"Rumput yang paling kuat tumbuhnya terdapat diatas tanah yang paling keras."
Galileo Galilei - Ahli Fisika Italia
Pada pembahasan yang sebelumnya, kita sudah membicarakan tentang bagaimana bumi dapat terbentuk mulai dari hipotesa awal pembentukan hingga proses-proses yang terjadi sehingga terjadi bentuk bumi seperti saat ini. Pada bagian Litosfer ini, kita akan melihat bumi dari sudut pandang geologi. Artinya, kita akan membahas tentang lapisan-lapisan yang ada di dalam perut bumi hingga lapisan paling atas yaitu tanah beserta fenomena-fenomena yang ada di dalam lapisan litosfer tersebut.
Pernahkah kalian melihat pengeboran minyak bumi? Kira-kira seberapa dalam pengeboran minyak bumi yang dilakukan? Sebagaimana kita tahu, salah satu proses untuk mengambil minyak bumi adalah dengan cara di bor dan disedot minyaknya ke permukaan tanah. Lalu, katanya di dalam perut bumi berisi magma, mengapa yg keluar dari dalam pengeboran itu bukan magma? Ya...hal ini dikarenaka proses penekanan magma ke permukaan bumi hanya pada titik-titik tertentu, contonya adalah di daerah gunung berapi. Sedangkan dari sisi lapisan tanahnya sendiri memiliki ketebalan yang berbeda-beda.
Manusia melakukan penambangan dengan berbagai kedalaman untuk menemukan barang tambang yang berharga, namun manusia pernah membuat penelitian untuk mengetahui berbagai hal yang ada di dalam bumi.
Nahh...video disamping menampilkan lubang terdalam yang pernah dibuat oleh manusia. Sampai kedalaman 12.226 kaki/3.737 meter di bawah permukaan tanah manusia masih menemukan lapisan tanah yang bisa di bor, namun memiliki suhu yang panas. Lalu, pertanyaannya adalah seberapa tebalkah lapisan tanah yang kita pijak saat ini?
Bumi ini terdiri dari empat lapisan yang berbeda. Banyak pakar geologi percaya bahwa saat bumi mengalami proses pendinginan material yang lebih berat, lebih padat tenggelam ke pusat dan bahan-bahan yang lebih ringan naik ke atas. Karena itu, kerak terbuat dari bahan yang ringan (batuan basalt dan granit) dan inti terdiri dari logam berat (nikel dan besi). Sepertinya jika kita memahami lapisan bumi menggunakan uraian di atas akan cukup menyulitkan. Kita perlu membuat imajinasi jika bumi dibelah menjadi 2 bagian sehingga terlihat isi dari lapisan-lapisan bumi.
Lapisan-lapisan bumi jika diuraiakan kedalam satuan-satuan lapisan
Secara umum, lapisan bumi terbagi kedalam 3 lapisan, yaitu Kerak Bumi (Crust), Mantel Bumi (Mantle), dan Inti Bumi (Core). Namun, pada lapisan kerak bumi dan inti bumimasih terbagi lagi menjadi 2 bagian. Detail lapisan-lapisan kulit bumi sebagai berikut:
Kerak bumi adalah lapisan bumi paling luar, paling dingin dan keras dari bagian-bagian bumi lainnya. Lapisan ini memiliki ketebalan berkisar 5-70 km (± 3-44 mil). Kerak bumi termasuk bagian paling tipis, bahkan hanya 1% dari keseluruhan volume bumi. Kerak bumi terbagi menjadi dua bagian, yakni kerak samudra (oceanic crust) dan kerak benua (continental crust).
Kerak Samudra (Oceanic Crust)
Bagian dari litosfer bumi yang permukannya berada di cekungan samudera. Kerak ini menyusun sekitar 65% dari luas kerak bumi. Kedalaman dari kerak samudra ini rata-rata sekitar 4.000 meter dari permukaan laut, meskipun ada beberapa palung laut kedalamannya ada yang mencapai lebih dari 10 km. Kerak samudera tersusun oleh batuan berwarna gelap yaitu basalt, yang tersusun atas mineral dan unsur silikon, oksigen, magnesium, yang membuatnya sering disebut kerak basaltis. Kerak samudra juga sering disebut lempeng samudra. Kerak ini lebih tipis dibandingkan dengan kerak benua, dengan ketebalan 5 - 10 kilometer, tetapi massa jenisnya lebih besar, memiliki massa jenis rata-rata sekitar 3.0 gram per sentimeter kubik, tetapi lebih padat, sedangkan bagian bawahnya disusun oleh batuan metamorf dan batuan beku Gabro. Hal ini diduga disebabkan oleh berat jenis kerak samudra yang jauh lebih tinggi dibanding kerak benua. Oleh karena itu, kerak tersebut akan cenderung termampatkan ke dalam volume yang jauh lebih kecil.
Kerak samudra juga memiliki umur yang jauh lebih muda dibanding kerak benua. Kerak samudra terbentuk dari lapisan mantel bumi yang mencair dan naik ke permukaan bumi, kemudian mencair. Seiring waktu, mantel padat berkumpul di bagian bawah kerak samudra sehingga membentuk dua lapisan. Lapisan kerak yang membeku ini bisa masuk kembali ke mantel bumi dan kembali mencair karena densitas yang tinggi. Densitas kerak samudra lebih tinggi dibandingkan kerak benua.
Kerak Benua (Continental Crust)
Lapisan batuan beku, batuan sedimen, dan batuan metamorf yang membentuk benua dan daerah dangkal dasar laut di dekat pantai, yang dikenal sebagai paparan kontinental. Sebagian besar terdiri dari batuan granit, kerak benua memiliki kepadatan sekitar 2,7 g/cm3 dan kurang padat dibandingkan bahan mantel bumi (kepadatan sekitar 3,3 g/cm3), yang terdiri dari batuan mafik. Kerak benua juga kurang padat dari kerak samudera (kepadatan sekitar 2,9 g/cm3), meskipun jauh lebih tebal, sebagian besar 20-70 km dibandingkan rata-rata ketebalan laut sekitar 5-10 km. Sekitar 40% dari permukaan bumi kini dilapisi dengan kerak benua, dengan komposisi sekitar 70% dari volume kerak bumi.
Ialah lapisan berbatu yang mencakup 84% volume bumi. Bagian paling atas dari Mantel, disebut dengan Astenosfer, yang berasal dari kata astheno yang berarti lemah, atau lambat. Astenosfer dengan ketebalan 400 km merupakan lapisan yang menjadi sumber magma gunungapi atau dengan kata lain sebagai dapur magma. Densitas Astenosfer lebih tinggi daripada kerak bumi, yakni 3.4 g/cm3. Bagian kerak bumi sampai astenosfer (mantel atas) disebut sebagai Litosfer.
Inti bumi adalah bagian bumi yang terdiri dari magma pijar. Pada bagian ini suhu dan tekanannya sangat tinggi. Lapisan ini dibedakan menjadi dua, yaitu inti luar (outer core) dan inti dalam (inner core).
Inti luar adalah inti bumi yang berada di bagian luar (outer core), diduga berwujud cair sebab lapisan ini tidak dapat dilalui oleh gelombang sekunder. Inti dalam adalah inti bumi yang berada dilapisan dalam (inner core) diduga berwujud padat, tersusun dari materi berupa besi atau besi dan nikel (nife)