Buku Analisis Wacana Politik ini perlu dibaca oleh siapa pun yang tertarik dengan penggunaan bahasa dalam dunia politik.
Mengikuti ide Aristoteles bahwa kita semua adalah hewan politik dalam arti mampu menggunakan bahasa untuk mencapai tujuan kita sendiri, buku ini menggunakan kerangka teoretis ilmu bahasa (linguistik) untuk mengeksplorasi cara kita berpikir dan berperilaku politis.
Politik domestik dan global dibidik di bawah mikroskop linguistik. Apa yang sebenarnya dilakukan politisi dalam wawancara di media? Permainan verbal apa yang mereka lakukan di parlemen? Buku ini menggunakan hasil studi kasus kontemporer tingkat tinggi termasuk mengkaji pengaruh berbahaya dari kata-kata politisi.
Dengan menggunakan perspektif internasional, buku ini juga mempertimbangkan perubahan lanskap bahasa politik global pasca 11 September, dengan fokus pada bahasa yang melegitimasi diri sendiri dan meningkatnya penggunaan citra agama dalam wacana politik. Pidato Bill Clinton membujuk negaranya untuk berperang di Kosovo dianalisis, dan pidato George Bush dan Osama bin Laden diperiksa hubungannya satu sama lain.
Dengan gaya tulisan yang hidup dan menarik, buku ini menawarkan perspektif teoretis baru tentang studi bahasa dan politik, dan memberikan pengantar penting untuk analisis wacana politik.
Buku ini ditulis oleh Paul Chilton, Profesor Linguistik di University of East Anglia, kampus perintis Linguistik Kritis. Chilton juga telah menulis buku lain: Orwellian Language and the Media (1988), Security Metaphors (1996) dan Politics as Text and Talk (2002) yang diedit bersama Christina Schäffner.
Mau membaca hasil bacaan saya atas buku ini? Ikuti halaman ini.
Bahasa dan Politik
Interaksi
Representasi
Wawancara Politik
Bahasa Parlemen
Orang Asing
Tempat-tempak Nun Jauh
Dunia Terbelah
Peran Agama
Menuju Teori Bahasa dan Politik