MAKNA BAMBU KUNING DALAM ADAT KEBUDAYAAN GORONTALO
MAKNA BAMBU KUNING DALAM ADAT KEBUDAYAAN GORONTALO
Bambu Kuning dalam bahasa Gorontalo disebut Tali lo Hilawa. Dalam adat pernikahan Gorontalo bamboo kuning dijadikan sebagai tangga adat yang disebut dengan Tolitihu. Tolitihu pada acara pernikahan berbentuk tangga yang bagian dalam bambu tersebut menghadap ke atas yang dalam istilah Gorontalo adalah “ngango lo huwayo” berarti mulut buaya. Tangga adat ini bermakna tuan rumah dengan ikhlas menunggu kedatangan tamunya. Pada pernikahan adat, mulut buaya mempunyai makna bahwa buaya akan menelan segala mara bahaya agar kedua mempelai memperoleh kebahagiaan dalam hidup.