Pengutaraan Ide dan Rencana Sejak Hari Pertama
Mata kuliah Psikologi Kognitif dilaksanakan pada semester Genap 2024/2025, diikuti oleh mahasiswa sebanyak tiga kelas semester empat: 4-A, 4-B, dan 4-C. Tiga kelas yang berisi muda-mudi dengan beragam cita-cita ini didampingi oleh dua dosen yang selalu tulus mendukung masa depan mahasiswa-mahasiswanya, Pak MIF Baihaqi dan Ibu Hanna Maryama. Keselarasan semangat positif mahasiswa dan dosen di kelas menjadi kunci untuk hal-hal baik tercipta di semester itu.
Berlimpah ilmu yang dapat dipelajari pada Psikologi Kognitif. Mulai dari sensasi, persepsi, interpretasi, pengenalan pola, pembentukan konsep, pengetahuan umum, bahasa, penalaran, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, kreativitas, intelegensi, emosi dan proses kognitif, hingga kecerdasan buatan (Artificial Intelligence). Seluruh aspek tersebut saling berlekatan untuk membantu mahasiswa memahami bagaimana manusia berpikir, belajar, dan beradaptasi dalam menghadapi dinamika kehidupan.
Pada perkuliahan hari pertama, Pak MIF menyampaikan rencana perkuliahan selama satu semester, termasuk metode pembelajaran mata kuliah yang akan diperkaya dengan kunjungan ke galeri. Pertemuan pertama sampai ketiga suasana kelas diriuhkan dengan suara-suara antusias mahasiswa dalam berdiskusi. Meskipun begitu, mereka tetap saling menghargai. Di sela-sela diskusi, Pak Mif menyampaikan imbauan kepada mahasiswa bahwa mereka harus menyiapkan dana untuk tiket masuk ke NuArt Sculpture Park —galeri seni berkelas internasional di Bandung milik I Nyoman Nuarta— yang akan mereka kunjungi.
Dosen Sempat Sakit
Perkuliahan berlangsung lancar sampai pertemuan ketiga. Namun, pada pertemuan keempat, perkuliahan lebih banyak diisi oleh Ibu Hanna karena beberapa kali Pak Mif harus mondar-mandir memeriksa kesehatan. Setelah Pak Mif sakit dan dirawat di rumah sakit selama 13 hari, kondisi mengharuskannya beristirahat di rumah sepanjang lebih dari 20 hari selama bulan Ramadan 2025. Mulai dari pertemuan empat hingga delapan, tidak ada dampingan Pak Mif seperti biasanya di kelas. Selama dalam perawatan itu, beliau tetap memikirkan bagaimana proses belajar mahasiswanya, juga merenungkan bagaimana kunjungan ke galeri, “Apakah tetap bisa dilakukan?” Pikirnya. Banyak proses adaptasi yang beliau jalani untuk dapat kembali mengajar.
Saat itu, seminggu setelah Idulfitri 1446 Hijriah, Pak Mif sudah dapat menyertai mahasiswa di kelas Psikologi Kognitif. Sapaan pertamanya digunakan untuk menyampaikan permohonan maaf karena melewatkan pengajaran selama lima pertemuan, serta menunda UTS sampai setelah Lebaran. Masih dengan ajakan yang sama bahkan dengan semangat yang lebih terpancar, beliau kembali mengingatkan akan rencana kunjungan ke galeri.
Hari Kunjungan Tiba
Untuk menghormati tradisi setelah Lebaran, sivitas akademika Prodi Psikologi melaksanakan halal bihalal di Masjid Al-Furqon. Bangunan suci itu digemakan dengan kehangatan dari para dosen dan mahasiswa yang saling memaafkan. Setelahnya, para dosen makan siang bersama dan berbagi hadiah untuk terus menjaga keharmonisan.
