Pernahkah kalian mengalami atau merasakan gempa bumi? Kita tinggal di negara Indonesia yang berada di zona pertemuan lempeng pasti sering mengalami atau merasakan gempa bumi, kecuali yang tinggal di kalimantan karena di kalimantan jauh dari zona pertemuan lempeng bumi. Apa yang kalian lihat dan rasakan ketika terjadi gempa bumi? Saya pernah merasakan gempa bumi langsung dan saya merasakan takut dan detak jantung meningkat. Saat gempa bumi saya juga sempat melihat tanah yang bergoyang layaknya air dan bangunan yang bergoyang layaknya ranting yang tertiup angin. Sebagai gambaran situasi saat gempa bumi, kalian bisa melihat video di samping.
Setelah melihat video tersebut, bagaimana pendapat kalian tentang gempa? Mengerikan atau justru lucu melihat tingkah laku orang yang sedang mengalami gempa bumi? Menurut saya, gempa bumi itu mengerikan, gempa bumi memiliki tenaga penghancur yang mampu memporak-porandakan semua hal yang ada di permukaan bumi. Seperti pada video di atas, gempa dapat merobohkan bangunan, menggetarkan mobil, pepohonan, dll. Nah..setelah melihat video di atas, menurut kalian apa sih yang dimaksud dengan gempa? Gempa adalah getaran pada permukaan bumi yang disebabkan oleh kekuatan dari dalam dan umumnya berasosiasi dengan gerakan lempeng. Bisa juga gempa disebabkan oleh aktivitas vulkanisme, namun biasanya kekuatannya tidak begitu besar, hanya sebatas getaran tanah saja.
Gempa disebabkan pelepasan energi secara tiba-tiba pada litosfer. Semakin besar energi dilepaskan, semakin kuat gempa yang ditimbulkan. Mungkin kalian masih bingung dengan proses penyebab gempa, pelepasan energi itu pelepasan energi apa dan dari mana asalnya. Sebagai gambaran penyebab terjadinya gempa, bisa dicermati pada video di samping.
Melihat video tersebut, dapat disimpulkan bahwa gempa terjadi karena adanya pertumbukan dua lempeng. Lempeng yang saling bergesekan tersebut memunculkan energi yang dapat menggoyangkan benda/bangunan di atas tanah. Kemudian tahukah kalian bahwa negara Indonesia ini merupakan negara yang rawan terjadi gempa?
Berdasarkan gambar peta wilayah resiko gempa bumi di Indonesia tersebut, dapat dilihat bahwa pantai barat sumatera, pantai selatan jawa, kepulauan nusa tenggara, sulawesi bagian utara, maluku, dan pantai utara papua diberi warna merah yang menunjukkan memiliki resiko tinggi terkena gempa. Mengapa bisa tinggi? kembali ke proses terjadinya gempa yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik. Nah..di pantai barat sumatera,pantai selatan jawa, dan kepulauan nusa tenggara terdapat zona pertemuan antara lempeng benua asia (eurasia) dan lempeng samudera hindia. Kemudian pada wilayah sulawesi bagian utara, maluku, dan pantai utara papua terdapat pertemuan lempeng benua australia dengan lempeng samudera pasifik. Satu-satunya pulau yang rendah resiko gempanya adalah kalimantan karena tidak terdapat zona pertemuan lempeng.
Itulah sekilah mengenai apa yang dimaksud dengan gempa dan bagaimana proses terjadinya. Kemudia gempa sendiri juga memiliki beberapa macam. Gempa diklasifikasikan berdasarkan intensitas, penyebab, dan letak hiposentrum. Apa yang dimaksud dengan hiposentrum? Hiposentrum adalah titik di dalam perut bumi yang menjadi titik pusat munculnya gempa. Tepat di atas hiposentrum terdapat episentrum. Episentrum adalah titik di permukaan bumi yang menjadi pusat gempa.
