Salah satu bagian kelapa yang digunakan dalam adat pernikahan Gorontalo adalah tunas kelapa yang disebut dengan istilah Tumula yang istilahnya sama dengan biisalawa yang berarti “percakapan awal”. Kata “awal” diambil dari istilah “tunas”, karena “tunas” dalam bahasa Gorontalo Tumula berarti “mengawali atau permulaan”. Oleh karena itu, gaung ritual ini dikaitkan dengan kata “bicara, kesepakatan atau komitmen” yang dikomunikasikan kepada masyarakat dan kerabat sebagai bagian dari pelaksanaan prosesi akad nikah pada hari pernikahan.
Selain itu bagian kelapa yang digunakan adalah daun muda atau disebut janur atau Lale. Adanya lale atau janur tersebut menandakan bahwa adanya sebuah acara atau perayaan pesta yang sedang diselenggarakan.