“Sebagai seorang pendidik, jadilah seperti air. Teguh pendiriannya namun juga siap untuk menyesuaikan diri dalam menjalani proses belajar”
(Itje Chodidjah)
Refleksi Kompetensi Sosial dan Emosional
Selama menjadi pendidik, Anda tentu pernah mengalami sebuah peristiwa yang dirasakan sebagai sebuah kesulitan, kekecewaaan, kemunduran, atau kemalangan, yang akhirnya membantu Anda bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Apa kejadiannya, kapan, di mana, siapa yang terlibat, apa yang membuat Anda memilih merefleksikan peristiwa tersebut, dan bagaimana kejadiannya?
ketika menjadi wali kelas, tahun 2018, di tempat kerja saya yang terlibat adalah siswa dan guru saya merefleksikan peristiwa ini karena sangat berkesan dihati saya sebab dengan kejadian ini saya harus bisa untuk dapat mengenali karakter-karakter siswa yang cukup dan menguras pikiran dan jiwa saya. pada saat itu saya dipercaya untuk menjadi walikelas 9D dimana anak-anaknya terutama anak laki-laki memiliki tingkat kenakalan yang melebihi dari anak-anak murid yang lainnya hampir semua guru selalu memberikan tindakan pada siswi dan siswa karena mereka sekitar 90% tidak pernah mengerjakan pekerjaan rumah dan tugas-tugas yang diberikan oleh guru-guru mata pelajaran alhasil setiap harinya saya selalu ditontonkan dengan ulah anak-anak berkeliling dilapangan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, sehingga saya sering mendengar cemoohan dan candaan dari rekan kerja seolah-olah saya sebagai wali kelas tidak bisa mengarahkan mereka.
Bagaimana Anda menghadapi krisis tersebut (coping)? Bagaimana Anda dapat bangkit kembali (recovery) dan bertumbuh (growth) dari krisis tersebut?
Dengan kasus yang saya alami dan rasakan saya berusaha untuk bisa mengenali karakter murid-murid saya lebih dekat lagi dan menjaga hubungan baik secara emosional. karena saya berfikir bahwa ini adalah sebuah tantangan yang harus bisa saya lewati dan diselesaikan sehingga saya pun berobsesi dan memotivasi diri sendiri untuk meyakinkan hati saya bahwa mereka sebenarnya anak- anak yang baik, Kadang-kadang diwaktu istirahat atau waktu luang saya sering bercengkrama dari hati-kehati agar supaya saya bisa mengetahui apa keinginan dan apa yang di inginkan oleh anak didik saya ,seminggu dua minggu malah sampai satu bulan belum ada perubahan yang cukup berarti tetapi saya tidak pantang menyerah akhirnya apa yang saya inginkan dan harapkan terkabul juga dibulan kedua minggu kedua semua tugas yang diberikan oleh guru-guru mata pelajaran selalu mereka kerjakan secara serempak, pujiannpun mulai berdatangan dari guru-guru yang lain termasuk dari wakasek kesiswaan dan yang lebih membahagiakan lagi diakhir tahun kelas yang saya pimpin menjadi kelas yang cukup bagus dan kompak mulai dari tingkat kehadiran siswa sampai nilai sepuluh besar ada tiga orang yang mewakili kelas tersebut sehingga menimbulkan kepercayaan diri saya untuk bisa bangkit kembali dari cemoohhan dan candaan rekan kerja saya.
Gambarkan diri Anda setelah melewati krisis tersebut.
Apa hal terpenting yang telah Anda pelajari dari krisis tersebut?
Bagaimana dampak pengelolaan krisis tersebut terhadap diri Anda dalam menjalankan peran sebagai pendidik?
Hal penting yang saya pelajari dari kasus ini adalah semakin menguatnya pribadi saya dalam menghadapi kondisi murid yang beragam karakter. dan juga membuat saya lebih percaya diri untuk menghadapi beberapa kasus yang dialami oleh siswa dan saya dengan optomisnya mampu menyelesaikan permasalahan tersebut.
Sebagai seorang pendidik saya merasa harus bisa memberikan layanan terbaik kepada murid-murid saya. Saya harus lugas dan tegas dalam menyelesaikan masalah sehingga murid yang bermasalah menyadari sendiri kesalahannya dan menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
Sebagai pendidik, Anda tentu pernah bertemu murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan, atau kemampuan membangun hubungan yang positif dengan orang lain. Setujukah Anda bahwa faktor-faktor tersebut membantu ia menjalani proses pembelajaran dengan lebih optimal di sekolah? Jelaskan jawaban Anda dengan bukti atau contoh yang mendukung.
