Mampu memahami pengertian jalan, ruas jalan, segmen jalan, persimpangan, dan jaringan jalan
Mampu membuat shapefile titik (node) simpang
Mampu membuat layout peta simpang
Mampu membuat shapefile garis (line) ruas/segmen jalan
Mampu membuat layout peta ruas/segmen Jalan
Mampu membuat shapefile titik (node) perlengkapan jalan
Mampu membuat layout peta perlengkapan jalan
Mampu membuat WebGis Jalan
Mampu membuat WebGis Jalan pada Google Map
Berdasarkan Pasal 1 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian Jalan, termasuk bangunan penghubung, bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas perrnukaan tanah, di bawah permukaan tanah, dan/atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan rel, jalan lori, dan jalan kabel.
Dalam pembahasan tentang Jalan, kita tak bisa lepas dengan istilah ruas jalan, segmen jalan, simpang atau persimpangan, dan jaringan jalan.
Menurut Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023,
Ruas Jalan, adalah jalan dengan panjang tertentu yang ditetapkan oleh penyelenggara jalan sebagai penggalan jalan menerus yang harus dikelola oleh manajer jalan dan bernomor.
Segmen Jalan adalah bagian ruas jalan antara dua simpang atau batas lain, dimana arus lalu lintasnya tidak terpengaruh oleh simpang tersebut, serta mempunyai bentuk geometri, arus lalu lintas, dan komposisi lalu lintas yang seragam (homogen) di seluruh panjang segmen
Persimpangan adalah pertemuan dua atau lebih ruas jalan, dapat berupa simpang atau simpang APILL atau bundaran atau simpang tidak sebidang
Sedangkan Sistem Jaringan Jalan menurut Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022, adalah satu kesatuan ruas Jalan yang saling menghubungkan dan mengikat pusat kegiatan/pusat pertumbuhan, dan simpul transportasi dengan wilayah yang berada dalam pengaruh pelayanannya dalam satu hubungan hierarkis.
Pada materi ini, kita akan membuat Sistem Informasi Geografis Jalan, yang dibatasi hanya meliputi penyampaian informasi ruas/segmen jalan, simpang, dan perlengkapan jalan.
Sebelum kita menjalankan proyek GIS jaringan Jalan, terlebih dahulu kita siapkan data simpang. Perolehan data ini, akan lebih akurat, jika kita melakukan survei inventarisasi simpang. Hasil inventarisasi simpang, pada umumnya disajikan dalam sebuah formulir seperti berikut.
Namun, pada formulir inventarisasi simpang yang sering kita lakukan sampai saat ini, belum menampilkan data terkait posisi koordinatnya pada permukaan bumi. Data ini penting untuk mengetahui posisi simpang tersebut di permukaan bumi, terutama saat kita membuat peta simpang. Data lokasi simpang, akan lebih akurat jika kita melakukan survei di lapangan dengan menggunakan alat GPS. Namun untuk latihan ini, karena keterbatasan waktu, tenaga, dan biaya, maka kita lakukan survei melalui peta online (google)
Untuk mendapatkan data geografis peta, kita bisa melakukan proses digitasi, Yakni proses pembuatan file peta. Ada berbagai macam cara untuk membuat file peta. Pada umumnya dengan menggunakan aplikasi GIS, seperti ArcGIS, QGIS, dll.
Perkembangan sekarang, terdapat peta online seperti google maps. google earth, open street maps, dll. Dan melalui aplikasi peta online tersebut, kita bisa membuat file peta.
Berikut adalah contoh bagaimana membuat fie peta dengan bantuan My Maps Google.
Buka My Map Google
2. Klik Buat Peta Baru
3. Cari lokasi yang akan kita tandai sebagai simpang, kemudian klik
4. Isi datanya
5. Simpan
6. Beri nama judul
7. Dan Beri Nama pada lapisannya
8. Edit tabel data, dengan cara klik titik 3 (...) pada lapisan sehingga muncul tabel simpang
9. Klik Segitiga diujung kolom
10. Klik Sisipkan kolom setelah
11. Tambahkan Kolom Bujur,
12. Lakukan hal sama untuk kolom Lintang, Node, Tipe Simpang, Tipe Pendekat, dan Tipe Pengendalian. Sehingga tabelnya akan seperti ini
13. Masukan data Bujur dan Lintang dengan cara Copy Lokasi
14. Buka dokumen acuan (Lampiran Lapum)
15. Cari data tentang simpang tersebut,
16. Input Datanya, sehingga seperti berikut
17. Lanjutkan membuat simpang lainnya yang berdekatan (minimal 20), sehingga seperti berikut :
17. Simpan hasilnya dengan cara klik titik tiga pada judul peta,pilih Ekspor ke KML/KMZ
18. Centang Ekspor sebagai KML. Kemudian download
19. Sehingga muncul file Simpang di Kabupaten...KML pada folder download
20. Pindahkan ke folder tugas
Dalam beberapa keperluan.Data Peta yang dihasilkan dari My Maps Google Lanjutkan membuat simpang lainnya yang berdekatan (minimal 20), sehingga seperti berikut :
Salin shapefile kecamatan dan jalan pada tugas 6 (Folder 6_NamaTaruna) ke folder 8_NamaTaruna.
