Hortikultura (horticulture) berasal dari bahasa Latin hortus (tanaman kebun) dan cultura/colere (budidaya), dan dapat diartikan sebagai budidaya tanaman kebun. Kemudian hortikultura digunakan secara lebih luas bukan hanya untuk budidaya di kebun. Istilah hortikultura digunakan pada jenis tanaman yang dibudidayakan. Bidang kerja hortikultura meliputi pembenihan, pembibitan, kultur jaringan, produksi tanaman, hama dan penyakit, panen, pengemasan dan distribusi.
Terdapat banyak sekali tumbuhan yang dapat Anda budidayakan melalui metode pertanian modern ini. Secara umum, jenis komoditas horticulture dibedakan menjadi 4 jenis. Berikut ini adalah penjelasan lengkapnya.
Sayur-sayuran merupakan salah satu kebutuhan pangan dengan permintaan tinggi setiap harinya. Sayuran mengandung beragam nutrisi baik yang diperlukan tubuh untuk meningkatkan kualitas kesehatan.
Sayuran adalah salah satu jenis tumbuhan yang dibudidayakan dengan metode pertanian modern hortikultura. Melalui metode ini, petani dapat memproduksi sayuran dalam skala besar sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat secara nasional.
Terdapat dua jenis sayuran yang ditanam dengan cara budidaya ini, yaitu sayuran musiman dan sayuran tahunan. Sayuran musiman berarti hanya dapat ditanam saat musim tertentu saja. Misalnya sayur kol, bawang merah, wortel, dan sebagainya.
Sedangkan sayuran tahunan artinya dapat ditanam sepanjang tahun. Misalnya petai, melinjo, jengkol, dan lain sebagainya. Anda juga dapat menanam beraneka macam sayuran di pekarangan rumah untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Buah-buahan juga merupakan jenis komoditas yang dibudidayakan secara hortikultura. Sama seperti sayuran, beberapa jenis buah-buahan biasanya juga berbuah pada musim-musim tertentu saja. Misalnya mangga, rambutan, durian, melon, dan sebagainya.
Selain itu, terdapat juga beberapa jenis buah yang berbuah sepanjang tahun. Misalnya pisang, nanas, salak, anggur, nangka, belimbing, dan masih banyak lagi. Tidak ada salahnya mulai menanam buah-buahan di lingkungan rumah.
Tidak hanya buah dan sayuran, contoh tanaman hortikultura juga meliputi tumbuh-tumbuhan hias atau bunga (florikultura). Tumbuhan berwarna-warni yang cantik tersebut digunakan sebagai hiasan atau dekorasi ruangan.
Selain itu, bunga hias juga ditanam untuk mempercantik area terbuka seperti taman. Ada jenis bunga yang ditanam menggunakan pot seperti melati, mawar, dahlia, dan sebagainya. Ada juga yang ditanam menempel pohon seperti anggrek.
Budidaya hortikultura juga menghasilkan produk obat atau sering dikenal dengan tumbuhan herbal. Jika Anda familiar dengan apotek hidup atau tanaman obat keluarga (toga), maka itulah jenis-jenis tumbuhannya.
Sejak zaman dahulu, masyarakat Indonesia sudah sering menggunakan jenis tumbuhan ini untuk beragam kebutuhan. Mulai dari obat-obatan, kosmetik dan kecantikan, hingga rempah bumbu masakan.
Contoh tumbuhan obat atau biofarmaka antara lain serai, lengkuas, kunyit, jahe, temulawak, brotowali, kayu manis, dan masih banyak lagi. Manfaatkan lahan sekitar Anda untuk menanam jenis tumbuhan ini.
Terdapat beragam manfaat yang bisa diperoleh dari pengaplikasian budidaya pertanian modern tersebut. Berikut ini adalah 4 fungsi serta manfaat pentingnya bagi kehidupan.
Budidaya hortikultura menghasilkan berbagai produk sayuran dan buah-buahan yang dibutuhkan oleh masyarakat luas. Baik masyarakat perkotaan maupun pedesaan membutuhkan sayur dan buah untuk konsumsi sehari-hari.
Dengan demikian, dapat dipahami bahwa metode pertanian modern ini bermanfaat dalam rangka mengadakan penyediaan pangan. Sehingga Anda dapat menikmati sayur-mayur untuk lauk-pauk serta buah-buahan segar.
Hortikultura menghasilkan beragam tanaman dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Peluang pasar tersebut membuat para petani dapat menjual hasil cocok tanam mereka ke target konsumen yang luas.
Berkat penjualan tersebut, petani memperoleh penghasilan sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga. Ini juga bisa dilakukan dalam skala rumah tangga. Anda bisa berbisnis menjual hasil tanam kecil-kecilan untuk memperoleh pendapatan tambahan.
Komoditas hortikultura berupa tanaman obat (biofarmaka) dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat. Obat-obatan herbal dinilai memiliki efek samping minimal dan aman dikonsumsi.
Misalnya mengobati batuk dengan kencur, jahe mampu menghangatkan tubuh, daun jambu biji mengatasi diare, dan sebagainya. Selain itu, kandungan vitamin, mineral dalam sayur dan buah juga membuat kita semakin sehat.
Salah satu jenis tumbuhan yang dibudidayakan melalui hortikultura yaitu flora atau bunga. Tumbuhan ini memuat fungsi sosial serta budaya yang dapat diaplikasikan melalui penanaman di taman-taman terbuka hijau.
Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan jika ingin bercocok tanam secara horticulture. Berikut ini beberapa tips untuk diterapkan agar berhasil.
Pemilihan media tanam harus sesuai agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.
Pembibitan harus dilakukan dengan menggunakan benih berkualitas.
Lakukan penyiraman secara rutin. Pahami aturan penyiraman tanaman, karena tidak semua tumbuhan memerlukan penyiraman dengan kadar yang sama.
Berikan pupuk organik untuk mengoptimalkan pertumbuhan komoditas hortikultura.
Lakukan pemangkasan apabila terdapat bagian tumbuhan mati sehingga tidak menjalar semakin luas.
Pantau tumbuhan secara berkala agar apabila terdapat hama dan penyakit bisa segera diatasi.
Lakukan panen sesuai waktunya untuk mendapatkan hasil terbaik.