Halo, Jipers!
Sanggar Sastra atau sekelompok mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia angkatan 2019 Universitas Pendidikan Indonesia menampilkan sebuah pertunjukkan drama dengan judul "Mencari Raden Adil" pada tanggal 14 Desember 2022. Drama ini menceritakan mengenai hilangnya seorang pemuda yang bernama Adil di suatu malam. Kehilangannya membuat warga geger dan bertanya-tanya tentang kejadian tersebut. Berhari-hari warga mencari keberadaan Adil dengan berbagai cara. Hingga akhirnya, sebuah kasus besar terkuak mengenai penculikan Adil.
Teater yang bernuansa tragedi dan komedi ini menceritakan mengenai pencarian Adil, dikarenakan ia diculik oleh ketua dari daerah setempat akibat melakukan demo dengan rekan-rekan mahasiswanya Padi dan Kapas. Pertunjukan teater ini merespon mengenai keadaan keadilan di Indonesia. Sang sutradara dari penampilan “Mencari Raden Adil”, Adinda Nur Alfie mengatakan “Sekarang banyak sekali aktivis atau mahasiswa yang melakukan aksi demonstrasi terhadap pemerintah, berdasarkan kondisi tersebut kamu mengangkat isu mengenai aktivisme mahasiswa yang mencari kebenaran dari isu keadilan.”
Berdasarkan keterangan sutradara, tujuan diadakan penampilan ini adalah untuk memenuhi tugas salah satu mata kuliah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia yaitu sanggar sastra Indonesia dengan tugas akhirnya adalah membuat pagelaran sastra. Selain itu, alasan penampilan ini juga untuk memenuhi mata kuliah manajemen pagelaran, keaktoran penyutradaraan, dan penataan artistik.
Adinda Nur Alfie mengusung genre tragedi dan komedi untuk menjelaskan emosi yang ingin ditampilkannya. Komedi disini berfungsi sebagai jalan penggerak alur warga yang mencari Adil dengan berbagai macam cara, namun sebenarnya tidak sungguh-sungguh mencari yang akhirnya menyebabkan tragedi. Adinda Nur Alfie menyebutkan “sama halnya di realita, kalau kita tidak benar-benar mencari keadilan maka kita tidak akan bisa benar-benar mencari keadilan itu.”
Para pemain termasuk staf produksi melakukan persiapan yang sangat matang dengan lama waktu persiapan yang berbeda-beda. Menurut Fitri Regina Prayoga aktor yang berperan sebagai Bu Indon mengatakan bahwa persiapan yang dilakukannya untuk pementasan ini berlangsung selama sebulan. Adapun, tokoh yang ia bawakan kali ini cukup menantang dengan latihan terus menerus untuk mendalami perannya. “Saya membaca biodata dulu agar mendalami dan kemudian melakukan riset bagaimana ibu-ibu berperilaku kepada anaknya.” ucap Fitri.
Tak sia-sia, usaha dari setiap pemain dan juga para staf dalam penampilan teater ini, ternyata penampilan ini dinikmati oleh para audiensnya. Salah satu mahasiswa dari Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia memberikan kesannya setelah menonton “Mencari Raden Adil”, ia mengatakan “bagus banget dramanya, menceritakan keadilan yang memang tidak pernah terjadi dan tidak ada.” Mahasiswa lain juga menambahkan “keadilan itu, kaya benar-benar terjadi (tidak ada keadilan) yang memang di Indonesia selalu seperti itu.” Nuansa komedi dalam pementasan tersebut juga menjadi daya tarik dari para penonton, menurut penonton tersebut ”Komedi itu yang menjadi balance dari drama tersebut.”