Mengingat bahwa informasi yang diharapkan muncul pada webGis meliputi Kode Rambu, Jenis Rambu, Klasifikasi Rambu, Arti Rambu, Lambang Rambu, maka pahami terlebih dulu, apa yang dimaksud dengan kode rambu, jenis rambu, klasifikasi rambu, arti rambu, dan lambang rambu. Mengacu pada PM no.13 Tahun 2014 tentang Rambu Lalu Lintas, maka rambu lalu lintas digambarkan seperti berikut:
Kemudian buat tabel rambunya sesuai PM tersebut, sebagai referensi dalam membuat tabel atribut pada GIS nantinya. Sebagai contoh berikut ini :
2. Buka QGIS
3. Buka proyek Peta Wilayah (Tugas 6)
3. Klik New Shapefile Layer.
4. Sehingga muncul sebuah jendela New Shapefile Layer
5. Klik titik tiga
6. Menuju ke Folder 7, beri nama file Rambu. Jangan lupa type filenya shapefile ESRI. Setelah itu, klik Save.
6. Klik Save. Maka akan kembali ke jendela New Shapefile Layer, dan telah muncul filenamenya
7. Pilih geometry type nya. Karena rambu itu titik atau point dalam peta, maka pilih point.
8. Kemudian isi new fieldnya, dengan nama kolom kolom yang terdapat pada tabel rambu.
9. Penambahan field baru dapat dilakukan melalui tabel attribute, sebagaimana telah dibahas pada pertemuan sebelumnya.
10. Penambahan field baru dapat dilakukan melalui tabel attribute, sebagaimana telah dibahas pada pertemuan sebelumnya. Sehingga pada tabel atribut rambu terdiri dari kolom-kolom seperti berikut :
11. Kemudian kembali ke layer.
12. Klik layer Rambu (1)
13. Klik Toggle Editing (2)
14. Klik Add Point Feature (3)
15. Letakkan kursor/pointer ke posisi rambu, klik, (4)
16. Akan muncul jendela, dan input datanya kecuali lambang. Seperti contoh berikut :
Sehingga ketika kita lihat pada tabel atribut, tampak seperti ini
17. Lakukan langkah yang sama untuk semua rambu yang hendak kita pasang, seperti berikut ini :
18. Remove semua layer, sehingga hanya menyisakan layer rambu dan peta background
19. Simpan (save as) project di folder 7 dengan nama WebGis Rambu
1. Salin gambar rambu .svg ke folder svg QGIS (lihat caranya pada tugas sebelumnya)
2. Klik kanan layer Rambu
3. Klik properties
4. Pilih Categories
5. Pilih SVg Marker
6. Pilih folder rambu
7. Pilih rambu yang sesuai
8. Maka akan muncul simbol rambu pada peta
1. Klik kanan pada layer rambu
2. Klik export
3. Klik save feature as
4. Simpan dalam format Geojson
5. Jangan lupa simpan project
Klik kanan layer rambu
Pilih properties
Klik Attributes Form
Klik Field yang akan dimasukkan gambar/foto, dalam hal ini lambang
kemudian pada widget type, pilih attachment
6. Klik titik tiga (...) pada default path, pilih folder tempat gambar rambu berada, cohtohnya seperti berikut ini :
7. Klik select folder, sehingga nama folder akan nampak pada default path
8. Selanjutnya pilih :
store path as : Relative to Project path
storage mode : File paths
centang display resource path
centang use a hyperlink for document path (read only)
9. klik Apply dan OK
10. Buka attribut rambu
11. pilih mode edit
12. pada kolom lambang, yang hendak kita masukkan fotonya sesuai dengan folder yang sudah kita definikan sebelumnya
13. Pilih rambu yang sesuai. Disini yang dipilih adalah yang format .png, yang ditandai dengan terlihat jelasnya gambar rambu.
14, klik Open
15. Demikian seterusnya sampai semua data terisi.
15. Jangan lupa disimpan ya.
16. Juga simpan projectnya
Klik Identify Features
2. Kemudian klik pada titik rambu, sehingga akan muncul jendela seperti ini.
3. Jika tidak muncul, klik kanan pada Identify Features, sehingga akan muncul daftar features seperti berikut :
4. centang pada identify features, kemudian klik sembarang, sehingga muncul jendela seperti ini :
5. Agar informasi rambu dapat di pop up, maka klik identify setting, kemudian centang Auto Open form for single feature results
6. Kemudian non aktifkan kembali jendela Identify Results, dengan cara membuang centang Identify Results
7. Jangan lupa, untuk simpan proyeknya
Seperti pada latihan 5, kita sudah mencoba membuat WebGIS Kependudukan. Dengan cara yang sama kita buat webGIS Rambu.
Sehingga menghasilkan webpage, yang mana ketika titik rambu di klik akan menampilkan jendela informasi terkait rambu tersebut, seperti ini :
Wikimedia Commons, 2023, SVG road signs of Indonesia, https://commons.wikimedia.org/wiki/Category:SVG_road_signs_of_Indonesia