JADAM MICROBIAL SOLUTION (JMS)
Pada saat ini, pupuk bersubsidi itu langka karena dibatasi oleh pemerintah. Padahal zaman dahulu, zaman nenek moyang kita, kita tidak menggunakan pupuk kimia ini. Ada istilah baru bernama JADAM yang dapat membantu petani mengurangi pupuk kimia. JADAM (Jayonul Damun Saramdul) artinya orang-orang yang seperti alam.
JADAM adalah metode pertanian yang dikembangkan Youngsang Cho ini terlahir dari korea dan menggunakan prinsip SMILE (Sederhana, Mudah, Ilmiah, dan Efektif). JADAM bisa mengurangi penggunaan pupuk kimia. Karena kita tidak bisa langsung berubah pertanian kimia menjadi organik, jadi bisa bertahap. Jadi, menurut ilmu jadam disebutkan kalo kesuburan tanaman kita adalah representasi atau perwakilan dari kondisi perakarannya. Mungkin kita pernah mencabut tanaman, ketika tanaman tidak subur, akarnya juga pasti kecil. Tapi ketika tanamannya subur, akarnya lebat.
Cara membuat POC Jadam Microbial Solution : Mempersiapkan alat dan bahan berupa : Merebus kentang, Memasukan kentang dan seresahan akar dan daun bambu ke kain, Meremas kain yang telah diisi sampai keluar sari, Melarutkan garam dan memasukan ke dalam ember berisi air 10 liter, Menutup ember dan fermentasi selama 24 – 72 jam. Cara Pengaplikasian : Aplikasi ke lahan dengan pengenceran 3-10 x (sebelum ada tanaman) dan Pengenceran 10 -100 kali (sudah ada tanaman)
Aplikasi Jadam ke lahan tidak lebih dari 72 jam setelah pembuatan karena ph-nya akan menjadi masam. Pengaplikasian lebih baik saat pengolahan lahan karena mikroorganisme akan memperbaiki tanah. Dalam 1 musim tanam, pengaplikasian bisa dilakukan intensif 1-4 kali saat fase pengolahan lahan dan fase pergantian.