HUT RI ke-80: Kisah Alumni Psikologi UPI Ikut Kibarkan Sang Merah Putih di Luar Negeri
HUT RI ke-80: Kisah Alumni Psikologi UPI Ikut Kibarkan Sang Merah Putih di Luar Negeri
HUT RI ke-80: Kisah Alumni Psikologi UPI Ikut Kibarkan Sang Merah Putih di Luar Negeri
Redaksi JIP UPI | 28 Agustus 2025
Delia Naurah Nurjannah, alumni Psikologi UPI angkatan 2017, terpilih menjadi bagian dari tim Paskibra KJRI Melbourne dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Australia (17/08/25). Delia tergabung dalam pasukan berjumlah sepuluh orang yang dipercaya untuk melaksanakan tugas pengibaran bendera. Tidak hanya sekali, upacara digelar di dua lokasi berbeda, yakni di halaman KJRI Melbourne dan di Federation Square. Kehadiran Paskibra di dua tempat ini menambah khidmat perayaan bagi masyarakat Indonesia yang berada di perantauan.
Sumber: Dokumentasi KJRI Melbourne
Sebelum dipercaya menjalankan amanah, Delia harus melewati seleksi yang ketat. Hanya mereka yang memenuhi standar tinggi yang akhirnya dipilih untuk menjadi bagian dari tim pengibar bendera resmi KJRI Melbourne. Setelah dinyatakan lolos, Delia bersama rekan-rekannya menjalani latihan intensif sejak akhir Maret 2025. Latihan tersebut berlangsung rutin sebanyak tiga hingga empat kali setiap minggu. Materi latihan meliputi pembentukan formasi, keseragaman gerakan, hingga simulasi prosesi pengibaran bendera yang biasa menjadi ciri khas pasukan pengibar bendera.
Sumber: Dokumentasi KJRI Melbourne
Saat ini, Delia tengah melanjutkan studi jenjang magister (S2) di University of Melbourne, Australia. Dalam wawancara bersama Sumedang Jabar Ekspres, Delia mengaku pernah hampir menyerah di tengah perjalanan. Ia menuturkan bahwa tanggung jawab sebagai penerima beasiswa LPDP pada semester pertama kuliah cukup berat, terlebih harus membagi waktu antara studi dan latihan. Namun, semangat kebersamaan tim serta mimpi mengibarkan bendera Merah Putih membuatnya tetap bertahan hingga akhir.
Partisipasi Delia dalam tim Paskibra KJRI Melbourne tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bukti kontribusi nyata mahasiswa Indonesia di luar negeri. Suasana haru dan bangga begitu terasa ketika bendera Merah Putih berkibar di ruang publik internasional, menandai kuatnya ikatan nasionalisme meski jauh dari tanah air. Ia menunjukkan bahwa semangat nasionalisme dapat diwujudkan melalui dedikasi dalam kegiatan kenegaraan yang melibatkan disiplin, kerja sama, dan komitmen tinggi.
Sumber: Dokumentasi KJRI Melbourne
Melalui postingan pada akun @sumedangekspresnews (22/08/25), Delia menyampaikan rasa haru yang mendalam. “Bukan hanya bendera yang naik, tapi juga rasa bangga saya sebagai orang Indonesia,” ungkapnya. Selain itu, Delia juga mengungkapkan bahwa ia sempat merasa khawatir sepanjang pagi menjelang acara dikarenakan kondisi cuaca diprediksi akan turun hujan lebat yang bisa membatalkan upacara. Namun, langit pada hari itu tampak cerah, kekhawatirannya pun berbalas dengan perasaan lega yang begitu membanjiri dirinya, seakan Tuhan memberikan hadiah padanya di hari itu.
Delia yang semasa menjadi mahasiswa Psikologi UPI (2017-2021) – cukup aktif sebagai penari balet – dan keterlibatannya dalam momen bersejarah ini menegaskan bahwa kiprah generasi muda Indonesia semakin luas dan mampu memberikan dampak positif di tingkat global. Pengibaran bendera di Melbourne menjadi simbol bahwa nasionalisme tidak mengenal batas geografis dan generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga semangat kemerdekaan. Harapannya, dari kisah Delia yang berhasil mengharumkan almamater Psikologi UPI ini dapat menjadi inspirasi sekaligus motivasi bagi rekan-rekan mahasiswa Psikologi UPI lainnya untuk terus berprestasi dan berjuang dalam lingkungan akademik, mengembangkan kemampuan, serta menunjukkan dedikasi dan semangat nasionalisme di berbagai bidang.
*
Bahan: Korespondensi MIF Baihaqi (JIP) dengan Delia, dan sumber instagram @sumedangekspresnews
Penulis: Nashwa Nadira