Batu lempeng.
Kapur untuk menggambar garis.
Buat garis di tengah lapangan tempat jalannya permainan.
Pemain akan dibagi menjadi dua tim, serta perwakilan tim akan melakukan suit untuk menentukan siapa yang akan memulai permainan terlebih dahulu.
Letakkan batu lempeng di tengah-tengah garis sesuai jumlah yang telah disepakati oleh pemain. Batu pada garis merupakan batu pemain yang kalah suit.
Pemain yang bermain duluan akan meletakkan batu di atas punggung kaki untuk dilemparkan pada batu garis lawan. Jarak pelemparan sesuai dengan jarak yang sudah ditentukan oleh pemain.
Jika batu yang telah dilemparkan mengenai batu lawan dan bergeser jauh dari garis maka permainan berhasil.
Apabila teman satu tim tidak berhasil, maka teman satu tim yang berhasil yang akan melanjutkan permainan.
Jika tidak berhasil juga, maka permainan akan dilakukan secara bergantian.
Pemenang adalah tim yang berhasil mengenai semua batu lawan dan bergeser paling jauh dari garis.
Permainan ini dapat meningkatkan aktivitas fisik, melatih koordinasi dan keseimbangan.
Bermain ini dapat membangun interaksi sosial, kerja sama tim, sportivitas dan keseimbangan.
Melatih strategi, pemecahan masalah, daya ingat, dan konsentrasi.
Permainan ini dapat melestarikan warisan budaya lokal, mengenalkan nilai-nilai tradisional kepada generasi muda.
Memberikan kesenangan, mengurangi stres, dan meningkatkan rasa memiliki terhadap budaya sendiri.
Filosofi
Nilai yang terkandung adalah sebagai pengakuan atas kemampuan seseorang dalam melakukan permainan, yang menjadi pemenang harus . diakui menjadi yang terbaik (sportifitas) dan juga nilai kebersamaaan dan strategi serta kesenangan. Dalam permainan ini setiap tim memiliki kebanggaan dalam bertim. Setiap tim tidak mau kalah dalam bermain, sehingga menumbuhkan jiwa patriotism, jiwa membela kawan-kawan dalam bermain sehingga rasa kebersamaan dan solidaritas disini sangatlah tinggi.