Graz
The UNESCO City of Design, showcasing a fascinating blend of tradition and modernity.
The UNESCO City of Design, showcasing a fascinating blend of tradition and modernity.
Graz, kota yang sejuk dan lengang.
Graz bagaikan negeri di awan.
Ketika saya terbang dari Frankfurt menuju Graz, Austria, dan mendarat sekitar pukul 09.00 malam, awak pesawat dengan senyum ramah memberi salam "Herzlich Willkommen nach Graz und genießen Sie Ihr Wochenende!" yang berarti "Selamat Datang di Graz dan nikmati akhir pekan Anda!" kepada semua penumpang yang turun meninggalkan pesawat.
Tapi, ugh, kehangatan senyum mereka serasa hilang begitu saja, ketika udara malam yang dingin langsung menerpa! Saya segera membuka gulungan lengan baju dan mengangkat kerah jaket saya tinggi-tinggi, menuju mobil jemputan yang berada di area parkir.
Guten Morgen!
Saya benar-benar sangat kelelahan dan tertidur pulas dan baru terbangun saat pagi hari menyapa dengan sinar matahari yang hangat dari balik tirai transparan putih. Saya langsung mandi dengan air panas dan sarapan di balkon sambil menikmati pemandangan Graz "Negeri di Awan" ini.
Setelah kenyang dan kantuk hilang, saya membuka laptop dan mulai browsing karena ingin meluangkan waktu untuk jalan-jalan menikmati keindahan kota ini.
Saya memperoleh informasi bahwa Graz adalah kota tua yang merupakan kota terbesar kedua di Austria, setelah ibukota negara yaitu, Vienna atau Wina. Graz dikenal sebagai 'kota pelajar' dengan populasi hampir 300.000 jiwa.
Masyarakat Graz dikenal cerdas dan kota ini menjadi tempat yang ideal untuk pertemuan, konvensi internasional, konferensi dan pelatihan team building. Graz bagaikan kota dengan kumpulan seni arsitektur mulai dari Gothic hingga Kontemporer.
Terdapat lebih dari 1000 bangunan yang dipengaruhi oleh gaya sekitarnya, mulai dari Eropa Tengah, Italia hingga Balkan. Cuaca ramah dan sinar matahari kala itu terlihat malu-malu bersinar dari balik awan putih dibingkai dengan langit biru. Hangat, indah dan romantis!
Nah, saat yang tepat untuk jalan-jalan!
Grazer Rathaus
Schloßberg & Uhrturm
Landeszeughaus
Sweet Shop
Berada di Graz adalah pengalaman yang menyenangkan karena udara kota terasa sejuk. Pemandangan dan rumah-rumah warna-warni pastel kota ini unik khas Eropa. Material dari batu sebagai bahan bangunan tampak terlihat merupakan ciri khas. Populasi penduduk kota ini sedikit, sehingga jalanan terasa amat lengang. Jalan-jalan yiuk!
Populasi penduduk di kota ini memang sangat sedikit, sehingga jalanan terasa lengang. Saya berangkat keliling Graz pagi hari dan mulai yang pertama menuju Grazer Rathaus (balaikota).
Grazer Rathaus
Bangunan ini merupakan balai kota pertama dan tertua, yang di bangun dengan gaya Renaissance sejak tahun 1450 di Judengasse. Karena di anggap terlalu kecil, konon gedung di bangun kembali menjadi lebih besar pada tahun 1550 sebagaimana yang terlihat sekarang.
Sebagai balai kota yang baru saat itu, gedung itu kemudian di kembangkan lagi antara tahun 1805 dan 1807. Sejumlah besar dana yang di gunakan untuk membangun berasal dari "pajak anggur" namun sayangnya kebanyakan orang tidak suka gaya Rathaus baru ini.
Schloßberg dan Uhrturm
Destinasi wisata berikutnya, Schloßberg berarti 'gunung benteng' dan memang nama tepat untuk menggambarkan situs yang berupa bukit yang berada di atas sebuah benteng. Sebelum di hancurkan, benteng ini pernah di jadikan sebagai tempat berlindung warga Graz. Di tempat ini terdapat Uhrturm atau 'jam kota' yang menjadi simbol kota Graz dan amat populer.
