Bambusa vulgaris atau dalam nama lokal biasa disebut dengan bambu kuning, merupakan bambu yang memiliki kenampakan batang bewarna kuning ketika sudah tua, tetapi saat muda bewarna hijau, tinggi bambu kuning dapat mencapai 10-20 meter, tebal batang 7-15 cm, dan panjang ruas berkisar antara 20-45 cm
Bambu kuning adalah salah satu jenis bambu yang dipelihara atau dibudidaya. Bambu ini memiliki ciri batang yang beruas-ruas, tinggi, dan batangnya berwarna kuning. Biasanya, bambu jenis ini hidup di lingkungan tropis, seperti di Indonesia. Di pedesaan kita masih sering melihat tanaman bambu ini. Bambu merupakan bahan lokal yang sudah sangat dikenal di Indonesia dan memegang peranan sangat penting dalam kehidupan masyarakat. Ini dapat dilihat dari banyaknya penggunaan bambu pada berbagai keperluan masyarakat kita sejak nenek moyang kita ada. Di Indonesia bambu hidup merumpun (symphodial ), kadang-kadang ditemui berbaris membentuk suatu garis pembatas dari suatu wilayah desa yang identik dengan batas desa.
Bambu kuning (Bambusa vulgaris) adalah salah satu jenis bambu budidaya. Bambu jenis ini memiliki ciri batang yang beruas-ruas, tinggi, dan batangnya berwarna kuning sehingga masyarakat mengenalnya secara luas sebagai bambu kuning. Biasanya, bambu jenis ini hidup di lingkungan tropis.Di kawasan Asia Tenggara, bambu jenis ini banyak dibudidayakan.Ia sering dijumpai di desa-desa, di pinggir-pinggir sungai, dan sebagai tanaman hiasan di perkotaan. Bambu kuning dapat diperbanyak dengan cara stek (rhizoma, rumpun, atau cabang), cangkok, dan kultur jaringan.