Modul 2
Perumusan Strategi Pemasaran
Perumusan Strategi Pemasaran
Kegiatan Belajar 1
Tugas-tugas Manajemen Pemasaran dalam Kondisi Bisnis yang Sudah Berubah
Tugas utama manajer pemasaran yang pokok meliputi tiga hal berikut ini.
1. Mendapatkan pelanggan atau konsumen.
2. Mempertahankan pelanggan seumur hidup.
3. Menanggapi perubahan lingkungan termasuk persaingan.
Berdasarkan tiga tugas utama di muka, secara lebih rinci tugas manajer pemasaran adalah sebagai berikut.
1. Mengidentifikasi dan menganalisis kebutuhan dan keinginan konsumen.
2. Mengembangkan suatu konsep tentang suatu produk yang akan ditujukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang belum terpenuhi.
3. Mengadakan pengujian terhadap kecocokan konsep produk tersebut dengan keinginan konsumen.
4. Membuat desain produk.
5. Merancang kemasan merek.
6. Menetapkan harga sedemikian rupa untuk mendapatkan pengembalian investasi yang layak.
7. Mengatur distribusi.
8. Menciptakan komunikasi pemasaran yang efektif dengan menggunakan media atau cara lain yang tepat.
9. Memeriksa penjualan.
10. Memperhatikan dan memenuhi kepuasan konsumen.
11. Menyusun dan memperbaiki rencana pemasaran yang didasarkan pada hasil.
12. Membangun merek yang kuat.
13. Menciptakan pertumbuhan jangka panjang.
A. FAKTOR-FAKTOR YANG MENYEBABKAN TERJADINYA PERUBAHAN DALAM PEMASARAN
Faktor-faktor yang menimbulkan dampak sehingga terjadi perubahan dalam pemasaran telah diidentifikasi oleh Kotler dan Keller (2007, h. 13-14) sebagai berikut.
1. Perubahan teknologi, yaitu ditemukannya teknologi digital.
2. Globalisasi, yaitu semakin mudahnya orang berkomunikasi dalam berbagai multimedia dan mudahnya bepergian ke bagian manapun di dunia.
3. Deregulasi, yaitu menyederhanakan peraturan untuk menciptakan persaingan dan peluang pertumbuhan yang lebih besar.
4. Privatisasi, yaitu menjual kepemilikan perusahaan negara kepada publik atau swasta.
5. Pemberdayaan pelanggan, yaitu pengharapan yang semakin tinggi akan kualitas, jasa, dan customisation.
6. Customisation, yaitu proses menghasilkan barang sesuai dengan keinginan pelanggan yang berbeda secara individual.
7. Persaingan yang semakin ketat
8. Konvergensi industri, yaitu batas-batas industri menjadi semakin kabur dan memunculkan peluang di persimpangan antar industri.
9. Transformasi retail, yaitu perubahan pemenuhan kebutuhan pelanggan dengan cara baru seperti penggunaan e-commerce/internet.
10. Disintermediasi, yaitu semakin berkurangnya peran perantara dalam pemasaran,
B. PERUBAHAN DALAM MANAJEMEN PEMASARAN
Kotler dan Keller (2006, h. 27-29) telah mengidentifikasi berbagai perubahan sebagai berikut.
1. Dari pemasaran melakukan pemasaran ke setiap orang melakukan pemasaran.
2. Dari pengorganisasian berdasar produk ke pengorganisasian berdasar segmen pelanggan.
3. Dari membuat segalanya ke membeli barang dan jasa lebih banyak dari pihak luar.
4. Dari menggunakan banyak pemasok ke bekerja dengan lebih sedikit pemasok dalam kerangka kemitraan.
5 Dari penekanan pada posisi pasar lama ke pasar baru yang belum terliput.
6. Dari penekanan pada aset kentara ke penekanan pada aset tidak kentara.
7. Dari membangun merek melalui periklanan ke membangun merek melalui kinerja dan komunikasi terpadu.
8. Dari menarik pelanggan melalui toko dan tenaga penjualan ke penyediaan produk secara online.
9. Dari penjualan kepada setiap orang ke pengupayaan menjadi perusahaan terbaik yang melayani pasar yang ditentukan dengan baik.
