Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Jenjang SMP
Materi : Siaga Bencana
Jenjang : Sekolah Menengah Pertama (SMP)
Alokasi Waktu : 2 × 40 Menit
Sasaran : Peserta Didik Baru Kelas VII
Setelah mengikuti materi ini, peserta didik diharapkan mampu:
Memahami pengertian bencana dan jenis-jenisnya.
Mengenali potensi bencana di lingkungan sekolah dan tempat tinggal.
Mengetahui cara menyelamatkan diri saat terjadi bencana.
Mengenal jalur evakuasi, titik kumpul, dan prosedur tanggap darurat di sekolah.
Menumbuhkan budaya kesiapsiagaan, gotong royong, dan kepedulian terhadap keselamatan diri serta orang lain.
Indonesia merupakan negara yang berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire) sehingga memiliki potensi berbagai bencana seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, banjir, tanah longsor, angin kencang, dan kebakaran.
Sebagai peserta didik, kita tidak perlu takut menghadapi bencana. Yang terpenting adalah siap, waspada, dan mengetahui tindakan yang benar agar dapat melindungi diri sendiri maupun membantu orang lain dengan aman.
Sekolah juga merupakan tempat yang harus memiliki budaya Sekolah Aman Bencana, yaitu lingkungan belajar yang siap menghadapi keadaan darurat melalui pengetahuan, latihan, dan kerja sama.
Bencana adalah peristiwa yang mengancam kehidupan dan dapat menimbulkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, maupun dampak psikologis.
Bencana dapat terjadi secara tiba-tiba maupun bertahap.
Terjadi karena proses alam, misalnya:
Gempa bumi
Tsunami
Gunung meletus
Banjir
Tanah longsor
Kekeringan
Angin puting beliung
Disebabkan oleh faktor nonalam, seperti:
Wabah penyakit
Kebakaran akibat kelalaian
Kegagalan teknologi
Pencemaran lingkungan
Disebabkan oleh tindakan manusia, misalnya:
Kerusuhan
Konflik sosial
Tindak kekerasan
Setiap sekolah memiliki potensi risiko yang berbeda. Beberapa potensi yang perlu diwaspadai antara lain:
Gempa bumi
Kebakaran
Banjir
Pohon tumbang
Angin kencang
Korsleting listrik
Kecelakaan saat kegiatan sekolah
Peserta didik perlu mengetahui lokasi:
Jalur evakuasi.
Titik kumpul.
Kotak P3K.
Alat Pemadam Api Ringan (APAR).
UKS.
Pos keamanan.
Nomor darurat yang tersedia di sekolah.
Jika berada di dalam kelas:
Tetap tenang dan jangan panik.
Lakukan prinsip "Drop, Cover, Hold On":
Drop: Merunduk.
Cover: Berlindung di bawah meja yang kuat atau lindungi kepala dan leher.
Hold On: Pegang meja atau pelindung hingga guncangan berhenti.
Jauhi kaca, lemari, dan benda yang dapat jatuh.
Setelah guncangan berhenti, keluar melalui jalur evakuasi dengan tertib.
Berkumpul di titik kumpul dan ikuti arahan guru.
Jika berada di luar ruangan:
Menjauh dari bangunan, tiang listrik, pohon besar, dan pagar.
Cari tempat terbuka.
Lindungi kepala dari benda yang mungkin jatuh.
Tetap tenang.
Segera beri tahu guru atau petugas.
Jangan kembali mengambil barang yang tertinggal.
Gunakan jalur evakuasi yang aman.
Jika ruangan penuh asap, berjalan merunduk atau merangkak.
Tutupi hidung dan mulut dengan kain jika memungkinkan.
Berkumpul di titik kumpul.
Ikuti arahan guru.
Hindari genangan air yang dalam atau berarus.
Jangan bermain di area banjir.
Matikan peralatan listrik jika aman dilakukan oleh petugas.
Evakuasi ke tempat yang lebih tinggi.
Masuk ke dalam bangunan yang aman.
Menjauh dari pohon besar, baliho, dan tiang listrik.
Tutup pintu dan jendela jika diperlukan.
Jangan berteduh di bawah pohon.
