NAMA KOMUNITAS KOMBEL SMPN 9 CIDAUN
Gerakan Literasi Sekolah : GELAR (Gerakan Literasi Aktif dan Religius)
Penggerak Komunitas : Supriatman, S.Pd, M.Si
Berikut beberapa program sekolah yang dapat meningkatkan rapor pendidikan numerasi dan literasi:
1. Gerakan Literasi Sekolah (GLS) : GELAR (Gerakan Literasi Aktif dan Religius)
GLS bertujuan untuk menumbuhkan budaya literasi membaca dan menulis di sekolah. Program ini dapat mencakup berbagai kegiatan, seperti:
Membaca buku 10-15 menit setiap hari: Kegiatan ini dapat dilakukan pada jam pertama pelajaran atau di sela-sela jam pelajaran. Guru dapat memandu siswa untuk membaca buku yang menarik dan sesuai dengan usia mereka.
Menyelenggarakan lomba baca cerpen, puisi, dan karya tulis lainnya: Kegiatan ini dapat memotivasi siswa untuk lebih giat membaca dan menulis.
Membuat pojok baca di setiap kelas dan sudut sekolah: Pojok baca ini dapat diisi dengan berbagai buku bacaan yang menarik dan informatif.
Mengundang penulis atau pendongeng untuk datang ke sekolah: Kegiatan ini dapat meningkatkan minat siswa terhadap literasi.
Membuat program literasi digital: Program ini dapat berupa penggunaan e-book, audiobook, dan aplikasi membaca online.
2. Numerasi Aktif dan Menyenangkan (NAM)
NAM bertujuan untuk meningkatkan kemampuan numerasi siswa dengan cara yang aktif dan menyenangkan. Program ini dapat mencakup berbagai kegiatan, seperti:
Bermain permainan edukasi matematika: Permainan ini dapat membantu siswa belajar matematika dengan cara yang lebih mudah dan menyenangkan.
Melakukan kegiatan belajar matematika di luar kelas: Kegiatan ini dapat berupa kunjungan ke museum sains, observatorium, atau tempat lain yang terkait dengan matematika.
Menggunakan media pembelajaran yang menarik: Media pembelajaran ini dapat berupa video, animasi, atau simulasi matematika.
Memberikan pelatihan kepada guru tentang pembelajaran numerasi: Pelatihan ini dapat membantu guru untuk mengembangkan strategi pembelajaran numerasi yang lebih efektif.
Menyelenggarakan lomba matematika: Lomba ini dapat memotivasi siswa untuk lebih giat belajar matematika.
3. Integrasi Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran
Integrasi literasi dan numerasi dalam pembelajaran berarti memadukan kedua keterampilan tersebut dalam berbagai mata pelajaran. Hal ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
Membaca teks yang berkaitan dengan matematika: Siswa dapat membaca teks tentang konsep matematika, sejarah matematika, atau aplikasi matematika dalam kehidupan sehari-hari.
Menulis cerita matematika: Siswa dapat membuat cerita yang melibatkan konsep matematika.
Melakukan pemecahan masalah matematika yang kontekstual: Siswa dapat menyelesaikan masalah matematika yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Menggunakan data statistik dalam pembelajaran: Siswa dapat menggunakan data statistik untuk mempelajari berbagai konsep matematika.
4. Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK)
TIK dapat digunakan untuk meningkatkan pembelajaran numerasi dan literasi. Beberapa contohnya adalah:
Penggunaan aplikasi pembelajaran numerasi dan literasi: Ada banyak aplikasi pembelajaran numerasi dan literasi yang dapat digunakan oleh siswa.
Pemanfaatan media sosial untuk pembelajaran: Media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan informasi tentang numerasi dan literasi, serta untuk berinteraksi dengan siswa dan orang tua.
Pembelajaran online: Pembelajaran online dapat digunakan untuk memberikan materi pembelajaran numerasi dan literasi kepada siswa yang tidak dapat mengikuti pembelajaran di kelas.
5. Asesmen yang Berkelanjutan
Asesmen yang berkelanjutan penting untuk memantau kemajuan belajar siswa dalam numerasi dan literasi. Asesmen ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti:
Tes formatif: Tes formatif dilakukan secara berkala untuk mengetahui tingkat pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran.
Tes sumatif: Tes sumatif dilakukan pada akhir semester atau tahun pelajaran untuk mengukur pencapaian belajar siswa.
Penilaian portofolio: Penilaian portofolio dilakukan dengan mengumpulkan berbagai hasil karya siswa, seperti tugas, proyek, dan karya tulis.
Penilaian diri dan penilaian antar teman: Penilaian diri dan penilaian antar teman dapat membantu siswa untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan mereka dalam numerasi dan literasi.
Penting untuk dicatat bahwa program-program di atas hanya contoh. Sekolah dapat memilih dan mengembangkan program yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi sekolahnya masing-masing.
Selain program-program di atas, penting juga untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif bagi pembelajaran numerasi dan literasi. Hal ini dapat dilakukan dengan:
Membuat kebijakan yang mendukung literasi dan numerasi: Kebijakan ini dapat berupa kebijakan tentang penggunaan buku, penggunaan teknologi, dan penilaian.
Memperkaya sumber belajar numerasi dan literasi: Sekolah harus menyediakan berbagai sumber belajar numerasi dan literasi, seperti buku, majalah, dan website.
Membangun budaya literasi dan numerasi di sekolah: Budaya ini dapat dibangun dengan mengadakan berbagai kegiatan literasi dan numerasi, seperti festival buku, pameran matematika, dan lomba menulis.
**Dengan kerjasama dari semua pihak