Mampu menyajikan informasi kependudukan dalam bentuk tabel
Mampu menyajikan informasi kependudukan dalam bentuk grafis
Mampu menyajikan informasi kependudukan dalam format conditioning
Mampu menyajikan informasi kependudukan dalam bentuk geografis
Mampu menyajikan informasi kependudukan dalam bentuk WebGIS
Proses awal dalam perencanaan transportasi, adalah survei. Ada survei Home Interview (HI) atau survei wawancara rumah tangga, ada survei Road Side Interview (RSI) atau survei wawancara pinggir jalan, dan juga ada survei survei lainnya. Dalam melakukan survei-survei tersebut membutuhkan data dukung, diantaranya adalah data kependudukan. Oleh karena itu, data kependudukan harus dipahami sebelum survei dilakukan. Data utama pada data kependudukan adalah data penduduk.
Data penduduk semakin detil, misalnya data penduduk per rukun tetangga (RT) atau per rukun warga (RW) akan semakin lebih baik. Karena sering kali zona perjalanan yang dianalisis, tidak selalu berdasarkan wilayah desa/kelurahan, akan tetapi terkadang juga merupakan dusun atau RW.
Data penduduk yang rinci seperti itu, tersedia pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten/Kota setempat. Akan tetapi, belum semua Disdukcapil Kabupaten/Kota menyediakan data kependudukan secara online. Oleh karena itu, kita harus mengajukan permintaan data penduduk atau mendatangi kantor Disdukcapil untuk mendapatkan data kependudukan yang kita perlukan.
Namun demikian, untuk mempermudah dalam proses perolehan data penduduk untuk latihan ini, maka kita dapat melakukan proses pencarian melalui Google search engine seperti berikut ini :
2. Selanjutnya klik link yang sesuai dengan data yang kita butuhkan, misalnya jika kita hendak ambil data dari BPS. Maka klik link BPS
3. Kemudian unduh/download data penduduk
4. Buka file penduduk hasil unduhan tersebut, simpan (save as) dengan nama file penduduk pada folder tugas
1, Untuk mempermudah dalam proses perolehan data luas wilayah untuk latihan ini, maka kita dapat melakukan proses pencarian melalui Google search engine seperti berikut ini :
2. Selanjutnya klik link yang sesuai dengan data yang kita butuhkan, misalnya jika kita hendak ambil data dari BPS. Maka klik link BPS
3. Kemudian unduh/download data luas
4. Buka file luas hasil unduhan tersebut, simpan (save as) dengan nama file : luas wilayah pada folder tugas
Dalam perhitungan kepadatan penduduk, ada yang menghendaki datanya dalam satuan jumlah penduduk/ha, dan ada yang menghendaki dalam satuan jumlah penduduk per km persegi. Jadi jika kita memiliki data luas dalam satuan ha (hektar), maka kita perlu meng-konversinya dalam satuan km persegi, dengan mengalikan dengan 0,01. Namun jika memiliki data luas dalam satuan km persegi, maka kita perlu mengkoorversinya dalam hektar dengan mengalikan data dengan 100.
Kemudian gabungkan antara tabel penduduk dengan tabel luas wilayah, pastikan dalam menggabungkan urutan data kecamatan dalam urutan yang sama, Misalnya berdasarkan abjad secara accending, seperti berikut :
Jika urutannya sudah benar, kemudian rapihkan sehingga seperti berikut ini:
Kemudian buat kolom baru, beri nama Kepadatan.
Isi data kolom tersebut dengan formula jumlah penduduk/ luas wilayah.
Sehingga hasilnya adalah sebagai berikut
simpan (save as) dengan nama file : Kepadatan penduduk pada folder tugas
Dalam menyajikan informasi dalam bentuk tabel kita bisa memanfaatkan fasilitas style. Ada beberapa macam fasilitas untuk bentuk penyajian data sehingga lebih menarik , yakni :
Cell Style
Format as Tabel
Conditional Formating
Cell Style, biasanya digunakan untuk merubah tampilan sel, baris atau kolom dengan cara yang cepat dan efisien. Contioh :kita ingin merubah tampilan header, maka kita blok headernya, klik Cell Style, pilih style yang dikehendaki, klik, maka hasilnya seperti berikut :
2. Format as Tabel, merubah tampilan tabel secara lebih cepat. Contoh kita akan merubah tampilan tabel, sesuai format yang tersedia. sehingga tabel lebih mudah dipahami
Dengan menggunakan fasilitas ini, kita juga bisa memfilter hanya menampilkan data yang dipilih. ataupun kita bisa menampilkan data urut berdasarkan data tertentu. Misalnya kita hendak menampilkan data urut kepadatan dari kecil ke besar
3. Formating Conditioning, merubah tampilan tabel dengan menambahkan grafik batang, atau warna katagori, ataupun menampilkan icon tertentu. Contohnya seperti berikut ini :
Bagaimana menyajikan data dengan klasifikasi tertentu ?
