Metode Gasing (Gampang, Asyik, dan Menyenangkan) yang dikembangkan oleh Prof. Yohanes Surya merupakan metode pembelajaran matematika (dan sains) yang dirancang agar anak-anak bisa menguasai materi dengan cepat, tanpa beban, dan bahkan jatuh cinta pada pelajaran tersebut. Dalam implementasinya, terdapat konsep 8C yang menjadi pilar utama untuk membangun kompetensi siswa secara utuh. Konsep-konsep ini mencakup keterampilan abad ke-21 yang diintegrasikan ke dalam langkah-langkah konkret.
Berikut adalah penjelasan dari 8C dalam metode Gasing:
Dalam metode Gasing, anak tidak diajar untuk menghafal rumus mati. Mereka diajak untuk memahami proses dari mana sebuah angka atau rumus itu tercipta. Anak dilatih menganalisis masalah, melihat pola angka, dan memahami konsep dasar secara mendalam sebelum masuk ke tingkat yang lebih kompleks.
Anak-anak dibebaskan untuk menemukan cara mereka sendiri dalam menyelesaikan soal matematika. Kreativitas ini muncul karena metode Gasing banyak menggunakan alat peraga konkret (seperti kancing, sedotan, atau balok) di tahap awal. Anak bisa memanipulasi benda-benda tersebut untuk menemukan jawaban dengan cara yang paling nyaman bagi mereka.
Proses pembelajaran Gasing sangat interaktif. Anak-anak tidak hanya mendengarkan guru, tetapi mereka didorong untuk menjelaskan kembali apa yang mereka pahami kepada guru atau teman sebayanya. Kemampuan mengomunikasikan ide matematika ini menjadi bukti bahwa mereka benar-benar sudah paham, bukan sekadar tahu.
Pembelajaran Gasing sering kali melibatkan kerja kelompok, permainan, atau kompetisi tim yang seru. Di sini, anak-anak belajar untuk saling membantu. Siswa yang lebih cepat paham (disebut sebagai 'tutor sebaya') akan membantu temannya yang masih kesulitan. Ini membangun kerja sama yang kuat dan menghilangkan atmosfer belajar yang individualis.
Metode Gasing sangat menekankan pembentukan karakter positif. Melalui proses belajar yang bertahap dari konkret ke abstrak, anak-anak dilatih untuk memiliki sifat pantang menyerah, jujur, percaya diri, dan menghargai orang lain. Ketika anak yang tadinya dianggap "bodoh" berhasil menguasai matematika lewat Gasing, rasa percaya diri dan karakter positif mereka akan melonjak drastis.
Pilar ini terlihat dari bagaimana guru memperlakukan siswa, dan bagaimana sesama siswa saling berinteraksi. Guru Gasing dilatih untuk mengajar dengan penuh senyuman, kesabaran, dan tanpa amarah. Di sisi lain, siswa yang sudah mahir diajarkan untuk memiliki empati (compassion) untuk merangkul dan mengajari temannya yang tertinggal hingga bisa bersama-sama paham.
Prof. Yohanes Surya sering mengintegrasikan unsur budaya lokal dalam pembelajaran Gasing. Contohnya, menggunakan permainan tradisional, lagu daerah, atau konteks budaya setempat sebagai alat peraga atau pemanis dalam soal cerita. Hal ini membuat matematika terasa dekat dengan kehidupan sehari-hari anak dan sekaligus melestarikan budaya.
Melalui metode Gasing (terutama saat masuk ke tahap mencongak atau berhitung cepat di luar kepala), anak dilatih untuk berpikir runtut, sistematis, dan logis seperti cara kerja komputer. Mereka belajar memecah masalah besar (dekomposisi), mengenali pola angka, dan mengeksekusi perhitungan dengan langkah yang sangat efisien dan cepat.
Inti dari 8C Gasing:
Metode ini membuktikan bahwa matematika bukan cuma soal angka di atas kertas, melainkan sebuah media komplit untuk membangun manusia yang cerdas secara otak (IQ) sekaligus matang secara emosi dan sosial (EQ).
Apakah kamu lagi mempersiapkan materi untuk pelatihan, atau ada bagian dari 8C ini yang mau kita bahas lebih detail penerapannya di kelas?
Sebesar 90% anak kecil/muda yang generalis lebih berhasil dan 10% yang konsen pada sebuah bidang berhasil dalam penelitian orang yang jenius di bidang olahraga, catur dan scient
Belajar untuk belajar
Perbandingan dua solusi atau lebih dari suatu pertanyaan/masalah pada anak membuat anak tidak hanya mampu memberikan jawaban, tapi mengerti pertanyaan ,pola dan struktur.
50% yang belajar dengan perbandingan lebih berhasil dari pada yang tidak.
Pembuatan kebijakan harus dengan perbandingan beberapa cara berdasarkan riset
Scientifik evident untuk membuat kebijakan
Dana riset sebagian hanya untuk Strategic founding yang hasilnya bisa dimamfaatkan oleh industri dan pemerintah.
Talent devolopment sangat penting
Ekosistem insentif untuk riset pada hal sesuatu yang sangat berharga
Gaji harus berdasarkan kwalitas yang dihasilkan
Kemajuan ilmu pengetahuan di seluruh dunia itu berkompetisi sehingga PT harus berkompetisi.
Sekolah jenis apapun sama saja, yang banyak mempengaruhi anak adalah teman-temannya sekolah itu sendiri.
orang tua memasukkan ke sekolah dan les untuk melengkapi apa yang belum anak dapatkan di rumah.
Tantangan jangan terlalu gampang dan dan terlalu sulit.
who you know lebih penting dari what you know, karena networking itu penting.
Pendidikan seharusnya melatih cara berpikir
Dua bulan trainning siswa Indonesia dapat piala perunggu dalam olimpiade di Amerika tingkat dunia
Indonesia pernah dapat The best experient , the best solution
tujuh bulan trainning siswa Indonesia dapat piala perak dalam olimpiade di Amerika tingkat dunia
Datangkan pelatih dari Australia yang pernah dapat emas, tahun 1999 dapat emas
2006 juara Dunia di Singapura
Orang Indonesia itu sebenarnya cerdas tidak hanya book smart tapi juga Street smart
Semua anak pinter, hanya belum dapat guru dan metode yang tepat
Tambah kurang kali bagi hanya butuh 2 minggu cukup dan sudah terbukti diterapkan pada 21 kota/kabupaten.
Compassion : mengajar dengan hati, guru duduk sejajar dengan muridnya.
kelas 1 sd kelas 3 bisa ditempuh dengan enam bulan saja kalau dasar matematika dan maindsetnya benar
peningkatan IQ itu masalah pelatihan
Metode gasing : gampang, asik dan menyenangkan, biasanya hanya 2 minggu
Trainner memberi contoh tentang sesuatu yang gampang, asik dan menyenangkan, yang terbaik dan semua harus mendapatkan perhatian, selalu memberi dan memberi.
Anak yang sering memegang gatget akan tidak fokus di pelajaran, karena gatget itu selalu berubah-ubah isinya.