Selamat datang di Ruang Bahasa Inggris MA ARIFAH
2. Dapat menentukan struktur teks yang tepat dalam membuat kalimat pengandaian yang diikuti ungkapan memberikan saran, rekomendasi, atau nasihat.
Pada pertemuan ketiga ini kita akan membahas lanjutan materi mengenai Conditional Sentence (if caluse).
Pada kesempatan ini kita akan membahas Second Conditional.
Second Conditional (2nd conditional)
Apakah masih ingat contoh yang pertama sekali kita berikan?
"Seandainya saya punya duit satu miliar, saya akan beli mobil mewah.”
Bentuk seperti ini termasuk ke dalam second conditional. Dalam materi conditionals jenis ini digunakan untuk mengandaikan kondisi yang kayaknya nggak mungkin terjadi untuk saat ini, alias berkhayal.
Second conditional juga bisa elo gunakan untuk memberikan saran dan menyatakan keinginan pada suatu hal.
Structure:
If + if clause (Subject + verb 2 + the rest of the sentence) (,) result clause (would + verb 1)
Atau
Result clause (would + verb 1) + if + if clause (Subject + verb 2 + the rest of the sentence)
Contoh:
If you listened to your mother, you wouldn’t get bad.
If I were rich, I would travel around the world.
I would be very happy if I married Song Joong-Ki. (Halu banget!)
Apakah kalian menyadari sesuatu pada kalimat “If I were rich, I would travel around the world?”?
Kenapa setelah “I”, yang dipakai justru “were”? Kenapa bukan “was?”
So, sebenarnya kalian bisa menggunakan keduanya, mau pakai “was” atau “were”, terserah. Tapi, ada dua poin yang perlu diperhatikan.
“Was” biasanya digunakan dalam konteks informal atau percakapan sehari-hari. Sementara itu, “were” digunakan dalam konteks formal dan memang lebih umum dipakai, terutama pada teks tertulis. Jadi, lebih baik pakai “were” saja.
“Was” akan menjadi “were” biasanya menunjukkan sebuah khayalan yang tidak mungkin terjadi.
Please open the PPT