Biosaka
Biosaka berasal dari dua kosa kata yaitu bio yang artinya tumbuhan (makhluk hidup) dan saka yang artinya selamatkan alam kembali ke alam. Biosaka bukanlah pupuk atau pestisida, melainkan elisitor (senyawa kimia yang dapat memicu respon fisiologi, morfologi pada tanaman menjadi lebih baik, memberikan sinyal positif bagi membran sel pada akar sehingga lebih energik dan produktif).
Manfaat Biosaka:
a. Produk biosaka merupakan elisitor yang artinya suatu produk yang berfungsi sebagai signaling bagi tanaman untuk tumbuh dan berproduksi lebih bagus.
b. Dapat digunakan pada seluruh fase tanaman, mulai dari benih sampai panen.
c. Memanfaatkan gulma di sekitar lahan
Alat dan bahan:
a. Baskom
b. Daun hijauan (minimal 5 jenis sebanyak 1 genggam)
c. Air 5 liter
d. Botol
e. Corong
f. Saringan
Langkah membuat:
a. Memasukkan 5 liter air ke baskom
b. Meremas dedaunan menggunakan tangan 10 – 20 menit
c. Menyaring hasil ramuan biosaka
d. Memasukkan ramuan biosaka ke dalam botol
Hal yang diperhatikan dalam membuat biosaka:
a. Peremasan dengan tangan kanan, sementara tangan kiri memegang pangkal bahan. Sekali meremas diikuti sekali memutar air ke kiri.
b. Diremas sampai selesai, tidak berhenti, tidak sampai hancur batangnya, tangan tidak boleh diangkat, tangan tetap di dalam air dan tidak berganti orang.
c. Ciri telah jadi: tidak mengendap, tidak timbul gas, tidak ada butiran, ramuan biosaka terlihat pekat dan mengkilap, bisa berwarna hijau/biru/merah sesuai dengan warna rumput/daun yang digunakan.
Pengaplikasian biosaka disemprot dengan dosis 40 ml untuk 15 liter air (tangki).