Saya sangat setuju dengan murid yang memiliki pemahaman diri, ketangguhan atau kemampuan membangun hubungan-hubungan yang positif dengan orang lain karena akan lebih mudah untuk memahami arah hidupnya sehingga dia akan lebih mudah untuk mengatur dirinya dan bisa mengidentifikasi kelemahannya sendiri sehingga menjadikan kekuatan untuk terus maju. Hubungan positif dengan orang lain akan membuat seseorang mempunyai kepercayaan tinggi yang cukup tinggi sehingga dapat menjalani proses pembelajaran yang baik di sekolah.
Contohnya ada siswi disekolah saya yang fisiknya aga berbeda dengan yang lain, namun itu bukan menjadi hambatan untuk terus berkembang namun menjadikan fisik sebagai kekuatan. Dia selalu berusaha mengembangkan dirinya dengan belajar, menjalin hubungan yang baik dengan teman-temannya dan guru, Dengan relasi yang baik dia terpilih menjadi ketua OSIS dan selalu mendapatkan juara umum dan akhirnya dia lulus di Sekolah SMUN favorit di Sukabumi melalui jalur preatasi.
Dari kedua refleksi di atas, apa yang dapat Bapak/Ibu simpulkan tentang hubungan antara kompetensi sosial dan emosional dengan keberhasilan dalam pengelolaan krisis Anda dan pembelajaran murid Anda?
Dengan menjali hubungan dan relasi yang baik, komunikasi yang jelas, emosi yang terkontrol seseorang akan memahami karakter diri dan orang-orang sekitarnya. Seseorang akan tahu apa yang diinginkannya dan apa kelebihan yang dapat ia berikan untuk orang lain dalam menyelesaikan suatu masalah atau persoalan dengan baik.
Harapan dan Ekspektasi
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ?
Silahkan kemukakan Harapan bagi diri sendiri ?
Saya berharap sebagai seorang pendidik saya bisa menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif dengan memperhatikan kondisi emosional dan sosial murid. dan sayapun ingin bisa memberikan aura positif dan kebaikan dengan mengontrol emosi dengan orang-orang yang ada di sekeliling kita, dan ketika ada murid yang bermasalah saya harus bisa mengontrol emosi saya agar tidak terluapkan secara emosional dalam arti bisa mengontol diri.
Setelah menjawab pertanyaan-pertanyaan sebelumnya, apa yang Anda harapkan untuk pembelajaran selanjutnya ?
Silahkan kemukakan Harapan bagi murid-murid Anda ?
Saya berharap dapat menuntun murid-murid saya untuk menghadapi suatu permasalahan dengan mengontrol emosi yang positif, dan saya berharap murid-murid saya berproses bahagia dan optimal dalam menjalankan perannya sebagai pelajar yang unggul dan berkarakter.
Eksplorasi Konsep - Modul 2.2
by CHOFIUDDIN MUCHLIS - Saturday, 4 November 2023, 7:05 AM
1. Situasi yang dihadapi oleh Bapak Eling. jika ditelaah dari kasus yang disediakan Bapak Eling sedang berada pada situasi yang sangat sibuk dan juga kelelahan dimana banyak beban pekerjaan yang harus beliau selesaikan, sehingga beliau kurang mampu untuk mengontrol emosionalnya dalam menghadapi suatu kejadian yang tidak sesuai dengan yang beliau harapkan sehingga meresponnya dengan kemarahan.
2. Berdasarkan pemahaman KSE Kesadaran diri yang berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) seharusnya pak eling fokus kepada yang menjadi tugasnya kemudian melakukan manajemen diri yaitu mengontrol emosi dengan kejadian yang dihadapi dan juga harus memahami tentang kesadaran sosial bahwa membentak di depan umum akan melukai pihak lain. serta bapak elingpun membutuhkan menenangkan diri dengan bertanya kepada murid mengapa melakukan hal tersebut sehingga ada sikap saling memahami antar pa eling dan muridnya sehingga dapat mengontrol emosinya.
by CHOFIUDDIN MUCHLIS - Saturday, 4 November 2023, 7:30 PM
1. Situasi yang dihadapi Bapak Eling adalah terlalu banyak tugas bersamaan yang harus dikerjakan, prioritas tugas yang harus diselesaikan terlebih dahulu kurang tepat. seharusnya seorang guru memprioritaskan tupoksi sebagai guru, sebelum mengerjakan tugas tambahan di sekolah seperi menjadi ketua panitia hari ulang tahun sekolah. Pak Eling harus mampu melakukan komunikasi dan kolaborasi dengan panitia lain. membuat skala prioritas da timeline yang terukur.