Hanya ada dua kafe di dekat sini yang tidak terlalu besar dan salah satu resto berada di bukit yang menyuguhkan pemandangan kota Graz. Ada panggung yang di sediakan untuk konser dan pertunjukan yang terletak di ruang bawah tanah kastil. Bagian atas bukit dapat di capai dengan menggunakan Schloßbergbahn, yaitu lift yang dibangun di dalam sebuah gunung. Tapi jika ingin, pengunjung juga bisa berjalan kaki.
Landeszeughaus
Landeszeughaus, yang dikenal dengan sebutan 'Armory Styrian' menjadi tempat yang paling menarik dalam kunjungan hari ini, yang nerupakan gudang senjata asli terbesar yang ada di seluruh dunia!
Tempat ini menarik perhatian wisatawan dari seluruh dunia karena ada sekitar 32.000 senjata, peralatan perang, armors untuk pertempuran dan lain-lain.
Tempat ini sangat menarik dan super cool, tetapi dapat juga membosankan ketika pengunjung melihat semua koleksi berulang dan serupa. Untuk mengatasi kebosanan, kuncinya adalah untuk mendengarkan penjelasan yang baik dari yang tersedia audio panduan.
Kunjungan ke tempat ini akan membuat kita tampak "berjalan menyusuri sejarah" suatu bangsa. Sangat edukatif!
Sweet Shop
Disekitar tempat ini terdapat sweet shop dimana Anda akan dilayani langsung oleh Peter Linzbichler jika ingin membeli kreasi cokelat dari berbagai negara. Ia adalah satu-satunya penjual yang benar-benar menawarkan semua kreasi Styrian chocolatier. Josef Zotter yang terkenal sangat enak.
Selain cokelat, truffle dan coklat Pralin, ada juga bermacam-macam permen dan roti jahe berkualitas. Nah, menarik bukan?
Danau Hallstatt di Obertraun dikelilingi pegunungan Dachstein di Austria dan banyak dilirik wisatawan karena menjadi salah satu tempat terbaik untuk di kunjungi. Danau Hallstatt yang terbingkai pegunungan cantik inipun pernah menjadi inspirasi film Frozen dari Walt Disney.
Danau ini menghubungkan kota-kota kecil Obertraun, Hallstatt, dan Bad Goisem, serta berfungsi sebagai koridor penting untuk mengangkut garam.
Ikonik dan Instagrammable
Untuk dapat menikmati keindahan danau ini, pengunjung harus naik ke puncak pegunungan di sekitarnya. Atau bisa juga berenang dan naik perahu. Pilihan spot foto yang menjadi favorit para turis adalah tebing batu sekitar tepian danau Hallstatt yang menyuguhkan panorama keindahan alam yang 'instagrammable'. Di perkirakan jumlah turis yang berkunjung kesini lebih banyak daripada yang datang ke Venesia.
Ketika arus turis tidak terbendung, warga setempat yang membutuhkan ketenangan, sempat memblokir akses. namun upaya mereka gagal. Sehingga Walikota Alexander Scheutz berinisiatif meminta agar para turis terutama dari mancanegara menjauhi desa ini untuk sementara waktu.
Market Square Hallstatt yang terletak di pusat kota di kenal sebagai salah satu tempat terbaik untuk di kunjungi. Tempat ini adalah salah satu destinasi terbaik untuk di kunjungi pada malam hari. Banyak resto, hotel, kafe, bar, dan lainnya untuk refreshing dan cuci mata.
Mengunjungi Parish of the Assumption juga bisa menjadi pilihan. Paroki ini merupakan dedikasi bagi umat Katolik Roma. Rumah doa ini telah di modifikasi dengan adanya altar bersayap ganda yang di anggap sebagai salah satu altar terpenting di Austria.
"Not just a city, it was a tone that either one carries forever in one's soul or one does not," ―Sándor Márai