Sebagai manusia ciptaan Tuhan, kita harus percaya bahwa tidak mungkin ada masalah yang gak ada jalan keluarnya. Atau minimal jalan menuju jalan keluar suatu masalah, sudah terbentang di depan mata.
Namun harus diakui, hidup tidak selalu sesuai prediksi BMKG. Di saat kita pikir hujan yang datang akan ringan, eh... tiba-tiba badai menghadang.
Nah, untuk mencapai generasi yang tangguh, tentunya usaha untuk mencapai sehat mental harus selalu direngkuh.
Stres secara umum adalah tekanan yang dialami seseorang. Dalam kadar tertentu, stres bisa dianggap baik karena mampu memotivasi orang menyelesaikan sesuatu. Namun kalau sudah berlebihan, nah, ini bisa mengganggu produktivitas seseorang.
Terkadang, orang tidak menyadari bahwa kadar stres yang dimiliki sudah melampaui level ketenangan dirinya. Yang muncul kemudian adalah gejala-gejalanya. Seperti lesu, tegang, tidak berminat melakukan apa yang disukainya, sampai kesulitan tidur dan kehilangan nafsu makan.
Karena stres alias tekanan hidup adalah hal yang pasti, maka tentu kita sebagai manusia sebaiknya juga punya strategi menghadapi stres ini. Sebenarnya, bagaimana ya langkah-langkah yang harus kita lakukan kalau gejala stres sudah mulai kita rasakan?
Berikut ini adalah 8 tips yang bisa kamu coba, kala stres melanda, diantaranya:
Tahu kapan harus berhenti
Begitu sobat merasakan ketidaknyamanan yang mengarah ke terganggunya produktivitas teman-teman, maka cobalah berhenti sejenak. Beri jeda untuk diri, agar tak selalu menantang diri.
Bergerak ringan
Menurut studi di Universitas Temple tentang efektivfitas jalan kaki, disebutkan bahwa berjalan kaki 30 menit selama 3 kali dalam 1 minggu, bisa membuat kita merasa bahagia karena tubuh manusia memproduksi endorphin, yaitu semacam hormon yang membuat orang menjadi bahagia. Nah, tentu tidak harus berjalan, gerakan sederhana apapun yang bisa membuat kamu berpindah tempat, bisa dilakukan.
Lakukan hal sederhana, namun tetapi terlihat hasilnya
Bagi sebagian orang, pencapaian diri ini sangatlah penting. Namun bagi orang yang sedang dalam tekanan berat, yang harus dilakukan mungkin merngubah tujuannya sejenak menjadi lebih sederhana. Misalnya bebenah rumah dengan membersihkan bagian meja riasnya saja. Bagaimanapun juga, baby step is a step, bukan?
Berkomunikasi dengan orang yang kamu percaya
Sudah bukan rahasia lagi bahwa percaya dengan seseorang bisa membantu kita untuk diterima tanpa merasa dihakimi. Seseorang yang siap mendengarkan, tanpa banyak memberikan basa basi. Semoga orang itu, ada di kehidupan kamu, yah!
Menerima masalahnya bahwa hidup tidak ada yang sempurna
Menerima disini bersifat aktif. Jadi sebisa mungkin ketika kita melakukan tindakan menerima, kita sadar penuh untuk menerima masalahnya, juga menerima seluruh emosi yang hadir. Setelah menerima dan mengakui, biasanya kita lebih terang menentukan langkah selanjutnya.
Keterbukaan
Mencoba memberikan waktu untuk diri, agar melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda. Kegagalan bukan lawan, tapi justru bagian dari suatu kesuksesan.
Dengan keterbukaan, kita semakin mengenal diri sendiri dan merasa lebih auotentik. Karenanya menambah wawasan itu penting untuk memperkaya sudut pandang.
Mencoba mencari solusi baru, setelah tahu apa yang menjadi penyebabnya
Mencari skill baru atau pengembangan skill, sebagai kemungkinan mendapat solusi masalah. Siapa tahu, kan, dengan menambah wawasan baru, kita bisa menambah cara pula untuk menyelesaikan masalah.
Kenali polanya
Agar tidak terulang lagi di kemudian hari, coba deh kenali pola teman-teman, kapan gejala stres ini biasanya melanda. Ketika pola dikenali, biasanya teman-teman akan lebih sadar sehingga bisa meminimalkan resiko ketika stres melanda.
Nah, buat kamu yang sedang dalam keadaan stres, semoga tips di atas bisa dicoba, ya! Jangan lupa bersyukur setelah merasa lebih baik. Dan simpan tulisan ini, baca lagi ketika kamu merasa memerlukannya.
Jika sudah, jangan lupa bagikan ke orang lain yang sekiranya membutuhkan. Semoga membantu.
Yuk, tinggalkan jejak di kolom komentar~