Patok, terbuat dari ranting kayu atau bambu dengan ukuran yang berbeda. Patok ini terdiri dari dua bagian, yaitu patok induk yang lebih besar dan patok anak yang lebih kecil.
Lubang, biasanya lubang dibuat pada permukaan tanah yang datar atau permukaan tanah yang padat.
Bagi menjadi dua tim,tim pertama bertugas sebagai pemukul dan tim satunya menjaga atau menangkap kayu.
Melakukan suit, perwakilan kelompok akan melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan main terlebih dahulu.
Tim pertama harus mencungkil atau membuat kayu terbang dengan patok induk kemudian dipukul sejauh-jauhnya.
Tim kedua akan menangkap anak patok. Apabila tidak tertangkap, tim pertama akan mendapatkan poin. Namun jika berhasil ditangkap, tim kedua bergantian untuk memukul anak patok, ini dilakukan hingga ronde yang ditentukan.
Tim yang menang bisa mendapatkan hadiah atau hukuman yang telah disetujui sebelumnya.
Meningkatkan kebugaran fisik dan motorik, dalam bermain patok lele ini akan dapat mengembangkan kecekatan gerak otot.
Meningkatkan kesehatan mental, dalam permainan ini tidak mementingkan ego masing-masing ketika bermain secara berkelompok.
Anak menjadi lebih kreatif.
Mengembangkan kecerdasan intelektual anak, kecerdasan emosi antarpersonal anak, kecerdasan logika anak, kecerdasan kinestik anak, kecerdasan natural anak, kecerdasan spasial anak, dan kecerdasan spiritual anak.
Permainan satu ini mengajarkan kepiawaian dan mengajarkan anak berperilaku baik atau tidak jahat. “Jika seorang anak tidak piawai dan berniat jahat dalam melakukan permainan ini, maka anak patok lele yang dipukul bisa berbalik ke matanya. Artinya jika kita berbuat buruk dalam hidup, maka itu juga akan merusak diri kita sendiri,” terangnya.