Dua hidangan ini cukup berbeda meskipun sama-sama dari Sumatera Barat.
Kalio memiliki warna coklat muda dengan tekstur lengket, basah, dan kuahnya agak encer. Daging yang dimasak cenderung agak alot dan rasanya tidak sepedas rendang. Sebagian restoran dan rumah makan di luar Sumatera menyebutnya “Rendang Ala Jawa “. Rendang padang pasti berwarna gelap, antara coklat tua hingga hitam. Semakin lama dimasak akan semakin gelap. Tekturnya kering, terasa lebih empuk ketika digigit, dan dagingnya hancur di mulut. Kuahnya pun sangat kental dan cenderung berminyak. Banyaknya rempah yang digunakan memberikan rasa pedas menyengat yang khas sekaligus. BAHAN DAN BUMBU YANG DIPAKAI Kalio dapat menggunakan banyak jenis daging. Di Sumatera Barat biasa kalio memakai daging sapi, kerbau, bebek, makanan laut, jeroan, bahkan jengkol atau telur. Bumbunya pun lebih sederhana yakni santan, cabai merah, bawang merah, bawang putih, kemiri, jahe, lengkuas, gula merah, dan garam. Rendang pada umumnya menggunakan daging sapi atau kerbau. Terkesan lebih khusus karena sensasi masak rendang adalah perjuangan mengempukkan dagingnya. Bumbunya jauh lebih banyak, antara lain : santan, cabai merah, bawang merah, bawang putih, laos, ketumbar, dan lain-lain sebagainya. Rempah yang beragam ini membuat rendang jadi semakin bercitarasa. WAKTU MASAK DAN MASA BERTAHAN Kalio juga disebut “rendang setengah matang” karena waktu masaknya yang jauh lebih sebentar daripada rendang. Kalio paling tidak butuh 2-3 jam untuk mendapatkan kuah kental yang berminyak dengan warna kuning kemerahan. Kalio hanya dapat bertahan kurang dari tiga hari dalam suhu ruang. Kalau rendang tentunya butuh lebih dari waktu tersebut yakni bisa semalaman atau seharian. Rendang harus dimasak hingga berwarna gelap dan kering. Rendang cukup awet yakni 3-4 minggu dalam suhu ruang. Semakin dipanaskan, rendang akan terasa semakin enak. LAIN KALI JANGAN SALAH BELI LAGI YA !!