10. Dari penekanan pada transaksi yang menguntungkan ke penekanan pada customer lifetime value (atau nilai pelanggan seumur hidup, artinya berapa laba yang diperoleh dari setiap pelanggan selama hidupnya).
11. Dari penekanan pada perolehan pangsa pasar ke penekanan pada pencapaian pangsa pelanggan.
12. Dari menjadi lokal ke menjadi Glocal (global dan local).
13. Dari penekanan pada financial scorecard ke penekanan pada marketing scorecard.
14. Dari penekanan pada pemegang saham atau pemilik ke penekanan pada
stakeholder.
C. PENYESUAIAN PERMINTAAN SEBAGAI TUGAS MANAJER PEMASARAN
1. Permintaan Negatif
Permintaan Negatif dapat berarti semua atau sebagian terbesar dari segmen pasar potensial yang penting tidak menyukai produk atau jasa yang ditawarkan; bahkan mereka bersedia membayar untuk menghindarinya.
2. Tidak Ada Permintaan
Tidak adanya permintaan dapat diartikan bahwa orang itu tidak berminat sama sekali terhadap penawaran suatu produk atau jasa.
3. Permintaan Tersembunyi
Keadaan permintaan tersembunyi atau laten ini terlihat ketika sebagian besar konsumen mempunyai kebutuhan yang kuat akan sesuatu yang tidak ada dalam bentuk barang atau jasa yang nyata.
4. Permintaan Menurun
Permintaan menurun adalah suatu keadaan yang menggambarkan permintaan untuk suatu produk atau jasa itu semakin berkurang dari tingkat sebelumnya
5. Permintaan Tidak Teratur
Sering pemasar sudah merasa puas dengan tingkat permintaan rata-rata, tetapi pada suatu ketika merasa tidak puas dengan tingkat permintaan yang terjadi pada saat itu. Dengan kata lain, perusahaan dapat mengalami masa- masa penuh dan masa-masa sepi, atau permintaannya tidak teratur.
6. Permintaan Penuh
Permintaan penuh adalah suatu keadaan yang memperlihatkan tingkat dan saat permintaan yang sekarang sama dengan tingkat dan saat permintaan yang diharapkan.
7. Permintaan Berkelebihan
Dapat terjadi bahwa permintaan suatu produk itu sangat berlebihan. Permintaan berkelebihan adalah suatu keadaan yang memperlihatkan permintaan suatu produk itu lebih besar dari pada penawarannya.
8. Permintaan Tidak Sehat
Ada beberapa jenis produk yang permintaannya dapat dinilai tidak baik dari segi kesejahteraan konsumen, kemakmuran masyarakat atau pemasok. Jadi, dapat dikatakan bahwa permintaan itu tidak sehat.
D. PROSES PENYAMPAIAN NILAI
Proses penyampaian nilai itu digambarkan dalam bentuk berbagai aktivitas yang dimulai dari penganalisisan peluang pemasaran dan berakhir pada pengendalian pemasaran yang mencakup pengukuran hasil, pendiagnosaan hasil, dan pengambilan tindakan korektif.
1. Analisis Peluang Pemasaran sebagai Tahap Awal dalam Proses Penyampaian Nilai
Proses penyampaian nilai diawali dengan kegiatan menganalisis peluang pemasaran; dan hal ini penting sekali dilakukan sebelum perusahaan menentukan tujuannya.
Peluang yang ada dapat dibedakan ke dalam dua macam peluang, yaitu sebagai berikut.
a. Peluang pasar atau peluang lingkungan
Peluang pasar atau peluang lingkungan atau disebut juga peluang nilai, ini muncul dalam setiap perekonomian bilamana masih terdapat kebutuhan yang belum terpenuhi.
b. Peluang perusahaan
Peluang perusahaan merupakan peluang yang dapat dinikmati oleh suatu perusahaan bilamana ia memiliki keunggulan-keunggulan dibanding- kan dengan para pesaingnya.
2. Perencanaan Pemasaran Strategis
Untuk mengikuti perkembangan di masa mendatang, perencanaan sangat diperlukan. Tanpa perencanaan, sebuah organisasi kemungkinan akan mengambil cara-cara yang ekstrem untuk menghindari kerugian atau untuk mempertahankan kelangsungan hidupnya.