Suasana halal bihalal di Ruang Serba Guna Masjid Al-Furqon
(Dokumentasi JIP)
Pada hari yang sama, Kamis 17 April 2025, kunjungan ke Galeri NuArt Sculpture Park akhirnya diwujudkan oleh Pak Mif dan mahasiswa kelas 4-A. Bagi Pak Mif, perjalanan dari kampus UPI ke Galeri NuArt untuk menemani mahasiswa-mahasiswa ini menjadi obat untuk masa pemulihannya.
Di sudut lain, kegembiraan datang dari mahasiswa yang sebagian baru pertama kali datang ke NuArt Sculpture Park. Mereka tidak menduga bahwa galeri itu dipenuhi beragam mahakarya. Dengan dituntun oleh pemandu galeri, mahasiswa mengamati satu persatu karya agung milik I Nyoman Nuarta. Dari sana, mereka mulai menyadari bahwa melihat patung bukan hanya menatap bentuk ukiran, tetapi juga ikut merasa, memproses makna, dan mencerna kisah di balik penciptaan.
Suasana ketika para mahasiswa Prodi Psikologi FIP UPI
mendapat penjelasan oleh pemandu galeri
(Dokumentasi JIP)
Sejak di kelas, Pak Mif juga berkali-kali memberi pesan kepada mahasiswa untuk nanti memotret karya secara keseluruhan. Baginya, mengabadikan karya seni melalui foto dari setiap sisi adalah cara mengapresiasi. Segala detail dokumentasi harus disimpan oleh mahasiswa untuk diamati dan diunggah dengan tagar #kuliahlapangan_psikologikognitif setelah kunjungan ini. Beragam foto itu kemudian dianalisis dengan teori.
Sepekan kemudian, kunjungan berlanjut bersama kelas 4-B pada Kamis, 24 Februari 2025. Dengan semangat yang tidak memudar, dosen dan mahasiswa menilik figur-figur yang ada di galeri. Cerita dan ilmu didapat oleh mahasiswa dari Pak Mif yang teguh mendampingi mereka.
Dosen pengampu mata kuliah sedang menjelaskan karya lukisan dari kumpulan titik (dot-painting) karya Bapak Andreas di Galeri NuArt
(Dokumentasi Penanggung Jawab Mata Kuliah)
Kunjungan kelas 4B hari itu terasa berbeda. Saat akan pulang, mereka terjebak hujan di galeri hingga sore hari. Seraya menunggu hujan reda, mahasiswa melakukan salat di musala kecil berbentuk segitiga yang baru selesai dibangun. Posisinya berada di belakang meja loket galeri, berbeda dengan bangunan musala sebelumnya yang berjarak 300 meter dari galeri. Dindingnya disusun dengan blok terbuka yang sangat ramah angin.
Esok paginya adalah waktu untuk mahasiswa kelas 4-C berkunjung. Hari yang cerah pagi itu dihiasi dengan ekspresi gembira mahasiswa-mahasiswa di halaman NuArt Sculpture Park. Mereka berlarian ingin segera masuk ke galeri sebelum diarahkan oleh pramuwisata. Kunjungan berlangsung dari jam 09:00 sampai 11:15. Kebersamaan di sana berlangsung tidak lama karena harus menunaikan salat Jumat.
Para mahasiswa tampak berlari antusias ingin segera masuk ke Galeri NuArt Sculpture Park
(Dokumentasi JIP)
Di samping mengamati karya-karya patung, para mahasiswa juga mendapat kesempatan menonton tiga tayangan film pendek di mini theatre di dalam galeri. Film pertama menggambarkan filosofi hidup Bapak I Nyoman Nuarta dan prinsip beliau dalam berkarya, yaitu alam, seni, dan budaya (nature, art, dan culture). Film kedua adalah momen saat pembukaan kembali galeri setelah beberapa waktu direnovasi. Pada film ini ditampilkan monolog Kang Wawan Sofwan –aktor mainteater Bandung– yang memerankan Bapak Ir. Soekarno sedang berpidato, Beliau berpesan supaya generasi muda Indonesia tidak berpangku tangan, hanya menerima asupan dan gempuran budaya asing. Namun, harus menunjukkan jati diri dengan membuat beragam kreasi karya anak bangsa sendiri. Film ketiga menceritakan proses pembangunan patung-patung Pak Nyoman Nuarta, terutama karya monumental Garuda Wisnu Kencana di Bali yang dibuat selama 28 tahun. Banyak adegan menampilkan proses pembuatan patung di acara pelatihannya sampai dengan pemasangan modul terakhir, diiringi lagu Indonesia Raya dengan penuh haru, juga proses pembuatan Istana Presiden di IKN (Ibu Kota Negara) Nusantara, di Kalimantan.
