Trichoderma
Ada beberapa penyakit pada tanaman jagung, seperti hawar daun, busuk tongkol, karat daun, bercak daun, dan bulai. Penyakit-penyakit pada tanaman jagung dapat dikendalikan melalui 2 cara, yaitu menggunakan fungisida dan menggunakan agens hayati (Trichoderma). Trichoderma merupakan jamur yang berperan sebagai agens hayati dan bekerja berdasarkan mekanisme antagonis yang dimilikinya. Jamur Trichoderma menyerang dan mengambil nutrisi dari jamur lain sehingga dapat membuat jamur lain mati atau terhambat pertumbuhannya. Manfaat Trichoderma antara lain adalah memperbaiki struktur tanah di sekitar perakaran tanaman, menguraikan zat-zat organik yang ada di dalam tanah, mengendalikan penyakit bulai pada jagung, menghambat pertumbuhan racun jamur, dan memutus pertumbuhan pathogen tular tanah akibat tidak melakukan rotasi tanaman.
Biang dapat diperoleh dengan membuat sendiri ataupun mencari di Laboratorium Pengamatan Hama Penyakit Tanaman (PHPT) terdekat. Cara membuat biang sendiri dengan mengambil akar dan daun bambu. Lalu memasak nasi setengah matang. Setelah itu, memasukkan nasi setengah matang ke dalam plastik dan meletakkan dalam wadah tertutup (toples) yang sudah diisi akar dan daun bambu. Lalu menunggu sampai tumbuh jamur berwarna hijau.
Perbanyakan Trichoderma
Alat dan bahan:
a. Nasi setengah matang
b. Plastik
c. Biang/isolat
d. Alkohol
e. Masker
Langkah kerja perbanyakan Trichoderma:
a. Mencuci beras sebanyak 3 kali pengulangan
b. Meniriskan
c. Mengukus beras hingga setengah masak sampai bulir mudah dipatahkan
d. Mengangkat dan angin-anginkan hingga dingin
e. Memasukkan per 100 gram beras setengah matang ke dalam plastik
f. Sterilisasi dengan mengukus selama 1 jam
g. Angin-anginkan hingga dingin
h. Memasukkan isolat/biang ke dalam beras yang sudah dikukus dan mengikatnya dengan memberi ruang
i. Menyimpan ditempat yang tidak terpapar sinar matahari secara langsung
j. Menunggu 7 – 10 hari hingga jamur tumbuh
k. Penyimpanan di suhu ruang, masa simpan 6 bulan.
Cara kerja Trichoderma menempel pada badan jamur lain kemudian membentuk hifa (benang spora) yang akan mengikat dan menggulung jamur lain hingga jamur tersebut mati. Pengaplikasian Trichoderma bisa langsung dihamburkan, bisa dicampur kompos menjadi trichokompos dengan perbandingan 1:10, bisa juga dilarutkan lalu dikocorkan/disemprotkan ke tanah dengan perbandingan 100 gram untuk 1 tangki.