Peralatan yang Dibutuhkan
Lapangan, lapangan biasanya berbentuk persegi panjang.
Kapur atau tali, digunakan untuk menggambar garis-garis pada lapangan.
Membagi pemain menjadi dua tim, tim penjaga dan tim penyerang.
Gobak sodor umumnya dimainkan di lapangan, bentuk segi empat dengan ukuran 9 x 4 meter.
Membagi kotak, bagi kotak tersebut menjadi dua bagian, untuk garis vertikal dan bagi lagi dengan garis horizontal. Jumlah garis horizontalnya disesuaikan dengan jumlah anggota tim.
Anggota tim yang mendapatkan giliran sebagai penjaga garis terbagi menjadi 2, yaitu penjaga garis vertikal dan garis horizontal.
Pemain yang menjaga garis horizontal, harus berusaha untuk menghalangi pemain lawan supaya tidak bisa melewati garis yang dijaganya.
Pemain penjaga garis vertikal atau garis tengah, penjaga garis ini memiliki kebebasan bergerak di seluruh garis tengah secara vertikal.
Tim penyerang mulai melewati garis-garis yang dijaga oleh tim penjaga.
Tim penjaga akan berusaha menyentuk anggota tim penyerang dengan tangan mereka.
Jika seorang pemain penyerang tersentuh oleh penjaga, maka permainan akan dianggap gugur.
Jika seluruh anggota tim penyerang berhasil melewati semua garis dan kembali ke garis wal tanpa tersentuh, tim penyerang mendapatkan satu poin dan berhak menyerang kembali.
Jika seorng pemain penyerang tersentuh oleh penjaga atau keluar dari batas garis, maka giliran permainan akan bertukar atau berganti peran antara tim penjaga dan tim penyerang.
Manfaat dalam perkembangan sosial, permainan tradisional galah ini melatih anak supaya dirinya mampu untuk bersosialisasi dengan baik. Selain itu, juga dapat meningkatkan komunikasi dan melatih kerjasama antar anggota tim.
Perkembangan motorik, manfaat dari permainan tradisional galah dalam hal perkembangan motorik ini adalah berkaitan dengan ketahanan fisik serta melatih koordinasi antara otot kaki dan tangan.
Perkembangan kepribadian, dalam hal ini, dapat terjadi apabila ada pemain yang tidak bisa menembus garis-garis penjagaan, maka anggota timnya harus menolong dengan berusaha mengecoh “penjaga benteng” supaya anggota timnya tersebut dapat lolos.
Perkembangan Kognitif, permainan tradisional ini dapat melatih konsentrasi anak, meningkatkan kreativitas anak dalam menyusun strategi permainan, dan melatih kemampuan problem solving anak.
Perkembangan Emosi, secara tidak langsung, permainan tradisional ini dapat melatih kesabaran dan pengendalian diri anak, serta dapat mengontrol emosi dalam diri anak.
Filosofi permainan galah adalah bahwa kerja sama tim akan membantu menyukseskan tujuan dari kelompok tersebut.