Berdasarkan intensitasnya, gempa bumi terbagi menjadi dua, yaitu microseisme atau gempa yang berskala kecil dan macroseisme atau gempa yang berskala besar. Selama ini kalian tahu bahwa dalam setiap gempa bumi dinyatakan dengan satuan skala richter. Skala richter adalah satuan gempa yang paling umum digunakan dalam kehidupan saat ini dan diukur menggunakan serta membandingkan kekuatan gempa secara metematis. Namun tahukah kalian bahwa masih terdapat satuan gempa yang lain? Satuan tersebut adalah skala Mercalli dan skala Omori. Skala Mercalli adalah menentukan skala gempa berdasarkan pada fenomena yang dilihat dan dirasakan. Sedangkan skala Omori adalah penentuan skala gempa yang dibuat oleh Omori untuk menyempurnakan skala Mercali dan hanya berlaku di Negara Jepang saja.
Getaran gempa yang terjadi karena adanya aktivitas pergeseran lempeng tektonik.
Getaran gempa akibat adanya tekanan dari aktivitas vulkanisme di dalam perut bumi.
Getara gempa yang disebabkan oleh runtuhnya dindin atau langit-langit gua di dalam tanah.
Getaran gempa yang disebabkan oleh bertabrakannya objek luar angkasa dengan bumi.
Hiposentrum adalah titik di dalam bumi (di bawah permukaan tanah) yang menjadi pusat terjadinya gempa. Berdasarkan hiposentrumnya, gempa bumi terbagi menjadi 3 jenis. Pertama gempa bumi dalam yaitu gempa yang hiposentrumnya lebih dari 300km dibawah permukaan tanah. Kedua, gempa bumi sedang yaitu pusat hiposentrumnya berada diantara 50-300km dibawah permukaan tanah. Ketiga, gempa bumi dangkal yaitu pusat hiposentrumnya berada kurang dari 50km dari permukaan tanah.
Setiap gempa memiliki gelombang yang di menyebar dari hiposentrum. Salah satu gelombang akan menjalar secara vertikal ke permukaan tanah. Titik di permukaan tanah tepat di atas hiposentrum disebut dengan episentrum. Kemudian dari episentrum akan menjalarkan gelombang ke segala arah. Gelombang yang disalurkan oleh episentrum adalah gelombang permukaan (surface waves) dan gelombang seismik (seismic waves).
Dari episentrum akan ada gelombang gempa (seismic waves) yang disalurkan ke segala arah, sedangkan gelombang permukaan (surface waves) hanya menjalar di permukaan saja. Sebagai gambaran arah penyebaran gelombang dapat dilihat pada gambar disamping. "P waves" menunjukkan primary waves (gempa utama) dan "S waves" menunjukkan secondary waves (gempa susulan).
Gambar di samping adalah info gempa dari akun twitter BMKG. Dari twitter tersebut didapatkan informasi bahwa episentrum gempa berada dilaut 65km Barat Daya Seluma, Bengkulu. Bagaimana menemukan episentrum gempa? Episentrum gempa dapat dihitung melalui pencatatan waktu pencatatan primary waves dan secondary waves oleh seismograf yang ada di stasiun pusat pencatatan gempa. Kemudian waktu terjadinya gempa tersebut digunakan sebagai dasar pencarian episentrum gempa tersebut. Pertanyaannya adalah Bagaimana cara menghitung untuk menemukan episentrum gempa?
∆ = {(S−P) −1 menit} x 1.000 km
Keterangan:
∆ : Jarak episentrum gempa
S : Gelombang sekunder (gempa susulan)
P : Gelombang primer (gempa utama)
Contoh soal:
Seismograf di stasiun pencatat gempa di Yogyakarta tahun 2010 mencatat gelombang primer terjadi pukul 10.05.45" (pukul 10 lebih 5 menit 45 detik) dan gelombang sekunder tercatat pukul 10.07.00" (pukul 10 lebih 7 menit) Berapakah jarak episentrum gempa dari stasiun pencatat Yogyakarta?
Jawab:
∆ = {(S−P) −1 menit} x 1.000 km
∆ = {(10.07.00" − 10.05.45") −1 menit} x 1.000 km
∆ = {1.15" − 1 menit} x 1.000 km
∆ = 0.15" x 1.000 km --> 0.15" diubah menjadi hitungan pecahan. Konsepnya 1 menit adalah 60 detik
∆ = 15/60 menit x 1.000 km
∆ = 250km
Jadi, episentrum gempa berada 250km dari stasiun pencatat gempa Yogyakarta.