Para mahasiswa usai mengapresiasi tiga film pendek
bertempat di Mini Theatre Galeri NuArt
(Dokumentasi JIP)
Usai Kunjungan
Hari-hari setelah kunjungan selesai, mahasiswa mulai menganalisis karya-karya yang sebelumnya mereka lihat di galeri. Mengamati patung adalah sensasi, lalu menangkap cerita di baliknya merupakan kerja persepsi dan interpretasi. Oleh karena itu, jika mereka hanya memotret satu detail, persepsi yang mereka miliki menjadi tunggal.
Mahasiswa mengamati karya I Nyoman Nuarta di Galeri NuArt
(Dokumentasi JIP)
Mahasiswa menganalisis menggunakan teori menjadi tulisan dan merangkai kata-kata yang merupakan kerja bahasa. Kemampuan untuk menyandingkan kalimat bersama gambar-gambar, lalu menata letak menjadi majalah adalah kreativitas. Ketajaman mereka menganalisis dengan teori melibatkan intelegensi dan emosi. Khusus pada karyanya, mahasiswa dapat memahami bagaimana seniman mengambil keputusan dan memecahkan masalah.
Setiap mahasiswa menganalisis empat karya dan dikreasikan menjadi bentuk majalah. Majalahnya terbagi menjadi 3 bagian. Bagian pertama berisi analisis tentang IKN: suasana awal Kalimantan sebelum dibangun IKN, pembangunan pada tahap awal, capaian pembangunan hari ini tahun 2025, dan ragam fasilitas yang sudah dibangun di IKN (setiap kelompok memilih satu fasilitas). Topik itu dipilih karena Istana Presiden yang ada di IKN merupakan salah satu mahakarya I Nyoman Nuarta. Bagian kedua dipenuhi dengan kisah, perjalanan karir, dan segudang prestasi Sang Seniman. Bagian ketiga dipercantik dengan analisis utama mahasiswa terhadap karya-karya di galeri NuArt. Selanjutnya, dosen pengampu akan mereviu analisis mereka.
Bagi mahasiswa, kunjungan ini sangat istimewa. Pengalaman belajar mereka bertambah dengan terselip seni indah di dalamnya. Untuk menyampaikan rasa bahagianya, mahasiswa berterima kasih kepada Pak Mif dan memberikan kesan pesan melalui unggahan di akun Instagram mereka.
“Terima kasih pak @mifbaihaqi sudah mengajak, memperkenalkan, dan memberikan kami kesempatan main ke Museum @nuartpark. Banyak yang kami baru tahu dan kami pelajari. Setiap karya Pak Nyoman memiliki sentuhan artistik yang mengajak kami berpikir, seolah membawa kami melintasi waktu dan ruang, menuju dunia di mana mitos dan kenyataan saling berinteraksi. karya-karya beliau bukan hanya sekadar representasi visual, tetapi sebuah pengalaman yang mengundang kami untuk merasakan rasa syukur, keindahan, dan keajaiban yang ada di sekitar kita bahkan pada hal-hal sederhana yang sering kita abaikan. perfect!” Ujar salah satu mahasiswa di takarir unggahannya.
Dengan menganalisis hasil dari kunjungan, mahasiswa diharap dapat terus menumbuhkan kepekaan melalui hati nuraninya. Kuliah lapangan itu menjadi bukti bahwa mempelajari psikologi tidak terbatas di kelas. Mengkaji psikologi terjadi di mana saja selama jiwa itu masih ada.