Peralatan yang Digunakan
Dalam bermain cik mancik, tidak ada peralatan khusus yang digunakan karena permainan ini hanya mengandalkan berlari dan bersembunyi-sembunyi.
Pemain melakukan hom pim pah untuk menentukan siapa yang akan menjadi penjaga. Pemain yang kalah dalam melakukan hom pim pah akan menjadi penjaga.
Pemain lain akan bersembunyi saat si penjaga mulai menghitung, sampai 10 atau 20 dan menutup matanya yang disandarkan ke dinding rumah, tiang listrik hingga batang kayu.
Setelah hitungan selesai, penjaga akan mulai mencari teman lainnya yang bersembunyi satu-persatu.
Ketika kedapatan, maka si penjagadan yang bersembunyi akan berlomba menuju tempat penyenderan atau penghitungan tadi, siapa yang lebih dulu sampai akan menepuk objek tersebut. Jika yang bersembunyi menepuk duluan, artinya si penjaga gagal. Jika penjaga menepuk duluan maka si pemain yang bersembunyi yang akan menjadi penjaga di permainan selanjutnya.
Meningkatkan imajinasi, mencari objek atau orang saat bermain cik mancik mendorong anak-anak untuk menggunakan imajinasinya
Baik untuk fisik anak, cik mancik dapat memberikan anak manfaat fisik yang berharga, tantangan untuk masuk ke tempat persembunyian yang sempurna akan membantu meningkatkan keseimbangan, kelincahan, dan koordinasinya.
Meningkatkan fungsi otak, saat bermain cik mancik anak-anak dapat megingat informasi penting bahkan saat mereka memproses informasi lain.
Meningkatkan kecerdasan emosional, bermain cik mancik merupakan sebuah tantangan bagi anak-anak, sebab mereka harus berfikir bagaimana cara bersembunyi agar tidak ketahuan, atau harus mencari dan menemukan target tepat waktu.
Permainan ini mengajarkan kita tentang arti persahabatan dan kerjasama. Selama bermain, pemain saling membantu dan mendukung satu sama lain. Selain itu, petak umpet juga mengajarkan kita tentang ketidakpastian hidup. Dalam permainan ini, kita belajar bahwa terkadang kita perlu menyembunyikan diri dari tantangan atau masalah yang muncul dalam kehidupan.