Dalam penyajian data tertentu, seringkali kita ingin mengklasifikasikanatagorikan data dalam 4 kelas data. Misalnya rendah, sedang, tinggi, dan sangat tinggi.
Contoh : dalam penyajian informasi kepadatan penduduk, sebaiknya menggunakan klasifikasi yang telah ditetapkan oleh Kementerian PUPR (Permen PUPR Nomor 2 Tahun 2016), yakni :
a. rendah yaitu kepadatan penduduk di bawah 150 jiwa/ha
b. sedang yaitu kepadatan penduduk antara 151–200 jiwa/ha
c. tinggi yaitu kepadatan penduduk antara 201–400 jiwa/ha
d. sangat padat yaitu kepadatan penduduk di atas 400 jiwa/ha
Mengingat bahwa sebagian besar wilayah kecamatan di Indonesia, kepadatan penduduknya masih rendah, khusus untuk latihan ini, kita akan menggunakan klasifikasi tergantung pada datanya. Kita gunakan data tertinggi sebagai acuan, misalnya untuk data di Kabupaten Bekasi diatas, kepadatan tertinggi adalah 100,13 maka klasifikasinya adalah sebagai berikut:
a. rendah yaitu kepadatan penduduk di bawah 30 jiwa/ha
b. sedang yaitu kepadatan penduduk antara 30,01–60 jiwa/ha
c. tinggi yaitu kepadatan penduduk antara 60,01–90 jiwa/ha
d. sangat tinggi yaitu kepadatan penduduk di atas 90,01 jiwa/ha
Dimana pada tabel, kita akan memberikan warna
a. rendah dengan warna hijau
b. sedang dengan warna kuning
c. tinggi dengan warna jingga
d. sangat tinggi dengan warna merah
caranya adalah sebagai berikut :
Blok kolom yang hendak kita buat warnanya, dalam hal ini adalah kepadatan penduduk/ha, jika sudah diformat warna sebelumnya, clear rule from selected cells
Pilih Highlight Cells Rules - Less then
Isi kotak sebelah kiri dengan angka untuk klasifikasi rendah
sebelah kanan, pilih warna hijau
maka pada kolom, akan tampak warna hijau untuk data yang nilainya dibawah 30
3. Pilih Highlight Cells Rules - between
Isi kotak sebelah kiri dengan angka untuk klasifikasi sedang
sebelah kanan, pilih warna kuning
4. Pilih Highlight Cells Rules - between
Isi kotak sebelah kiri dengan angka untuk klasifikasi tinggi
sebelah kanan, pilih warna jingga
jika tidak ada pilihan, silahkan klik custom format, pilih warna jingga/oranye
5. Pilih Highlight Cells Rules - Greater than
Isi kotak sebelah kiri dengan angka untuk klasifikasi sangat tinggi
sebelah kanan, pilih warna merah
6. Hasilnya adalah sebagai berikut
7. Beri Judul yang sesuai
8. Jangan lupa, simpan file kepadatan penduduk
Pemilihan bentuk grafik yang tepat sangat krusial untuk menyampaikan informasi data secara cepat, jelas, dan akurat. Berikut adalah kriteria utama dalam memilih bentuk grafik.
1. Tujuan Visualisasi Data (Konteks)
Perbandingan (Comparison): Gunakan grafik batang (kolom/bar) untuk membandingkan nilai antar kategori.
Tren Waktu (Time Series): Gunakan grafik garis (line chart) untuk menunjukkan perubahan atau tren seiring waktu.
Komposisi (Composition): Gunakan diagram lingkaran (pie chart) atau stacked bar chart untuk melihat kontribusi bagian terhadap keseluruhan.
Distribusi (Distribution): Gunakan histogram atau scatter plot untuk melihat penyebaran data dan menemukan pencilan (outliers).
Hubungan/Korelasi (Relationship): Gunakan scatter plot atau bubble chart untuk melihat korelasi antara dua variabel.
