Peralatan yang digunakan dalam permainan ini adalah karet-karet gelang yang dianyam memanjang. Cara menganyamnya adalah dengan dengan menyambungkan dua buah karet pada dua buah karet lainnya hingga memanjang dengan ukuran sekitar 3-4 meter.
Para pemain melakukan hompipah atau pingsut untuk menentukan dua orang pemain yang menjadi pemegang tali.
Kedua pemain yang menjadi pemegang tali melakukan pingsut untuk menentukan siapa yang akan mendapat giliran bermain terlebih dahulu jika ada pemain yang gagal melompat.
Kedua pemain yang menjadi pemegang tali perentang tali karet dan pemain harus melompatinya satu persatu. ketinggian karet mulai dari setinggi mata kaki, lalu naik ke lutut. Pada tahap-tahap ketinggian ini, pemain harus melompat tanpa menyentuh tali karet.
Jika ada pemain yang menyentuh tali karet ketika melompat, gilirannya bermain selesai dan ia harus menggantikan pemain yang memegang tali.
Pemain yang tidak berhasil melompati tali karet harus menghentikan permainannya dan menggantikan posisi pemegang tali. Jika semua tanggap ketinggian telah berhasil diselesaikan oleh para pemain, tali karet kembali diturunkan dan permainan dimulai dari awal. Begitu seterusnya hingga para pemain memutuskan untuk mengakhiri permainan ini
Memberikan kegembiraan pada anak.
Melatih semangat kerja keras anak-anak untuk memenangkan permainan dengan melompati berbagai tahap ketinggian tali. c)
Melatih kecermatan anak untuk dapat melompat tali (terutama pada posisi tinggi).
Melatih motorik kasar anak yang sangat bermanfaat untuk membentuk otot yang padat, fisik yang kuat dan sehat, serta mengembangkan kecerdasan kinestetik anak.
Melatih keberanian anak dan mengasah kemampuannya untuk mengambil keputusan, karena untuk melompat tali dengan tinggian tertentu membutuhkan keberanian untuk melakukannya.
Menciptakan emosi positif bagi anak. Sebab ketika bermain lompat tali, anak bergerak, berteriak dan tertawa.
Menjadi media bagi anak untuk bersosialisasi. Dari sosialisasi melalui permainan ini, anak belajar bersabar, menaati peraturan, berempaati dan menempatkan diri dengan baik diantara teman- temannya.
Membangun sportivitas anak. Pembelajaran mengenai sportivitas ini diperoleh ketika harus mengantikan posisi pemegang tali ketika ia gagal melompat tali.
Makna dari permainan ini adalah ada banyaknya rintangan yang menghadang dalam kehidupan. Semakin dewasa, semakin besar juga rintangannya. Hingga pada saatnya “merdeka”, kita dapat terbebas dari segala macam rintangan. Yang dimaksud dengan merdeka adalah kebahagiaan di dunia dan di akhirat.