Bendahara Berkarya Bantah Gelapkan Uang
Bendahara Berkarya Bantah Gelapkan Uang
RADARDEPOK.COM, DEPOK - Bendahara DPD Partai Berkarya Kota Depok, Didi Nurizky membantah telah melakukan penggelapan uang PT Diandra Teknologi Indonesia (DTI) sebesar Rp649 juta.
Kasus penggelapan uang tersebut dituduhkan setelah Dirut PT DTI, Mardiana Saraswati menerima info perihal pelunasan pembayaran dan komplain dari pihak klien, PT Media Telekomunikasi Mandiri (MTM).
Dirut PT DTI, Mardiana Saraswati mengaku, kaget saat menerima laporan dari pihak klien yakni PT MTM terkait pencairan giro yang sudah jatuh tempo (15/2), untuk pelunasan pembayaran proyek TI yang sudah terealisasi.
“Saya kaget ketika dihubungi ibu Dian dari PT MTM, perihal jatuh tempo pencairan giro sebagai pembayaran untuk proyek yang telah selesai dikerjakan PT DTI. Saya juga menerima aduan Direktur PT MTM pak Johan tentang adanya dugaan ancaman saat penagihan oleh Djuna dari Jaguar Law Firm. Padahal saya tidak pernah menunjuk pihak ketiga manapun untuk melakukan penagihan,” ucap Anna—sapaan Mardiana Saraswati--.
Anna menyebutkan, masalah berawal ketika Didi Nurizky membuka rekening perseroan di bank pada 18 Oktober 2018 bersama Eko Nur Djunaidi. Anna menyampaikan tidak pernah diberitahu perihal pembukaan rekening PT DTI, padahal sesuai RUPS jabatannya adalah Dirut perseroan. Sedangkan ketentuan standar bank mensyaratkan bahwa yang pertama kali membuka rekening PT DTI di bank harus Dirut. Jika berhalangan, Dirut harus memberikan surat kuasa.
Ini adalah policy yang mutlak, hingga pihak bank mengabaikan ketentuan akta PT nasabah. Tetapi, tiba-tiba rekening PT DTI sudah ada dan uang juga sudah masuk ke rekening perusahaan.
“Padahal saya tidak pernah tanda tangan surat kuasa,” tutur Anna. Karena merasa dirugikan, Anna pun mendatangi Kantor Bank Mandiri yang membuka rekening atas nama PT Diandra Teknologi Indonesia.
“Saya merasa berkepentingan untuk mengetahui mengapa pihak bank bisa membuat rekening PT. Akhirnya, saya mengetahui dokumen mana yang digunakan untuk membuka rekening PT,” ujar dia.
Anna baru mengetahui ada RUPS baru yang dijadikan lampiran untuk membuat rekening perusahaan. Dokumen tersebut baru ia ketahui saat mendatangi bank.
“Mereka membuka rekening menggunakan RUPS baru. Susunan dan komposisi saham semuanya berubah. Tiba-tiba ada saham atas nama Didi Nurizky sebagai Direktur. Saham Eko pun langsung melonjak, sementara saham saya terdelusi. Semua itu mereka lakukan tanpa pemberitahuan kepada saya. Setelah menerbitkan RUPS baru itu, mereka berdua membuka rekening perusahaan,” ungkap Anna.
Terpisah, Bendahara DPD Partai Berkarya Kota Depok, Didi Nurizky membantah telah menggelapkan uang yang telah dituduhkan Anna. Menurut Didi, pihaknya sama sekali tidak menggelapkan uang seperti yang dituduhkan.
“Saya siap bertanggung jawab, saya tidak pernah sama sekali menggunakan uang yang telah dituduhkan,” kata Didi.
Selain itu lanjut Didi, Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT DTI tidak pernah ada. Tapi yang ada notulen rapat sebagai pemegang saham, dan Anna tidak termasuk di dalamnya.
“Kalau ingin ambil uang perusahaan juga harus ada tanda tangan dari ketiga pimpinan perusahaan. Saya juga tidak bisa semena-mena ambil uang seenaknya,” ujar Didi.
Terkait tagihan PT MTM, dia membenarkan telah terjadi pembayaran dengan beberapa termin. Termin pertama, PT MTM telah menyetor uang ke PT DTI sebesar Rp194 juta pada Januari lalu.
“Tapi uang tersebut sudah dibayarkan pajak, membayar pekerja, dan sisanya ada di saldo, bisa kami buktikan melalui rekening kotan,” kata Didi.
Pembayaran tahap Ke-2, juga pihaknya mengaku telah distribusikan untuk pembayaran pajak 10 persen dan sisanya mengendap.
“Saldo masih lengkap, bisa kami buktikan, pengeluaran selalu diketahui oleh pemegang saham. Saya tidak bisa mengeluarkan cek sendiri. Jika saya dituduh untuk kepentingan pribadi, saya bersedia menggugat balik. Kalau perlu kita ke pengadilan, karena ini pencemaran nama baik,” tukas Didi. (rub)
Media Tracking
Kader Berkarya Kota Depok Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Esensinews.com
Bendahara DPD Partai Berkarya Kota Depok Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Penyalainews.com
Bendahara DPD Partai Berkarya Kota Depok Diduga Gelapkan Uang Perusahaan, Kejarfakta.co
Aditya Baramuli Terlibat Kasus Penggelapan Dana PT Diandra? Suaranusantara.co
Bendahara Berkarya Bantah Gelapkan Uang, Radardepok.com
AMS Menjawab, Hariansederhana.com
Klarifikasi PT Diandra: Didi Nurisky Bukan Direktur Perusahaan, Suaranusantara.co