Material yang terkena erosi akan dibawa oleh media pengangkut (air sungai/air laut/angin/gletser) dan diendapkan setelah menempuh jarak tertentu karena tenaga dari media pengangkutnya semakin berkurang. Berdasarkan media pengangkutnya, sedimentasi dibedakan menjadi 4 jenis, yaitu:
Sedimen aquatis, yaitu sedimen yang terbawa oleh air dan di muara sungai akan diendapkan dalam bentuk delta
Sedimen aeolis, yaitu sedimen yang terbawa oleh angin dan biasanya di tepi pantai akan diendapkan dalam bentuk sand dunes.
Sedimen marine, yaitu sedimen yang terbawa oleh air laut dan biasanya di antara dua pulau akan muncul daratan penghubung yang disebut tombolo.
Sedimen glasial, yaitu sedimen yang terbawa oleh gletser (es) dan akan diendapkandi kanan kiri sungai dalam bentuk tanah yang bercampur butir-butir es. Biasanya terjadi pada daerah pegunungan di lintang tinggi (eropa bagian utara/kanada).
Delta
Tombolo
Sand dunes
Glasial
Kemudian berdasarkan tempat pengendapan material hasil erosi tersebut, sedimentasi dibedakan menjadi 5 jenis, yaitu:
Sedimen fluvial, yaitu sedimen yang mengendap di kanan/kiri sungai, biasanya terjadi pada aliran sungai yang berkelok-kelok dan aliran airnya cenderung lambat.
Sedimen limnis, yaitu sedimen yang mengendap di danau atau rawa, biasanya terjadi pada aliran sungai yang bermuara pada danau atau rawa.
Sedimen marine, yaitu sedimen yang mengendap di laut, biasanya terjadi pada aliran sungai yang bermuara di laut.
Sedimen teristris, yaitu sedimen yang mengendap di darat, biasanya terjadi pada media pengangkut berupa angin.
Sedimen glasial, yaitu sedimen yang mengendap di daerah es, biasanya terjadi pada sungai yang memiliki hulu di daerah dingin atau memiliki banyak gletser.
Mari Berfikir!
Banyak yang berpendapat bahwa Sand Dunes Parangtritis adalah hasil endapan marine/fluvial karena letaknya di muara sungai dan tepi pantai. Jelaskan pendapatmu mengenai alur pembentukan sand dunes parangtritis sehingga disebut endapan teritris!