Fermented Plant Juices (FPJ) Daun Kelor
Daun Kelor mengandung “Zeatin” (unsur dari sitokinin) untuk merangsang pertumbuhan tanaman. Dengan berat yang sama, kandungan kelor segar setara dengan tujuh kali vitamin C dari jeruk, empat kali vitamin A dari wortel, empat kali Calciumnya dari susu, tiga kali kalium dari pisang, dan dua kali protein dari yoghurt. Dengan kandungan yang kaya manfaat, ternyata daun kelor dapat dijadikan pupuk organik cair melalui metode Fermented Plant Juice Daun Kelor ala Korean Natural Farming.
Alat yang dibutuhkan : baskom, toples, kain penyaring, beban (batu), gunting. Sementara bahan yang dibutuhkan : daun kelor 250 gram, gula serbuk 250 gram. Daun kelor satu banding satu dengan gula serbuk (palm sugar). Gula digunakan untuk proses osmosis dalam daun. Tahap pembuatannya adalah : memotong kecil daun dan batang kelor, mencampur daun kelor dengan gula, memasukan ke dalam toples bersih, memberi beban pada toples, menutup toples selama sehari kemudian mengambil beban, menunggu proses fermentasi selama tujuh hari. Setelah tujuh hari, menyaring konsentrat, kemudian menambah gula sebanyak 50% konsentrat. Setelahnya, konsentrat dapat diaplikasikan dengan melarutkan dalam air.
FPJ daun kelor merupakan jenis pupuk daun sehingga pengaplikasiannya harus dikenakan pada daun. Untuk pengaplikasian pada tanaman kecil, 1 ml/liter. Untuk tanaman remaja, dosis 2 ml/liter. Diaplikasikan pada lahan seminggu sekali. Pada daun kelor terdapat mineral seperti Ca, K, dan Fe yang dapat memicu pertumbuhan tanaman. Daun kelor kaya atas berbagai kandungan yang dapat memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Dengan adanya. Masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan daun kelor dan mengolahnya sebagai pupuk organik cair untuk menutrisi tanaman di lingkungan sekitar.