MPUIN-JKT.SCH.ID -- JAKARTA, Siswa MTs Pembangunan kelas 9 mampu menjadi runner up dalam Spelling Bee Competition yang diadakan oleh JEV Festival Dompet Dhuafa, Bogor, pada Minggu, 13 Oktober 2019 lalu. Lomba ini diikuti oleh 75 peserta dari berbagai sekolah menengah pertama (SMP) atau sederajat se-Jawa.
Raffa Rasyada, siswa kelas 9, mampu meraih juara 2 setelah melewati dua babak. Babak penyisihan (preliminary) yang berupa written test dari sejumlah kata-kata yang diperdengarkan pada Sabtu, 12 Oktober 2019. Dari 30 kata, Raffa berhasil menjawab 29 begitupun dengan satu perwakilan MTs lainnya, Bazly Athalla yang merupakan siswa kelas 7. Kedua siswa MTs ini pun mampu mengamankan dirinya masuk ke dalam 25 peserta untuk melaju ke babak semi-final dan final pada Minggu, 13 Oktober 2019.
Pada babak semi-final, 25 peserta diminta satu per satu mengambil sebuah kata yang terdapat dalam kotak yang nantinya akan dilafalkan oleh seorang juri penutur Bahasa Inggris dan langsung dieja oleh peserta tersebut. Dari 25 siswa tersebut tersisa 12 peserta yang melaju ke babak final, sedangkan Bazly, siswa kelas 7, harus berpuas diri sudah mampu melaju sampai tahap semi-final.
Babak final dibagi dalam beberapa tahap, final tahap pertama dari 12 peserta diminta mengambil kembali kata-kata lain yang terdapat dalam kotak tersebut dan mengejanya. Tersisa 9 peserta yang mengamankan dirinya untuk ke babak final tahap kedua, dari 9 peserta lalu diambil lah 4 peserta. Dari ke-4 peserta tersebut diambil kembali untuk melaju ke tahap top 3. Dan akhirnya Raffa Rasyada harus berbangga hati menjadi runner up dari 75 peserta di Spelling Bee Competition ini.
Hanifah Hifni, pelatih lomba spelling bee mengatakan, “Saya sangat berbangga kepada anak-anak, baik Raffa ataupun Bazly. Meski persiapan yang cukup singkat dan bertepatan dengan PTS tapi anak-anak sudah menunjukkan bahwa mereka bisa memanage waktunya dengan baik.” Sedangkan Dewi Nurpitriyani, pendamping lomba menuturkan, “Lomba Spelling Bee di JEV Festival ini sangat kompetitif, peserta dituntut memiliki mental yang kuat untuk maju berkali-kali dalam babak final untuk berhadapan dengan kelima juri dan melakukan zero mistake ketika mengeja kata tersebut. Semoga ini dapat menjadi batu loncatan untuk siswa-siswi MTs Pembangunan lainnya untuk mengikuti ajang perlombaan Bahasa Inggris bukan hanya spelling bee, tapi juga speech dan story telling.” (DN)