Semua peserta didik harus mengenali:
Denah sekolah.
Jalur evakuasi dari setiap ruang kelas.
Lokasi tangga darurat (jika ada).
Titik kumpul yang telah ditentukan.
Aturan saat evakuasi:
Berjalan cepat tanpa berlari.
Tidak saling mendorong.
Tidak kembali ke dalam gedung tanpa izin.
Membantu teman yang membutuhkan jika aman dilakukan.
Mengikuti arahan guru dan petugas.
Meskipun tidak wajib dibawa setiap hari ke sekolah, peserta didik perlu mengetahui isi tas siaga bencana untuk keadaan darurat di rumah, antara lain:
Air minum.
Makanan siap saji.
Senter.
Peluit.
Masker.
Obat-obatan pribadi.
Perban dan plester.
Salinan dokumen penting.
Pakaian ganti sederhana.
Sekolah yang tangguh membiasakan:
Mengikuti simulasi bencana.
Menjaga ketertiban saat latihan evakuasi.
Mengetahui nomor darurat.
Menjaga fasilitas keselamatan.
Tidak bercanda saat latihan bencana.
Membantu teman yang membutuhkan.
Sebagai peserta didik, kita dapat:
Belajar tentang mitigasi bencana.
Mengikuti simulasi dengan sungguh-sungguh.
Menjaga ketenangan saat keadaan darurat.
Mengingatkan teman untuk tertib.
Melaporkan potensi bahaya kepada guru.
Menjadi pelopor budaya aman di sekolah.
Keadaan Sikap yang Benar
Terjadi gempa Berlindung, lindungi kepala, lalu evakuasi setelah guncangan berhenti
Mendengar alarm kebakaran Segera mengikuti guru menuju jalur evakuasi
Melihat kabel listrik rusak Tidak menyentuh, segera melapor kepada guru
Latihan evakuasi Mengikuti dengan tertib dan serius
Teman panik Menenangkan dan mengajaknya mengikuti arahan guru
Panik berlebihan.
Berteriak tanpa alasan.
Mendorong teman saat evakuasi.
Kembali mengambil barang.
Menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya.
Bermain-main saat simulasi.
Jawablah pertanyaan berikut!
Apa yang dimaksud dengan bencana?
Mengapa kita harus mengikuti simulasi bencana di sekolah?
Apa yang harus dilakukan saat terjadi gempa di dalam kelas?
Mengapa penting mengetahui jalur evakuasi dan titik kumpul?
Bagaimana cara membantu teman saat keadaan darurat tanpa membahayakan diri sendiri?
Indonesia memiliki berbagai potensi bencana sehingga kesiapsiagaan sangat penting.
Pengetahuan, latihan, dan kerja sama dapat mengurangi risiko saat terjadi bencana.
Setiap peserta didik harus mengetahui jalur evakuasi, titik kumpul, dan prosedur keselamatan di sekolah.
Keselamatan diri dan orang lain merupakan tanggung jawab bersama.
Sikap tenang, disiplin, dan patuh terhadap arahan guru adalah kunci utama dalam menghadapi keadaan darurat.
Kami, Peserta Didik SMP, berjanji untuk:
Selalu waspada terhadap potensi bencana.
Menjaga keselamatan diri dan orang lain.
Mengikuti arahan guru dan petugas saat keadaan darurat.
Mengikuti simulasi bencana dengan tertib dan sungguh-sungguh.
Menjadi pelopor budaya aman di sekolah.
Menjaga lingkungan agar tetap bersih dan mengurangi risiko bencana.
Menumbuhkan semangat gotong royong dan kepedulian terhadap sesama.
"Siap Sebelum Bencana, Tanggap Saat Bencana, Pulih Bersama Setelah Bencana."
"Sekolah Aman, Belajar Nyaman, Semua Selamat."
Pemateri: Siaga?
Peserta: Siap!
Pemateri: Bencana?
Peserta: Waspada!
Pemateri: Selamatkan?
Peserta: Diri dan Sesama!
Pemateri: SMP?
Peserta: Aman, Tangguh, Hebat!
Bersama:
"Siaga Hari Ini, Selamat Esok Hari!"