2. Bapak Eling memerlukan kompetensi sosial dan emosional berupa pengambilan keputusan yang bertanggungjawab sehingga mampu fokus pada tugas utama dibandingkan tugas tambahan, dengan begitu semua tugas yang dibebankan dapat terlaksana dengan baik secara bersamaan. dengan memprioritaskan tugas utama dengan cara menyiapkan bahan ajar diawal semester dan rubrik proyek mata pelajarannya.
by CHOFIUDDIN MUCHLIS - Saturday, 4 November 2023, 7:31 PM
1. Situasi yang dialami Bapak Eling adalah merasa kecewa terhadap murid yang merupakan murid yang berprestasi dalam renang tetapi tidak mengumpulkan tugasnya. Seharusnya sebagai murid berprestasi harus berkerja lebih keras dan bisa membagi waktu.
2. Kompetensi Sosial dan Emosional yang diperlukan Bapak Eling adalah empati kepada murid atlet berprestasi tersebut. Bapak Eling harus berusaha berempati terhadap keadaan murid tersebut, yang harus berlatih keras agar dapat menjadi juara dan membawa nama baik sekolah, dengan begitu siswa tersebut dapat menjalankan keduanya dengan seimbang dan tidak ada yang dikorbankan menjadi murid yang baik dan atlet yang handal.
by CHOFIUDDIN MUCHLIS - Saturday, 4 November 2023, 7:33 PM
1. Situasi yang dialami bapak Eling merasa kecewa karena harus merevisi proposal oleh kepala sekolah, alasan direvisi karena isinya harus sesuai dengan pengarahan awal yaitu agar acara lebih banyak melibatkan orang tua murid dan penyesuaian anggaran agar sesuai dengan budget yang diberikan sekolah. Namun pa Eling membantahnya dan tidak mau merevisi proposal tersebut.
2. Kemampuan Bekerja Sama dan konflik akibat suatu perbedaan, karena sangat dibutuhkan seorang pemimpin, dalam mengatur emosinya saat terjadi hal - hal yang tidak diinginkan. Di daalam setiap organisasi ataupun dalam kepanitiaan pasti terdapat konflik akibat suatu perbedaan, dan dengan kemampuan bekerja sama dan mengesampingkan perbedaan serta berpikir positif maka munculah solusi dari kedua belah pihak untuk menyelesaikan suatu permasalahan tersebut.
by CHOFIUDDIN MUCHLIS - Saturday, 4 November 2023, 7:34 PM
1. situasi yang dihadapi bapak Eling yaitu beliau merasa kewalahan atas tanggungjawab yang diberikan kepala Sekolah kepadanya. Banyak tanggungjawab yang harus dijalankan sehingga beliau menjadi sibuk dan merasa kecapean sehingga beliau berniat mengundurkan diri. hal ini dilakukanuntuk mengurangi beban pikiran yang membuat dirinya merasa banyak pekerjaan yang harus dijalankan. beliau telah membuat keputusan yang tepat demi control emosi dirinya sebagai pribadi yang kesadaran penuh sebagai seorang guru yang bertanggungjawab.
2. Berdasarkan pemahaman tentang KSE pengambilan keputusan yang bertanggungjawab berlandaskan kesadaran penuh (mindfulness) yaitu dapat menyadari diri, manajemen waktu keterampilan atas kemampuan, tanggungjawab dan membuat keputusan yang tepat agar kesadaran diri terjaga dan semua tanggungjawab itu dapat terlaksana dengan baik dan mampu mengontrol emosi.
Ruang Kolaborasi - Modul 2.2
https://drive.google.com/file/d/1FsgbTGvqGlPkDh1v0q_h45OYuGZrwYOI/view?usp=drive_link
Demonstrasi Konstektual - Modul 2.2
https://drive.google.com/file/d/1GwevN6bXnX3ZfxLpvpdWTZLf9zOfXUNq/view?usp=drive_link
Wednesday, 15 November 2023, 10:12 PM
https://drive.google.com/file/d/1QpHssK5J8tjnbesMLVXiLVJTY5yMbgYE/view?usp=sharing
by CHOFIUDDIN MUCHLIS - Monday, 20 November 2023, 3:34 PM
Aksi Nyata Modul 2.2 Pembelajaran Sosial dan Emosional
https://drive.google.com/file/d/1T-nVEBiLWTpcV-zX--A62003eOEnvz4O/view?usp=sharing