Kelereng.
Gambarlah sebuah lingkaran di tanah.
Meletakkan kelereng taruhan, setiap pemain akan meletakkan kelereng taruhan miliknya sesuai dengan jumlah yang telah disepakati.
Menentukan pemain pertama, biasanya dilakukan dengan cara hom pim pah atau suit untuk menentukan urutan bermain.
Para pemain akan menentukan jarak garis strart dengan jarak yang telah disepakati.
Menembak kelereng, pemain yang mendapat giliran pertama akan berusaha menembak kelereng yang ada di dalam lingkaran menggunakan kelereng gaconya. Cara menembak biasanya dilakukan dengan menjentikkan kelereng gaco menggunakan jari tengah yang ditahan oleh ibu jari.
Jika pemain berhasil menembak kelereng keluar dari lingkaran dan kelereng gaco berada di luar lingkaran, maka kelereng tersebut akan menjadi miliknya. Namun, jika kelereng gaco berada di dalam lingkaran maka pemain tersebut dianggap gugur dan tidak bisa ikut melanjutkan permainan.
Pemain akan terus bermain selama berhasil mengeluarkan kelereng dari lingkaran. Jika gagal, giliran bermain akan berpindah ke pemain berikutnya.
Pemain yang berhasil mengumpulkan kelereng terbanyak dari dalam lingkaran adalah pemenangnya.
Meningkatkan koordinasi mata dan tangan, bermain kelereng membutuhkan kemampuan koordinasi antara mata dan tangan untuk meluncurkan kelereng dengan tepat.
Mengajarkan fokus dan konsentrasi, dalam bermain kelereng anak-anak perlu fokus pada sasaran dan mengukur kekuatan tembakan dengan tepat.
Meningkatkan kemampuan sosial, dalam memainkan permainan ini biasanya dilakukan dengan berkelompok, yang memberi kesempatan bagi anak untuk berinteraksi dengan teman sebaya.
Meningkatka keterampilan fisik, bermain kelereng akan melibatkan gerakan fisik seperti berjalan, membungkuk, atau bahkan melompat untuk mengambil kelereng.
Mengembangkan rasa percaya diri, ketika anak berhasil mengenai sasaran atau memenangkan permainan, mereka akan merasa bangga atas pencapaiannya.
Mengurangi stress dan kecemasan, aktivitas fisik yang menyenangkan seperti bermain kelereng dapat membantu anak-anak mengurangi stress dan kecemasan.
Permainan ini tidak hanya mengasah keterampilan bidik, tetapi juga mengajarkan kecermatan, ketelitian dan mengajarkan pengendalian emosi, kejujuran, serta keterampilan sosial.