NILAI KEMANFAATAN
Moralitas Kehidupan pada Tataran
Individual, Sosial, dan Ekologikal
Moralitas Kehidupan pada Tataran
Individual, Sosial, dan Ekologikal
A. KONSEP NILAI DAN HAKIKAT NILAI KEMANFAATAN
Konsep Nilai
“The value concept … [is] able to unify the apparently diverse interests of all the sciences concerned with human behavior” (Rokeach, 1973 dalam Schwartz, 2006). ‘Nilai’ dikonsepsikan sebagai sesuatu yang mampu menyatukan berbagai kepentingan yang tampaknya beragam dari semua ilmu yang berkaitan dengan perilaku manusia. Beberapa psikolog tegas menyatakan ihwal sentralitas konsep ‘nilai’. Demikian juga, sosiolog Williams (1968) dan antropolog Kluckhohn (1951), telah menggemakan
pendapat serupa. Mereka memandang ‘nilai’ sebagai penggunaan kriteria untuk mempertimbangkan apakah sebuah tindakan atau peristiwa yang terjadi memenuhi standard tertentu. “Values as desirable, trans-situational goals, varying in importance
that serves as guiding principles in people’s lives”. Nilai didefinisikan sebagai tujuan trans-situasional yang dicita-citakan dengan kepentingan yang beragam, difungsikan sebagai prinsip yang memandu manusia dalam proses-proses kehidupan.Ada beberapa nilai dasar yang menjadi nilai utama yaitu sebagai berikut:
~ Pengarahan diri ~ Tradisi
~ Stimulasi ~ Universalisme
~ Hedonisme
~ Prestasi
~ Keamanan
~ Kekuasaan
~ Kesesuaian
Hakikat Nilai Kemanfaatan
Dapat dikatakan bahwa wujud kemanfaatan adalah perbuatan atau tindakan manusia, dan tindakan atau perbuatan manusia itu dituntun oleh moralitas, sebab morality is personal, person-centered morality (Landy & Uhlmann, 2016). Oleh karena itu, sebelum dipaparkan lebih jauh tentang nilai kemanfaatan baik pada tataran individual, sosial, maupun lingkungan hidup (ecological), terlebih dahulu dikemukakan konsep moralitas (morality) sebagai dasar tindakan manusia. Sebab, “Manusia adalah makhluk yang berpengetahuan dan berkemauan. Kemauan mengandaikan pengetahuan. Manusia hanya akan bertindak berdasarkan pengetahuan tentang fakta yang perlu diperhitungkan untuk menentukan dan mewujudkan kemauannya (rencananya). Dan, etika/moral dipandang sebagai sarana orientasi usaha manusia untuk menjawab pertanyaan fundamental:‘Bagaimana saya harus hidup dan bertindak?’