Sore ini, Bapak dengan khusyuk menonton episode terbaru Clash of Champions di televisi. Tiba-tiba ia memanggil Bela, putrinya yang sudah kuliah di semester 4, untuk duduk dan menonton acara tersebut bersama.
“Bela, anak-anak itu pintar-pintar, ya?” kata Bapak.
“Iya, mereka memang jenius, Pak,” kata Bela.
Bapak dan Bela kembali diam dan melanjutkan menonton acara tersebut.
“Bapak pengen punya anak kayak mereka?” tanya Bela.
“Pengen sih pengen. Tapi Bapak sadar diri. Bapak nggak sehebat orang tua mereka, ya, gak level kalau Bapak mengharap anak kayak mereka,” jawab Bapak. Bela memandang Bapak dengan haru.
“Maaf, ya, Bapak nggak sehebat orang tua anak-anak itu. Jadinya Bapak nggak bisa membawa kamu sehebat mereka,” kata Bapak tiba-tiba.
“Bapak hebat, kok. Bela perlu apa, Bapak selalu penuhi. Bela bangga sama Bapak,” kata Bela.
“Oh, kalau Bapak hebat, itu fakta. Bapak itu hebat, cuma nggak sehebat orang tua anak-anak itu saja. Kalau hebatnya sih, Bapak sudah hebat. Itu fakta,” jawab Bapak seakan tanpa dosa.
“Heee, Bela nyesal udah muji Bapak,” jawab Bela cemberut. Bapak tertawa.
[TAMAT]
Yuk, tinggalkan jejak di kolom komentar~