Mass Wasting adalah pergerakan masa batuan merupakan gerakan serpihan batuan hasil pelapukan dan sedimen yang menuruni lereng karena pengaruh gravitasi. Fenomena mass wasting dapat terjadi akibat kombinasi beberapa beberapa faktor, yaitu kemiringan lereng, pengaruh gravitasi, dan pengaruh air. Beberapa jenis Mass Wasting adalah sebagai berikut:
Rayapan tanah adalah proses gerakan tanah yang sangat lambat. Proses ini ditandai dengan pembengkokan lapisan batuan, tiang telepon, pagar, monumen menjadi miring, dan dinding bangunan retak. Rayapan tanah biasanya terjadi pada lereng yang kemiringannya kurang dari 45 derajat (agak landai) dan proses terjadinya cukup lama.
Aliran tanah umumnya terjadi pada wilayah beriklim lembab dengan lereng curam. Fenomena ini terjadi dalam beberapa jam dan menghasilkan timbunan material berbentuk seperti undakan. Aliran tanah biasanya sebagai fase pertama dari fenomena tanah longsor. Jika sudah terjadi earthflow dan dibiarkan saja, maka lama-kelamaan akan terjadi tanah longsor.
Fenomena ini berupa lumpur yang mengalir menuruni lereng pada daerah perbukitan atau pegunungan. Aliran lumpur dapat terjadi pada perbukitan atau pegunungan. Aliran lumpur dapat terjadi pada perbukitan di gurun pasir saat hujan deras. Aliran lumpur biasanya terjadi jika terdapat aliran tanah yang terkena air dengan debit yang besar, misal terkena hujan yang sangat deras.
Tanah longsor adalah masa batuan yang meluncur dengan cepat ke bawah dengan sedikit atau tanpa aliran material. Biasanya terjadi pada tebing atau lereng dengan kemiringan yang mendekati 90 derajat. Aliran tanah yang sudah terjadi sebelumnya akan berubah menjadi tanah longsor jika terkena air (hujan) dan vegetasi (tumbuhan) di atasnya sudah tidak mampu menahan tanah.
Proses mass wasting yang paling cepat adalah guguran batu. Fenomena ini berupa massa batuan yang menggelinding atau jatuh bebas dari sebuah tebing curam. Ukuran batu yang gugur dapat bervariasi mulai dari batu kecil hingga batu sebesar rumah. Terjadinya rockfall pada tebing disebabkan karena lapisan batuan pada tebing sudah terjadi pelapukan. Mungkin karena adanya pelapukan fisis, biologis, maupun kimiawi yang menyebabkan batuan tersebut menjadi rapuh dan mudah terjatuh.
Belum lama ini terjadi bencana tanah longsong di daerah Sumedang, Jawa Barat. Carilah beritan yang memuat penyebab terjadinya longsor tersebut! Kemudian klasifikasikan fenomena tersebut termasuk kedalam Soil Creep/Earthflow/Mudflow/Landslide/Rockfall dan kemukakan alasanmu!