On September 10, 2025, Year 6 learned from guest speakers from the Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Our field trip was cancelled due to a demonstration, but the experts came to our school online on Zoom instead. They talked about three main topics: how they track the weather, how tsunamis form, and how earthquakes are detected.
Weather
BMKG uses special instruments to track the weather and detect natural disasters. For example, seismographs are used to record rumblings and movements underground that may signal an earthquake.
Tsunamis
Most tsunamis are caused by underwater earthquakes. They can also be triggered by landslides under the sea or volcanic eruptions. Climate change can make tsunamis worse because a warming planet increases the chance of underwater landslides that push water and create large waves.
Earthquakes
Earthquakes can happen anywhere. BMKG monitors them using seismographs, which help scientists detect and study the shaking of the Earth.
We learned a lot about how BMKG works to protect people and keep them safe during natural disasters. We are excited for our next field trip!
Pada hari Selasa, 23 September, dan Rabu, 24 September 2025, siswa-siswi Kelas 6 mengadakan kegiatan kulminasi sebagai penutup Unit 1 “How the World Works.” Acara ini menjadi kesempatan bagi para siswa untuk menampilkan hasil kerja, kreativitas, dan proses belajar yang telah mereka jalani sepanjang unit pembelajaran ini.
Dalam kegiatan ini, para siswa mempresentasikan proyek mereka kepada teman-teman sekelas dan para guru. Berbagai isu penting menjadi fokus penelitian, di antaranya Food Waste, Air Pollution, Ozone Depletion, Extreme Weather Change, Illegal Wildlife Trade, Climate Change, Deforestation, Forest Fire, Fertilizer Pollution, Acid Rain, Resource Scarcity, dan topik lingkungan lainnya.
Selama dua hari, setiap siswa memaparkan pemahaman dan ide solusi terhadap permasalahan lingkungan tersebut melalui presentasi lisan, pameran karya, dan diskusi singkat. Kegiatan ini menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, riset, dan komunikasi yang menjadi bekal penting bagi mereka di masa depan.
Kulminasi ini bukan hanya momen untuk merayakan pencapaian, tetapi juga sarana bagi siswa untuk merefleksikan perjalanan belajar mereka. Semangat, rasa percaya diri, dan antusiasme siswa menjadi bukti nyata bahwa pembelajaran dapat berlangsung menyenangkan sekaligus bermakna.
Back to Primary School