Herbisida adalah senyawa kimia yang digunakan untuk mengendalikan, mematikan, atau menghambat pertumbuhan gulma tanpa mengganggu tanaman pokok. Apabila gulma tidak dikendalikan, maka terjadi perebutan unsur hara dengan tanaman pokok yang dibudidayakan.
Alat dan bahan:
a. Wadah air
b. Garam kasar 500 gram
c. Ragi tape 5 biji
d. Sabun colek 2 sdm
e. Cuka dapur 125 ml
f. Air 2 liter
g. Sendok
Langkah membuat:
a. Memasukkan air ke wadah
b. Menambahkan cuka dapur
c. Menambahkan garam kasar
d. Mencampur ragi tape
e. Menambah 2 sdm sabun colek
f. Mengaduk semua bahan sampai rata lalu siap digunakan
Garam kasar dapat membuat tanaman dehidrasi dan mengganggu keseimbangan air internal dalam sel tanaman, menyerap kandungan air dari gulma di sekitarnya akibatnya gulma kekurangan air dan tidak dapat berkembang biak dengan bagus. Cuka dapur memiliki bahan aktif asam asetat yang bersifat pengering dan akan menarik kelembaban dari daun dan akan mematikan bagian tanaman yang atas sehingga akan berwarna cokelat dan mengering.
Konsentrasi pekat ragi tape menghambat proses fotosintesis tanaman. Pengaplikasian herbisida ini menggunakan dosis 2 liter untuk 1 tangki dan diaplikasikan sebelum ada tanaman atau jauh dari tanaman karena sifat herbisida ini tidak selektif. Hasil pengaplikasian dapat dilihat setelah 1 mingguan.