Pseudomonas Fluorences
Agens hayati adalah setiap organisme atau makhluk hidup, terutama serangga, cendawan, cacing, bakteri, virus, dan binatang lainnya yang dapat dipergunakan untuk pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Agens hayati merupakan bakteri baik yang sudah tersedia di alam, tetapi keberadaannya tidak seimbang. Manfaat agens hayati antara lain menekan populasi pathogen sehingga berakibat pada perbaikan pertumbuhan tanaman, sebagai penyeimbang antara tanaman dan pathogen, serta pengurai bahan organik. Contoh agens hayati yaitu Trichoderma dan Pseudomonas fluorescens.
Bakteri Pseudomonas fluorescens merupakan bakteri probiotik yang bermanfaat bagi tanaman karena memiliki kemampuan menghasilkan zat pengatur tumbuh yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman. Manfaat Pseudomonas fluorescens sebagai agens hayati pengendali jamur dan bakteri pathogen tanah/tanaman, seperti jamur fusarium sp., pathogen tular tanah. Selain itu, Pseudomonas fluorescens dapat sebagai pelarut unsur fosfat, pengikat unsur nitrogen, serta menghasilkan ZPT bagi tanaman.
Alat dan bahan:
a. Tempe
b. Gula merah
c. Air cucian beras
d. Blender
e. Saringan
f. Botol plastik
Langkah membuat:
a. Blender halus tempe dan 50 ml air cucian beras
b. Larutkan gula merah dengan 50 ml air cucian beras
c. Semua bahan yang sudah jadi disaring dan disatukan
d. Masukkan lagi sisa air cucian beras dan aduk semua bahan hingga merata
e. Masukkan bahan tersebut kedalam botol plastik dan tutup
f. Simpan botol pada suhu ruang dan terlindung dari sinar matahari selama 38 jam.
Pengaplikasian 30ml bakteri Pseudomonas fluorescens dicampurkan dengan 15 liter air.