Berikut ini adalah beberapa aliran yang ada di dalam filsafat:
Idealisme adalah aliran yang menganggap bahwa kenyataan atau realistis tersusun dari jiwa dan juga ide. Istilah idealisme berasal dari kata “idea” yang memiliki arti sesuatu yang hadir di dalam jiwa. Aliran tersebut menjadi sebuah awal yang sangat penting untuk perkembangan cara berpikir manusia. Pemikiran dasar dari aliran ini ternyata juga pernah dijelaskan oleh Plato. Menurutnya, realitas yang paling dasar adalah sebuah ide. Sementara realitas yang bisa dilihat oleh manusia adalah bayangan dari ide itu sendiri.
Pemikiran tersebut pastinya memandang realitas yang terlihat sebagai sesuatu yang tidak begitu penting. Mereka hanya akan menerimanya jika realitas tersebut dihubungkan dengan ide-ide. Walaupun begitu, pemikiran idealisme ini adalah pemikiran yang paling bisa diterima oleh para tokoh ataupun filsuf, salah satunya yaitu Descartes. Ia sepakat bahwa unsur yang berhubungan dengan jiwa adalah unsur yang lebih penting dibanding sebuah kebendaan yang tampak.
Aliran rasionalisme adalah suatu aliran yang mengedepankan ala sebagai satu-satunya sumber pengetahuan yang bisa dipercaya. Untuk para tokohnya, akal adalah suatu aset yang paling penting yang dimiliki oleh manusia untuk memperoleh, menemukan, dan menguji suatu pengetahuan. Mereka juga menganggap bahwa akal mempunyai kemampuan untuk menyelesaikan berbagai macam permasalahan yang ada di dalam hidup. Semua permasalahan bisa diselesaikan dan dipecahkan menggunakan akal. Adapun tokoh yang terkenal di dalam aliran rasionalisme adalah Rene Descartes. Ia mempunyai julukan sebagai bapak filsafat modern.
Aliran tersebut muncul karena satu pertanyaan darinya “Apakah metode dasar yang akan digunakan manusia untuk melakukan refleksi?” Dari pertanyaan tersebut lah Ia menemukan akal sebagai salah satu hal yang paling mendasar yang digunakan manusia untuk melakukan refleksi pada sesuatu. Apabila ditarik aliran tersebut ke masa sekarang, apakah masih relate? Apakah kamu termasuk ke dalam golongan orang-orang rasionalisme, yang selalu menggunakan akal dalam menyelesaikan segala macam permasalahan yang muncul di dalam hidup? Atau mungkin saja kamu termasuk ke dalam aliran yang lain?
Aliran ini lebih berfokus pada pengalaman yang dimiliki oleh seseorang sebagai sumber dari pengetahuan. Kata empirisme berasal dari Bahasa Yunani yang artinya pengalaman inderawi atau pengalaman observasi melalui panca indera. Empirisme adalah suatu aliran yang sangat bertentangan dengan rasionalisme. Menurut para tokoh yang ada di dalamnya, pengetahuan itu berasal dari pengalaman. Sehingga panca indera adalah sumber utama yang paling jelas dan pasti daripada akal. Semua hal yang diketahui oleh manusia itu tergantung pada bagaimana mereka menggunakan panca inderanya, mulai dari mendengar, melihat, menyentuh yang mereka miliki, dan berbicara.
Adapun tokoh empirisme juga menolak keyakinan bahwa manusia mempunyai fitrah pengetahuan di dalam dirinya. Menurut aliran ini, tanpa adanya pengalaman, sebuah pengetahuan tidak akan bisa terbentuk. Selain itu, aliran ini juga dibentuk oleh Francis Bacon dan Thomas Hobbes dengan pandangan: Semua pengetahuan bisa terbentuk dengan menggabungkan apa yang telah dialami oleh manusia. Apakah kamu adalah salah satu orang yang meyakini aliran ini? Dimana pengalaman menjadi hal yang bisa membentuk cara pandang seseorang sampai bisa mempengaruhi bagaimana mereka berperilaku dan kepribadian yang terbentuk dari pengalaman tersebut.
Dualisme adalah suatu aliran yang mengungkapkan bahwa realitas terdiri dari dua akar yang berlainan dan bertolak belakang. Masing-masing akar itu bersifat unik dan tidak bisa dihilangkan. Sehingga, ada beberapa tokoh mengungkapkan bahwa aliran ini adalah gabungan dari aliran idealisme dan aliran materialisme, atau aliran yang menggabungkan antara jiwa dan tubuh. Adapun tokoh yang membentuk pemikiran tersebut adalah Thomas Hyde. Dimana pemikiran dasarnya merupakan zat dan pikiran merupakan suatu hal yang berbeda dan keduanya akan saling melengkapi untuk membentuk suatu pengetahuan.
Aliran yang satu ini muncul pada abad ke 19. Dimana dasar pemikiran ini bersumber pada pengetahuan yang berasal dari apa yang diketahui, pasti, dan hal yang nyata. Positivisme berfokus pada suatu fakta yang nyata dan mengesampingkan hal-hal diluar realitas dan kenyataan yang tidak terlihat. Aliran yang satu ini sangat dekat dengan aliran empirisme, yaitu sama-sama meyakini bahwa pengetahuan berdasar pada pengalaman yang didasari oleh inderawi. Menurut para tokoh yang ada di dalamnya, manusia tidak akan pernah mengetahui sesuatu lebih dari apa yang dilihat. Berdasarkan fakta-fakta yang nyata, manusia tidak akan mengetahui sesuatu dibalik fakta tersebut bila mereka tidak melihatnya.
Tokoh yang menciptakan aliran ini yaitu Henri de Saint Simon, yang kemudian dikembangkan oleh muridnya yang bernama August Comte. Dasar dari pemikiran ini adalah untuk memahami sebuah pengetahuan bahwa manusia harus menarik hubungan sebab akibat. Hingga hukum-hukum yang membentuk pengetahuan tersebut. Dalam proses mencari ini, manusia akan menemukan berbagai macam fakta yang nyata di dalam pengetahuan tersebut.
Realisme adalah sebuah aliran yang ada di dalam ilmu pengetahuan. Menurut aliran ini, Ia mempermasalahkan objek pengetahuan manusia. Dimana realisme memandang bahwa objek pengetahuan yang diyakini oleh manusia berada di luar diri manusia itu sendiri, misalnya saja.
a. Pengetahuan mengenai pohon
b. Pengetahuan mengenai binatang
c. Pengetahuan mengenai bumi
d. Pengetahuan mengenai kota.