Papan Congklak.
Biji Congklak.
Permainan ini dilakukan oleh dua orang pemain yang duduk saling berhadapan di sisi papan congklak masing-masing. Setiap pemain memiliki 7 lubang kecil di depannya dan satu lubang besar di ujung kanan papan miliknya.
Melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan bermain terlebih dahulu.
Pemain pertama memilih salah satu lubang kecil di sisinya (yang berisi biji), mengambil semua biji di dalamnya, dan mulai memindahkan satu biji ke setiap lubang berikutnya secara berurutan searah jarum jam (atau berlawanan arah jarum jam, tergantung kesepakatan). Pemain tidak mengisi lubang besar milik lawan.
Jika biji terakhir jatuh di lubang kecil miliknya yang masih berisi biji, pemain dapat mengambil semua biji di lubang tersebut dan melanjutkan gerakan.
Jika biji terakhir jatuh di lubang besar (rumah) miliknya, pemain mendapatkan giliran bermain lagi.
Jika biji terakhir jatuh di lubang kecil miliknya yang kosong, pemain dapat mengambil semua biji yang berada di lubang kecil yang berhadapan di sisi lawan dan memasukkannya ke dalam lubang besarnya. Setelah itu, giliran bermain berakhir.
Jika biji terakhir jatuh di lubang kecil kosong milik lawan, giliran bermain pemain berakhir.
Permainan berakhir ketika semua lubang kecil di kedua sisi papan sudah kosong.
Pemenang adalah pemain yang memiliki jumlah biji terbanyak di lubang besarnya (rumah) pada akhir permainan.
Melatih kemampuan berhitung pada anak. Karena saat bermain congklak, biji congklak yang banyak itu dibagi dan dimasukan kedalam lubang papan congklak.
Melatih kemampuan berpikir anak untuk menyusun strategi terbaik untuk memenangkan permainan. Meski permainan, strategi harus diatur sedemikian rupa agar dapat memenangkan permainan.
Melatih sikap jujur dan taat pada aturan, di mana masing-masing pemain tidak tahu berapa jumlah biji yang dijatuhkan. Maka setiap pemain harus jujur dengan mengisi setiap lubang dengan satu biji saat melakukan gilirannya.
Melatih kesabaran di mana masing-masing pemain harus sabar menunggu hingga gilirannya tiba. Sebab, permainan ini dilakukan secara bergantian dan berurutan sesuai kesepakatan awal.
Permainan ini mengajarkan agar tidak korup atau belajar tidak korup. Jika salah satu buah congkak disembunyikan, maka bisa mengalahkan semua orang. “Jasi itu pendidikan untuk mencegah terjadinya korupsi".