Selamat datang di Ruang Bahasa Inggris MA ARIFAH
2. Dapat menentukan struktur teks yang tepat dalam membuat kalimat pengandaian yang diikuti ungkapan memberikan saran, rekomendasi, atau nasihat.
Pada pertemuan ini kita akan membahas materi mengenai Conditional Sentence (if caluse).
Namun sebelum masuk ke pembahasannya, saya ingin bertanya dulu. Pernakah kalian berandai andai misalnya bisa punya sesuatu atau pergi ke suatu tempat.
Contohnya seperti ini:
"Seandainya saya punya duit satu miliar, saya akan beli mobil mewah.”
“Seandainya dulu saya nggak ketemu dia, pasti rasanya nggak akan sesakit ini.”
Nah, ternyata fenoma kehidupan seperti ini masuk dalam materi conditional sentence (kalimat pengandaian atau if clause).
Dan supaya lebih paham, sudah dirangkum pengertian, jenis, hingga contoh contoh kalimatnya.
Sebelum membahas conditional sentence secara menyeluruh, maka kita kan kenal dulu apa yang dimaksud dengan conditional sentence.
Jadi, Conditional Sentence adalah kalimat yang mengandung syarat suatu hal terjadi, dan dan hasil dari syarat itu jika terjadi. Atau simpelnya bisa dikatakan bahwa dalam kalimat ini, sesuatu harus terjadi kalau kondisi lain terjadi.
Kita ambil contoh kalimat di atas tadi.
"Seandainya saya punya duit satu miliar, saya akan beli mobil mewah.”
Dalam kalimat tersebut, “punya duit satu miliar” adalah sebuah syarat, agar sebuah kondisi, yaitu “pindah ke Korea Selatan dan beli rumah deket SM Entertainment” bisa terjadi. Itulah yang dinamakan conditional sentence.
Conditional Sentence terbagi dalam 5 macam, antara lain:
Type 0 (0 conditional)
First (1st) conditional
Second (2nd) conditional
Third (3rd) conditional
Mixed conditional
Mari kita bahas satu persatu.
Type 0 (0 conditional)
Dalam materi conditional sentence, conditional digunakan untuk menunjukkan kondisi berupa fakta yang nggak bisa dipungkiri kebenarannya.
Kalau ada kejadian A, sudah pasti hasilnya B. Tipe ini juga bisa digunakan untuk menyatakan aturan, kebiasaan, instruksi, atau permintaan.
Contoh:
If public transportation is efficient, people stop using their cars.
Kalimat ini masuk akal dan emang benar. Kalau transportasi umum pelayanan dan penataannya baik, orang-orang pasti bakal beralih ke transportasi umum dan nggak naik kendaraan pribadi lagi.
If we burn paper, it becomes ash.
Sudah sangat jelas kalau kalian bakar kertas, kertas itu bakal jadi abu.
When it rains, the road gets wet.
Memang fakta bahwa kalau hujan turun, jalanan bakal basah.
Kalau kita perhatikan kalimat kalimat di atas maka polanya/rumusnya adalah:
Structure:
If/when + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) (,) result clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)
Contoh: If public transportation is efficient, people stop using their cars.
Kalau contoh kalimat di atas dibalik, apakah bisa ?
Sangat bisa…Kalian bisa menggunakan structure di bawah ini.
Structure: Result clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) + if/when + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)
Contoh: People stop using their cars if public transportation is efficient.
Catatan: Ingat! Kalau if-nya di depan, jangan lupa kasih (,) untuk memisahkan if clause dan result clause. Tapi, kalau if-nya di tengah, nggak usah dikasih (,).
Please open the PPT