2. Karakteristik Data
Jenis Data: Data kategorikal (seperti nama kota) cocok dengan grafik batang, sedangkan data numerik kontinu (waktu, suhu) lebih cocok dengan grafik garis atau histogram.
Volume Data: Data yang terlalu banyak tidak cocok untuk grafik lingkaran karena akan sulit dibaca.
Rentang Waktu: Data jangka panjang lebih baik ditampilkan dengan grafik garis untuk menonjolkan tren daripada sekadar nilai titik.
3. Audiens dan Pesan
Kejelasan: Pilih grafik yang paling sederhana dan mudah dipahami dalam sekali lihat.
Fokus: Sesuaikan visualisasi dengan pesan utama yang ingin disampaikan. Jika ingin menunjukkan perbedaan ekstrim, grafik batang lebih kuat daripada tabel.
4. Prinsip Desain
Skala: Pastikan penggunaan skala sumbu (x dan y) masuk akal dan tidak menyesatkan.
Warna: Pertahankan palet warna yang konsisten
Mengingat bahwa grafik yang hendak ditampilkan adalah data kepadatan penduduk, yang ditujukan untuk membandingkan kepadatan pada setiap kecamatan, maka grafik yang cocok adalah grafik batang.
Yang perlu kita perhatikan disini adalah bahwa grafik yang ingin kita buat adalah grafik kepadatan penduduk per kecamatan dalam satuan km2, sedangkan pada tabel terdiri dari beberapa kolom. Bagaimana caranya kita membuat grafik kepadatan (penduduk/km2), tanpa merubah tabel.
Buka sheet 2 pada file kepadatan penduduk. Maka kita akan mendapati sheet kosong.
Klik insert, karena kita akan membuat grafik batang, maka klik insert column or bar chart, kemudian pilih grafik yang kita kehendaki.
3. Maka akan muncul area kosong
4. Klik kanan pada area kosong tersebut, sehingga muncul menu seperti berikut.
5. Pilih Select Data
6. Klik Sheet 1 atau sheet yang berisi data yang hendak kita buat grafiknya
7. Blok data yang hendak kita tampilkan. dalam hal ini adalah data kepadatan dalam penduduk/km2
8. Klik Edit untuk menampilkan katagori
9. Klik Sheet 1, blok data kecamatan, klik OK
10. Pada kotak legend, Klik Edit
11. Isi dengan kata Kepadatan (penduduk/km2) Kabupaten Bekasi
12. Edit Judul, tampilkan label data, sehingga tampak seperti berikut ini
12. Jangan lupa, simpan file kepadatan penduduk
1. Buka File Proyek Tugas 3 - WebGis Wilayah Administrasi
2. Save as dengan nama GIS Kependudukan NamaKabupaten/Kota
3. Pastikan yang tertampil adalah Peta wilayah administrasi per Kecamatan
4. Jika yang tertampil, bukan Peta Wilayah Administrasi per Kecamatan, buat menjadi peta wilayah per kecamatan dalam format geojson
1. Buka file spreadsheet (excell) : Kepadatan Penduduk.xls
2. Sebelum melakukan penggabungan data excell ke data atribut tersebut, perhatikan dulu kolom data yang hendak digabung, yang dalam hal ini adalah kolom kecamatan pada excell dan kolom kecamatan pada tabel atribut..
Agar kedua tabel bisa digabung (join) maka nama kecamatannya harus sama persis, Berdasarkan gambar di atas, terdapat perbedaan nama, yakni Muara Gembong pada tabel atribut, dan Muaragembong pada excell. Jika terjadi demikian, maka nama pada tabel excell harus diganti. Sehingga Nama kecamatannya antara tabel excell dan tabel atribut, sama.
Jangan lupa untuk selalu menyimpannya setelah edit.
