa orang yang hadir pada acara tersebut.
Mengutip dari lulusan gelombang 1 dengan ipk tertinggi di psikologi upi yaitu Kevin Noor Chantyka A yang berkata di sambutannya, “Akhir dari pendidikan formal hari ini bukanlah akhir dari perjalanan kita semua. Kedepannya kita akan menghadapi tantangan baru naik turunnya kehidupan. Mungkin saja aka nada suatu waktu kita pernah berada di titik terendah bahkan dalam satu hari kita bisa saja merasakan bahagia dan sedih tapi perlu diingat kehidupan pasti ada naik turunnya seimbang baik dalam perjalanan karir, pendidikan selanjutnya, atau kehidupan pernikahan untuk yang setelah ini kita sebar undangan, … kedepannya kita harus siap untuk beradaptasi dengan cepat, mengharuskan untuk selalu siap pada perubahan yang terjadi, dan harus siap fleksibel ketika menghadapi suatu masalah. Ketika kita menghadapi rintangan usahakan untuk berani hadapi dan cari solusinya. Kita siapkan plan A, B, C, dan seterusnya. Inget ya, Allah tidak akan menguji hambanya diluar batas kemampuannya. Jangan lupa untuk selalu mengaktualisasikan diri, selalu kembangkan potensi teman-teman, asah kemampuan, dan eksplore sesuatu seluas-luasnya dan kalau nanti kalian capek jangan lupa untuk istirahat … “
Adapun Dr. Suryadi, sebagai wakil Dekan bidang SDM yang mengutarakan harapannya pada para wisudawan untuk jangan melupakan almamater dan memberikan sumbangsih yang bermanfaat bagi prodi psikologi.
“…jadilah alumni yang RAMAH. Maksudnya R, anda harus responsif pada siapapun yang membutuhkan pertolongan dan jasa psikologi. A, amanah. Apa yang anda kerjakan dapat dipercaya oleh orang lain. M, melayani, artinya anda harus melayani sepenuh hati, tidak pilih-pilih. A, akuntabel, yaitu bertanggung jawab atas apa yang dilakukannya. Dan H, humble, anda harus hangat terhadap klien yang ditangani.” Dr. suryadi.
Selain sambutan, pesan dan kesan pun turut didapat baik dari wisudawan maupun orangtua wisudawan yang hadir. Seperti ibu Evi yang merupakan salah satu orangtua wisudawan –yang juga seorang psikolog—memberikan pesannya untuk para wisudawan.
"Jika anda sudah di lapangan, kerja sukses saja tidaklah cukup. Kerja sukses harus dibarengi kerja cerdas, kerja ikhlas, dan berakhlakul karimah, supaya selamat di dunia dan akhirat." Bu evi
Tak lupa, para wisudawan pun mengungkapkan kesan-kesan yang didapat saat acara kelulusan berlangsung. Banyak dari mereka yang merasa bangga, terharu dan sangat berkesan.
“Alhamdulillah sangat berkesan bagi saya Pak. Terutama bisa melihat kedua orang tua saya bisa mendampingi saya saat wisuda ini merupakan suatu kebahagiaan bagi saya karena bisa melihat ibu dan bapak saya senang. Kesan saat di gymnasium lebih kepada suasana wisuda yang khidmat dari awal rombongan guru besar dan rektor datang, pembagian ijazah oleh dekan lalu sampai akhir rangkaian acara wisuda selesai apalagi mendengar iringan orchestra bagi saya itu merupakan hal yang tak terlupakan.” Akbar Fadil Firdaus, salah seorang wisudawan.
“Kesan saya pada saat di gymnasium bangga sama diri sendiri Pak, ngga nyangka bisa selesaikan amanah dari orang tua, terharu karena gymnasium itu tempat pertama waktu penerimaan jadi mahasiswa dan sekarang jadi tempat pelepasan jadi sarjana. Kesan waktu di prodi kurang lebih sama Pak sama kaya waktu di gymnasium, orang tua bisa tau juga gimana gedung dan tempat belajar anaknya.” Intan Faridah, salah seorang wisudawan Psikologi UPI.
“Untuk kesan saat di Gymnasium sangat campur aduk pak rasanya ada senang, rasa lega, bangga semua menjadi satu. Senang karena hari kemarin adalah hari yg paling ditunggu2 oleh saya. Lega juga akhirnya perjuangan saya dan teman2 membuahkan hasil yg sangat indah. Dan juga saya merasa bangga akhirnya alhamdulillah sudah bisa menyandang gelar S.Psi yg benar2 sangat penuh perjuangan untuk mendapatkan gelar ini.
Sedangkan kesan untuk pelepasan wisudawan di Prodi kemarin sangat memorable untuk saya pak. Rasa haru dan senang juga saya rasakan. Senang sekali rasanya bisa bertemu kembali dengan dosen2 yg sudah sangat berjasa dengan perjuangan saya dan teman2 saya untuk mendapatkan gelar ini. Juga saya senang bertemu teman2 seangkatan dan adik tingkat yg turut memeriah acara kemarin. Dan juga saya senang bisa bersilaturahmi dengan orang tua dari teman2 seperjuangan saya.” Indah Putri Chandra Komala, salah seorang wisudawan psikologi UPI.
Untuk wisudawan satu ini, upacara kelulusan terasa cukup sedih sekaligus haru sebab teringat dengan Alm sang ayah yang dulu bekerja di upi. Meskipun begitu, ia sangat berterimakasih sekaligus bersyukur karena hari yang dinantinya kini usai juga.
“Saya dulu pernah membayangkan jika saya satu kampus dengan tempat ayah saya bekerja, saya akan pergi bersama ke kampus, makan siang bersama, pulang bersama, bahkan sampai wisuda pun saya akan melihat beliau di panggung tempat saya mengambil ijazah. Namun, karena takdir berkata lain, jadi mau tidak mau saya harus berdamai dengan keadaan & merasakan kerinduan yang mendalam akan kehadiran sosok ayah di kehidupan saya. Hal tersebut yang membuat saya merasa sedih, sedangkan di satu sisi saya terharu sekaligus bangga dengan diri sendiri yang telah melewati fase perkuliahan dengan baik.”
“…Kesan saat pelepasan di Prodi, awalnya saya merasa sedikit kecewa karena lokasi kegiatannya terbuka namun ternyata hal tersebut menjadi suatu keuntungan bagi saya yang bisa cukup fleksibel menghampiri kawan beda kampus yang hadir untuk memberi selamat kepada saya. Rangkaian kegiatan yang sederhana, padat, dan singkat membuat waktu berjalan begitu cepat. Inti dari kegiatan ini, saya sangat berterima kasih sekaligus bersyukur karena hari yang setelah sekian lama dinanti akhirnya telah usai juga terima kasih saya ucapkan kepada para dosen yang tak kenal lelah memberikan ilmu kepada kami. Semoga berkah, sehat, dan sukses selalu untuk kita semua,” Nurul Fajriyati, salah satu wisudawan Psikologi UPI.
Sama seperti menulis buku, pada akhirnya kita semua akan sampai pada penghujung halaman. Namun bukan berarti kita berhenti. Hanya saja, ini saatnya untuk memulai menulis cerita yang baru.
Itulah sekilas tentang acara kelulusan. Untuk para wisudawan selamat wisuda, selamat sarjana dan selamat memulai perjalan baru diluar sana. Sampai jumpa!