Menilik BISKOTA: Bioskop Kampoes Oetara
Halo, Jipers!
Jipers pada suka nonton film gak sih? kalo suka, artikel ini pas banget buat kalian karena tanggal 18-19 februari kemarin ada acara screening film lho, di UPI! Nama acaranya BISKOTA yaitu Bioskop Kampoes Oetara.
Pada BISKOTA vol.3 ini, ada 10 film yang ditayangkan, yaitu "berdoa, mulai", "cerita fiksi", "romansa di bawah jemuran", “K” yang ditayangkan pada hari Sabtu. Kemudian ada
"80’s party", "lika liku warna", "maybe someday Another day but not today", "the man who can’t kiss the ground", "Kiamat sampah", dan "Taruh nyawa" yang ditayangkan pada hari minggu.
Teman JIP juga menyaksikan film dan diskusinya, diantaranya film "Taruh Nyawa", "80s Party", "Lika-Liku Warna", dan "Maybe Someday, another day but not today"
Syfa sebagai perwakilan dari film "Taruh Nyawa" menceritakan isi filmnya yang mengangkat isu mengenai penyakit alzheimer. seorang anak yg diketahui memiliki alzheimer yg genetik dari ayahnya.
"lika liku warna" menceritakan tentang sebuah anak remaja, menengah ke bawah , teman” dengan life style yg hedon dan akhirnya pemeran utama memaksakan kehidupannya sehingga banyak tagihan dan hutang.
Film "80s party" yang diwakili oleh Aji Surya menceritakan tentang 5 sahabat yg ingin berlibur namun satu org membawa petaka
maybe someday another day but not today yang diwakili oleh Bang Rey menceritakan tentang cerita kita terdahulu, anak upi yg ngekost di gerlong dan penghuninya tidak hanya mahasiswa, ada suami istri dan sebgainya. kehidupan yg liar.
Gimana nih, Jipers? Dari beberapa premis film yang dituturkan oleh para perwakilan film, keliatan menarik gak sih? Sayang banget ya, screeningnya sudah dilakukan, jadi Jipers kehilangan kesempatan untuk menonton film tersebut di UPI. Tapi Jipers tenang aja, karena bakal ada info yang lebih menarik lagi tentang pelaksanaan BISKOTA itu sendiri karena tidak lupa teman JIP juga melakukan wawancara dengan orang-orang penting.
Siapa aja sih yang temen-temen JIP temui disana?
Yang pertama ada Kartika Meilani sebagai panitia humas dari jurusan FTV 2022 nih, Jipers!
Alasan Kartika bergabung jadi panitia adalah
Sebagai bentuk eksplorasi diri mengenai kepanitiaan dalam acara ini, apalagi humas disini, jadi Kartika ingin mencoba dan menambah pengalaman ke jenjang yang lebih baik lagi. Kartika menambahkan kendala selama jadi humas ada pada peminjaman alat susah karena bentrok sama acara lainnya. "Jadinya untuk peminjaman alat, prepare, saat angkat barang juga sulit, ditambah kan kita berlomba dengan mahasiswa lain dalam membuat acara, nah kita tuh kaya 'wah bentrok sama acara ini, bentrok sama acara ini' kaya gitu aja sih kendalanya"
Kartika menuturkan ia panitia full dari mulai persiapan sampai acara ini selesai karena dilaksanakan dua hari berturut-turut.
"Kita maksimalkan di hari kedua karena kita nge-blocking tempat, set-nya sama kita dirubah, aku harap (acara) hari kedua ini better dari pertama. Karena tempatnya berubah, aku harap penontonnya juga lebih meningkat (jumlahnya)"
"Apresiasi untuk panitia yang lain, aku harap acara ini menjadi acara yang lebih besar untuk nanti kedepannya untuk kita para filmmaker maupun dari luar dan dari UPI dapat wadah kreasi"
Tutupnya dalam sesi wawancara.
Selanjutnya, salah satu orang terpenting dari acaranya, siapa lagi kalau bukan ketua pelaksana! Tim JIP juga melakukan wawancara dengan ketua pelaksana BISKOTA vol.3, lho! Yaitu Kido dari jurusan FTV 2021.
Tema BISKOTA kali ini didapatkan dari seluruh panitia saat melakukan brainstorming dan briefing dan selebihnya mengandalkan panitia acara untuk mengeksekusi dengan matang.
Menurut Kido, hambatan BISKOTA saat ini adalah perizinan tempat, karena meskipun banyak tempat dan gedung di UPI, perizinan sulit didapatkan karena acara lain juga banyak yang menggunakan gedung-gedung di UPI. maka dari itu, ia berusaha mendapatkan izin di parkiran UPI karena tema yang diusung juga sesuai dengan tempatnya. Maka dari itu ia memilih basement
Ketika ditanyai mengenai saran untuk acara selanjutnya, ia menuturkan "Dari awal biskota pertama, karya filmnya bagus-bagus, makin sini makin bagus, harapan saya lebih bagus lagi, acaranya juga makin terstruktur dan lebih unik lagi"
Film yang ditayangkan tidak memiliki tema khusus, Kido memaparkan ada kurator yang bakal kurasi film-film yang ada. "Sebetulnya banyak yang submit (film), cuma kita pilih 10 besar buat diputar, ada dari ISI Jogja, IKJ, dan kampus film lain, ada UPI juga. Film pasti seru dan keren, tapi kita lebih menargetkan audience, supaya audience lebih tertarik mengikuti acara ini.
Kata-kata untuk BISKOTA vol.3?
"Harus sukses dan keren!!"
Next, yang juga berkontribusi dalam acara BISKOTA vol.3 ini yaitu Virgie dari jurusan FTV 2022.
"Alasan ikut acara ini karena acara ini udah lama dibuat dari saya maba, dan ini jadi kaya culture baru buat ftv untuk bikin acara screening apresiasi karya-karya teman kita di ftv dan karya anak film di Bandung dan sekitarnya." Tutur Virgie.
Pada awalnya, BISKOTA merupakan acara jurusan, tetapi menjadi acara publik karena screening dilakukan dengan open submission, yaitu menyeleksi seluruh film yang masuk dan memilih 10 besar film yang akan ditayangkan.
Pada BISKOTA sebelumnya, Virgie juga menjadi salah satu panitianya. Ia mengatakan bahwa yang membedakan BISKOTA vol.3 dan vol.3 adalah lokasi pelaksanannya yang sebelumnya dilaksanakan di audit lt.4 gedung FPBS lama.
"Kita banyak dapet saran bahwa ke audit itu jauh, jadi kita mencoba cari venue lain untuk acara biskota vol.3 dan ternyata disini tempatnya pas dan dekat8 dari parkiran dan kita lagi mengusung tema street-street gitu jadi cocoklah untuk temanya." Tutur Virgie.
Ia menyarankan untuk acara kedepannya supaya bisa berkolaborasi dengan fakultas atau jurusan lainnya dan bisa mengundang film-film yang lain
Kata-kata untuk BISKOTA vol.3?
BISKOTA asik banget!
Nah Jipers udah tahu kan kalo BISKOTA ini merupakan culture baru di jurusan FTV UPI yang besar kemungkinannya untuk terus dilakukan. So, jangan lupa pantengin info tentang BISKOTA dan screening film lain di instagramnya @hmftupi
Scriptwriter: Salwa Ganda Suherman