3. Aktifkan plugin untuk layer spreadsheet, dengan cara klik menu plugin, kemudian manage and install plugin
4. Cari spreadsheet Layer (pada qgis versi 4 dapat menggunakan Geospreadsheet), install kalau belum diinstall, kemudian centang agar bisa digunakan
5. Klik Close
6. Kemudian klik Menu Layer, pilih Add Layer, dan pilih Add Spreadsheet Layer/ Geospreadsheet
Sehingga tampil seperti berikut
7. Klik Browse, cari tabel kepadatan penduduk (excel) pada folder tugas masing masing.
8. Pilih filenya, kemudian Klik Open
9. Klik ok, sehingga pada daftar layer, muncul layer baru bernama Kepadatan Penduduk_sheet1.
10. Pada layer name muncul nama Kepadatan penduduk _sheet1 (bisa berbeda jika nama file excelnya berbeda). Pada tabel yang tertampil, ubah tipe datanya sehingga sesuai. Misalnya field 2 karena mengandung data nama kecamatan, berupa teks, sehingga tipenya adalah string, Field 3 berisi data jumlah penduduk, berupa bilangan bulat, jadi tipenya integer, field 4 dan field 5 berisi data luas, berupa bilangan desimal, sehingga tipenya adalah real.
NOTE : Jika gagal, pastikan file data yang hendak dibuka disimpan dalam format Ms-Excell.
11. Sekarang klik kanan layer peta Bekasi_Kecamatan.
12. Klik properties
13. Klik joins, kemudian klik tanda + (Add New Join). Untuk versi QGIS yang berbeda, mungkin memiliki tampilan yang berbeda.
Note :
Pastikan pada join layer terisi nama layer tabel excell Kepadatan penduduk_sheet1
Pada Join Field isi dengan kolom acuan pada excell, dalam hal ini adalah kecamatan, karena data kecamatan terletak pada field2,jika posisi nama kecamatan pada pada kolom 2
Pada Target Field isi dengan kolom acuan pada tabel atribut , yakni Kecamatan
Pada joined Fields, pilih Field3 (yang berisi data jumlah penduduk), dan Field5 (yang berisi data luas dalam satuan km2)
14. Klik ok,
15. Klik ok,
16. Sekarang kita lihat tabel atributnya, sudah ada kolom dengan nama Kepadatan penduduk-sheet1_Field3 dan Kepadatan penduduk-sheet1_Field5 beserta datanya
17. Buat kolom baru dengan nama JmlPenduduk yang isinya sama dengan kolom penduduk-sheet1_Field3, dan luas (km2) yang isinya sama dengan kolom penduduk-sheet1_Field5. Sehingga hasilnya sebagai berikut :
18. Jangan lupa simpan data atribut setelah ada perubahan
19. Tutup tabel atribut
20. Jangan lupa simpan Proyek dengan nama yang sama dengan sebelumnya, yakni GIS Kependudukan NamaKabupaten
Field Calculator adalah fungsi yang disediakan pada tabel atribut untuk membuat field baru, dimana kontennya atau datanya merupakan hasil manipulasi (edit/update) data. Sebuah field bisa jadi memiliki keterkaitan dengan field yang lain. Field calculator memudahkan hubungan antar field tersebut. Misalnya sebuah field kepadatan penduduk, merupakan hasil perhitungan dari jumlah penduduk per luas wilayah.
1. Pada tabel atribut, ubah mode ke mode edit
2. klik field calculator, isi nama field baru dengan nama Kepadatan(penduduk/km2), field type : integer
3. pada fields and values, klik 2X pada field JmlPenduduk,
5. Klik /
6. Pada fields and values, klik 2X pada field Luas(km2)
7. sehingga pada jendela Field Calculator terlihat seperti berikut ini :
8. Dan hasilnya pada tabel atribut, akan muncul kolom baru yakni Kepadatan(orang/km2) seperti berikut ini :
9 Jangan lupa Simpan tabel atribut
Data luas wilayah, selain dapat diperoleh dari sumber yang dipercaya, juga dapat dilakukan melalui perhitungan luas poligon pada shapefile. Jika menggunakan hasil perhitungan terhadap shapefile, maka data shapefile juga harus bisa dipercaya, dan dilegalisasi oleh pemerintah.
Berikut ini, adalah langkah-langkah yang dapat kita lakukan untuk menghitung poligon shapefile.
Klik field calculator, isi nama field baru dengan nama Luas(GADM), field type : real
klik Geometry, klik 2X pada $area
Ketik /10.000 (untuk satuan ha), atau /1.000.000 (untuk satuan km2)
Dalam hal ini, akan menggunakan satuan km2, sehingga pada jendela Field Calculator terlihat seperti berikut ini :
4. Dan hasilnya pada tabel atribut, akan muncul kolom baru yakni Luas(GADM) seperti berikut ini :
Bandingkan antara data luas dari laman BPS dan data luas hasil perhitungan dari peta GADM. Samakah ?
