HEART and STEM
H.E.A.R.T: Humanity, Ethics, Awareness, Reflection, Truth.
H.E.A.R.T: Humanity, Ethics, Awareness, Reflection, Truth.
HEART : Humanity, Ethics, Awareness, Reflection, Truth
STEM : Sains, teknologi, engineering, dan matematika
Jangan terkecoh dengan narasi ‘dunia bergerak ke STEM’. Sains, teknologi, engineering, dan matematika hanyalah alat — bukan tujuan. Dunia saat ini justru membutuhkan H.E.A.R.T: Humanity, Ethics, Awareness, Reflection, Truth. Generasi yang cerdas secara teknis tapi kehilangan kemanusiaan, etika, kesadaran, refleksi, dan kebenaran, hanya akan menghasilkan kemajuan yang rapuh dan berbahaya. Sebelum sibuk mengejar STEM, utamakan H.E.A.R.T. Dunia tidak kekurangan teknologi, tapi kekurangan manusia yang bijak, sadar, dan bertanggung jawab
Surplus HEART.Masjid betebaran, ponpes banyak.Tapi bagaimana nasib penduduk?Tetap maling. Tetap korup. Tetap kumuh. Tetap murahan.Karena apa?Karena kesenjangan pengetahuan STEM.Balik ke jaman keemasan Islam, ulama adalah orang yang paham ilmu logika, seperti Al Khwarizmi, ibnu sina, dll.Jadi kalau mau lihat siapa musuh dalam selimtu yang seolah memberantas kemiskinan padahal merawat kemiskinan?Orang tsb adalah yang menitikberatkan HEART ketimbang STEAM.Dua duanya penting.Indonesia sudah surplus HEART.Sudah penuh pikiran dengan hapalan jus jus jus.Kalau tidak mengeluh, tidak apa2.Faktanya, kegiatan ponpes itu menghapal JUS, tapi iklan di baliho adalah “Menjadi pemimpin masa depan modern”.TIDAK NYAMBUNG.Kita sudah kebanjiran HEART, dan miskin STEAM.Saya pengen lihat itu orang yang entengnya lagak pendeta / ustad bicara moral di tengah krisis SAINS.Benar2 definisi otak udang
dikira HEART itu lawan dari logika minim literasi nih contohnya.. makanyaa BACAAA dulu baru komen
Berpikir kritis bisa dibentuk dari kualitas bacaan buku dan lingkungan sekitar yang mendukung
Dulu ketika peradaban tinggi di dunia menempatkan ilmu ketuhanan menjadi nomor satu, kemudian ilmu kemanusiaan berada dinomor dua, dan Science, Technologi, Engineering, dan Math sebagai ilmu paling bontot. Maklum STEM jaman dulu hanya sebagai alat manusia utk menemui Tuhannya. Sekarang peradaban telah menempatkan STEM menjadi nomor satu, ilmu humaniora/kemanusiaan tetap nomor 2, tapi ilmu Ketuhanan sudah jadi nomor bontot. Kita lihat peradaban macam apa yang berlaku sekarang ini.
Menghafal adalah kaidah besar dalam ilmu. Hafalan itu menjadi alat yang suatu saat bisa dibunyikan kapan saja. Orang yang punya banyak ilmu dikepalanya akan menjadi orang yang sangat mahal.Rekan saya, orang terbaik nomer 4 di tema pengeboran minyak. Beliau sangat kuat menghafal rumus2 dan berbagai macam teknik2 pengeboran. Sehingga menjadi ahli.Tidak boleh menghafal adalah propaganda negara barat untuk menjadikan indonesia tetap bodoh selama-lamanya. Jadi ayooo menghafal. YUK YUK