Modul 2
Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid
Praktik Pembelajaran yang Berpihak pada Murid
Pendidikan adalah salah satu pilar utama dalam pembentukan individu dan masyarakat yang berkualitas. Dalam konteks ini, praktik pembelajaran yang berpihak pada murid memegang peranan penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan efektif. Tetapi, apa sebenarnya yang dimaksud dengan praktik pembelajaran yang berpihak pada murid dan mengapa hal ini begitu penting?
Praktik pembelajaran yang berpihak pada murid merujuk pada pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan, kemampuan, minat, dan gaya belajar individu setiap murid. Pendekatan ini menempatkan murid sebagai subjek utama dalam proses pembelajaran, bukan sebagai objek yang hanya menerima informasi dari guru. Dengan kata lain, guru tidak hanya menjadi pengajar, tetapi juga fasilitator yang mendukung pertumbuhan dan perkembangan holistik setiap murid.
Salah satu aspek penting dari praktik ini adalah pengakuan akan keragaman dalam kemampuan dan kebutuhan belajar. Setiap murid memiliki kecepatan, gaya, dan preferensi belajar yang berbeda. Oleh karena itu, guru perlu mengidentifikasi perbedaan ini dan memberikan pendekatan yang sesuai agar setiap murid dapat mencapai potensinya secara maksimal.
Penerapan praktik pembelajaran yang berpihak pada murid juga melibatkan pembangunan hubungan yang positif antara guru dan murid. Komunikasi yang terbuka, empati, dan penghargaan terhadap pengalaman serta latar belakang murid menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan belajar yang mendukung dan memotivasi.
Selain itu, praktik ini juga mendorong penggunaan metode pembelajaran yang beragam dan inovatif. Guru perlu memanfaatkan teknologi, aktivitas kolaboratif, proyek-proyek belajar, dan berbagai strategi pembelajaran lainnya untuk menjaga keterlibatan dan motivasi murid dalam proses pembelajaran.
Namun, dalam implementasi praktik pembelajaran yang berpihak pada murid, terdapat beberapa tantangan yang perlu diatasi. Misalnya, keterbatasan sumber daya, ukuran kelas yang besar, serta tekanan untuk menyelesaikan materi kurikulum dapat menjadi hambatan dalam memberikan perhatian individual kepada setiap murid.
Dengan demikian, untuk memastikan keberhasilan praktik pembelajaran yang berpihak pada murid, kolaborasi antara semua pemangku kepentingan, investasi dalam pengembangan profesional guru, serta dukungan dari kebijakan pendidikan yang inklusif dan progresif sangatlah penting.
Secara keseluruhan, praktik pembelajaran yang berpihak pada murid bukan hanya sekedar konsep ideal, tetapi merupakan landasan yang kuat untuk menciptakan lingkungan belajar yang merangsang, inklusif, dan berdaya guna bagi setiap murid dengan sebuah pendekatan pembelajaran yang berfokus pada kebutuhan, minat, bakat dan kemampuan individu murid. Pendekatan ini menekankan pada pentingnya membangun hubungan yang positif antara murid dan guru, menciptakan lingkungan belajar yang aman dan suportif, serta memberikan murid kesempatan untuk belajar secara mandiri dan aktif. Guru berperan sebagai fasilitator yang mendukung perkembangan individual setiap murid. Pembelajaran dilakukan melalui metode yang interaktif, kolaboratif, dan mempertimbangkan gaya belajar siswa. Evaluasi dilakukan secara formatif untuk memahami kemajuan dan kesulitan siswa. Lingkungan belajar didesain untuk menciptakan suasana yang inklusif, aman, dan mendukung pertumbuhan siswa. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap murid dapat mencapai potensi maksimalnya dan merasa dihargai dalam proses pembelajaran.
Karakteristik Utama PBM:
Berpusat pada Murid: Murid adalah pusat dari proses pembelajaran. Kebutuhan, minat, dan bakat mereka menjadi dasar bagi perencanaan dan pelaksanaan pembelajaran.
Holistic: PBM tidak hanya fokus pada pengembangan pengetahuan dan keterampilan akademik, tetapi juga pada pengembangan karakter, sosial, dan emosional murid.
Kontekstual: Pembelajaran dikaitkan dengan kehidupan nyata dan pengalaman murid.
Berdiferensiasi: Guru memberikan berbagai pilihan dan strategi pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan belajar yang beragam dari murid.
Berpusat pada Aktifitas: Murid terlibat aktif dalam proses pembelajaran melalui berbagai kegiatan, seperti diskusi, proyek, dan pemecahan masalah.
Penilaian yang Bermakna: Penilaian digunakan untuk memantau kemajuan murid dan memberikan umpan balik yang konstruktif.
Manfaat PBM:
Meningkatkan motivasi dan keterlibatan murid: Murid yang merasa dihargai dan dihormati lebih termotivasi untuk belajar dan terlibat dalam proses pembelajaran.
Meningkatkan hasil belajar: PBM telah terbukti dapat meningkatkan hasil belajar murid dalam berbagai mata pelajaran.
Mengembangkan karakter dan keterampilan sosial-emosional: Murid belajar bagaimana bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, dan menyelesaikan masalah.
Mempersiapkan murid untuk masa depan: Murid mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan untuk sukses di sekolah, pekerjaan, dan kehidupan.
Contoh Praktik PBM:
Pembelajaran Berdiferensiasi: Guru memberikan berbagai pilihan tugas dan aktivitas dengan tingkat kesulitan yang berbeda-beda.
Belajar Berbasis Proyek: Murid bekerja sama dalam proyek jangka panjang yang terkait dengan kehidupan nyata.
Belajar Berbasis Portofolio: Murid mengumpulkan bukti kemajuan mereka dalam bentuk portofolio.
Belajar Kooperatif: Murid bekerja sama dalam kelompok untuk menyelesaikan tugas-tugas.
Belajar Mandiri: Murid diberikan kesempatan untuk belajar secara mandiri dengan panduan dari guru.
Penerapan PBM:
PBM dapat diterapkan di berbagai jenjang pendidikan, mulai dari prasekolah hingga sekolah menengah atas. PBM juga dapat diterapkan di berbagai jenis sekolah, seperti sekolah negeri, sekolah swasta, dan sekolah inklusif.
Untuk menerapkan PBM, guru perlu memiliki pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan dan karakteristik murid. Guru juga perlu memiliki keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk merancang dan melaksanakan pembelajaran yang berpusat pada murid.