Di sini terlihat berbeda, hal ini karena ada kekeliruan dalam membuat poligon peta wilayah administrasi. Maka dari itu gunakan sumber data peta yang dapat dipercaya. Untuk selanjutnya kita akan menggunakan data dari BPS. Karena lebih bisa dipercaya
5. Simpan tabel atribut
Sekarang buat symbology dan labelisasi peta. Untuk symbology kepadatan,karena merupakan perbandingan antar wilayah, maka gunakan warna gradasi, dimana semakin gelap menunjukkan data semakin tinggi.
Dan sesuai dengan ketentuan dalam penyajian data kepadatan pada umumnya berdasarkan klasifikasi. Maka kita akan menggunakan tipe symbol graduated. Adapun langkah-langkah membuat symbol secara klasifikasi adalah sebagai berikut :
1. Seperti biasa, klik kanan pada layer peta Bekasi_kecamatan, klik properties, pilih symbology, pilih graduated. Pada Value, pilih Kepadatan(BPS)
2. Pada color ramp, pilih gradasi warna, dalam latihan ini akan menggunakan warna merah (reds)
3. Pada katagori, kita bisa menentukan berapa yang kita inginkan. Namun sesuai dengan klasifikasi kepadatan, maka kita akan menggunakan 4 clasess.
Edit Values dan Legend dengan kriteria sesuai klasifikasi yang sudah kita tentukan sebelumnya.
Sehingga tampak sebagai berikut
4. Klik ok,
5. Kemudian buat label berdasarkan nama kecamatan
6. Sehingga pada layer nampak seperti berikut
7. Kecamatan mana yang paling padat penduduknya ? Jika saudara adalah kepala daerah, apa yang dapat saudara putuskan berdasarkan data tersebut ?
8 Jangan lupa Simpan Proyeknya
Karena pada tugas sebelumnya kita sudah membuat templatenya, maka kita tinggal menggunakannya dengan cara.
Klik Menu Project
Pilih Layout Manager
Klik tanda segitiga , pilih specific
Klik titik tiga, pilih file template layout yang sudah dibuat sebelumnya (format .qpt)
2. Klik Create, edit nama layout dengan nama Layout Peta Kependudukan
3. Edit Judul Layout
4. Edit Skala,
Untuk skala angka, gunakan angka yang mudah untuk dihitung, jangan ada pecahan.
Untuk skala batang,gunakan angka yang mudah digunakan untuk mengukur jarak pada peta
Ubah Label Unit Multiplier
5. Edit Legenda
Sembunyikan nama layer
6. Edit Grid
Agar mudah diukur, maka untuk peta ini diinginkan bahwa 1 grid mewakili kira-kira 10 km
1 derajat bujur setara dengan sekitar 111,32 km
10km ~ 10/111,32 ~ 0,0898 ~ 0,09 derajat
Jadi satu kotak pada grid mewakili 10x10 (km)
7. Edit Coordinate
Pada koordinat, dapat ditampilkan dalam format DD ataupun DMS. Pemilihan format sesuai dengan kebutuhan. Namun untuk mempermudah perhitungan jarak, dapat digunakan format DD. Agar terlihat ringkas, seringkali beberapa orang menginginkan penampilan derajat hanya membutuhkan ruang yang lebih sedikit, dengan mengubah posisi di kanan dan kiri menjadi bentuk vertikal.
Sehingga hasilnya seperti berikut
8. Edit sumber
Karena kita menggunakan referensi data penduduk, maka perlu ditambahkan pada informasi sumber
9. Simpan layout, dan simpan juga dalam bentuk/format .png (export as image) pada folder Layout
10. Close layout.
11. Dan jangan lupa simpan proyeknya
Buat webGIS sebagaimana biasa kita membuat webgis sebelumnya. Dengan menampilkan informasi mengenai Kabupaten, Kecamatan, Jumlah penduduk, Luas(BPS) dalam km2, Kepadatan(BPS) dalam penduduk/km2. Dan tidak menampilkan data dari excell.
Berikan highlight pada area yang dilihat informasinya.
Simpan source code nya pada folder WebGis pada folder
Hasil pada webgis akan menghasilkan tampilan seperti berikut ini :
5. Rename folder hasil eksport dengan nama WebGis Kependudukan
8.8.1. Individu : Kerjakan kuis berikut ini https://forms.gle/wYdDTcbhmdpvc1mdA
9.5.2. Praktek Individu, lihat di GCR...