Tiga macam konsep perencanaan, yaitu berikut ini.
a. Perencanaan perusahaan
Perencanaan perusahaan secara keseluruhan mencakup penentuan tujuan umum perusahaan dalam jangka panjang dan pengembangan strategi jangka panjang untuk mencapai tujuan-tujuan tersebut.
b. Perencanaan pemasaran
Perencanaan pemasaran mencakup pengembangan program jangka panjang untuk masalah-masalah luas yang terkait dalam bauran pemasaran (produk, struktur harga, sistem distribusi dan kegiatan-kegiatan promosi).
3. Rencana Pemasaran Tahunan
Rencana pemasaran tahunan mencerminkan proses perencanaan yang berjalan untuk satu periode waktu, yaitu satu tahun.
E. PROSES PERENCANAAN STRATEGIS
Di sini, manajemen membuat suatu analisis yang teliti tentang situasi bisnis, termasuk: situasi pasarnya, persaingannya, produknya, saluran distribusinya, dan program promosinya.
F. TUJUAN PERUSAHAAN
Perlu dipertimbangkan dalam menentukan tujuan perusahaan beberapa hal, berikut ini.
1. Peluang yang ada kadang-kadang saling bertentangan (antara peluang pasar dengan peluang perusahaan).
2. Adanya kemungkinan sumber-sumber yang dimiliki oleh perusahaan tidak cukup untuk memenuhi semua peluang yang ada
3. Setiap peluang yang ada tidak selalu mempunyai daya tarik yang sama
1. Tujuan Umum
Laba itu sendiri merupakan suatu akibat dari berhasilnya perusahaan dalam mencapai tujuannya. Namun, laba yang diinginkan tersebut bukanlah sekedar dari hasil penjualan saja, tetapi harus dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dengan memperhatikan lingkungannya.
2. Tujuan Khusus
Tujuan khusus ini diperlukan sebagai pegangan dalam melaksanakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan pasar. Kegunaan tujuan khusus ini adalah untuk:
a. menentukan peranan setiap individu di dalam organisasi;
b. mempertahankan adanya keseimbangan dalam pengambilan keputusan dari para manajer;
c. dipakai sebagai dasar dalam perencanaan khusus;
d. mendorong pelaksanaan kegiatan;
e. dijadikan dasar dalam mengambil tindakan koreksi dan pengawasan.
Adapun tujuan-tujuan khusus ini di antaranya adalah:
a. meningkatkan kualitas produk;
b. memperluas pasar;
c. mendapatkan laba dalam jangka pendek, dan sebagainya.
G. IDENTIFIKASI KENDALA
Identifikasi kendala dilakukan sebelum strategi pemasaran ditetapkan. Maksudnya adalah agar pencapaian tujuan yang telah ditetapkan melalui pelaksanaan strategi tidak akan mengalami hambatan.
H. PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN
Dalam pemasaran, strategi yang ditempuh oleh perusahaan terdiri atas tiga tahap, yaitu:
1. memilih konsumen atau pelanggan sasaran,
2. mengidentifikasi kebutuhan dan keinginan mereka, dan
3. menentukan bauran pemasarannya.
I. MERUMUSKAN PROGRAM PEMASARAN
Masalah pokok tersebut adalah:
1. target penjualan,Target penjualan tersebut ditetapkan berdasarkan analisis berbagai macam kemungkinan strategi pemasaran yang menguntungkan
2. anggaran pemasaran,Biasanya anggaran pemasaran yang menyeluruh ini ditetapkan berdasarkan suatu persentase (%) dari target penjualan.
3. alokasi bauran pemasaran,cara mengalokasikan anggaran pemasaran untuk suatu produk ke berbagai alat pemasaran seperti periklanan, promosi penjualan dan penjualan tatap muka (personal selling).
4. penetapan harga,bagian pemasaran perlu mempertimbangkan tiga elemen yang terdapat pada permintaan, yakni tingkat, saat dan sifat permintaan.
5. alokasi anggaran pemasaran pada masing-masing produk.Faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut.
a. Jumlah lini produk (product line).
b. Banyaknya bauran produk (product mix).
c. Jenis produk yang mempunyai permintaan cukup banyak, baik pada saat sekarang maupun pada saat yang akan datang.
d. Jenis produk yang permintaannya sedikit.
J. PENGIMPLEMENTASIAN RENCANA PEMASARAN
1. Pengorganisasian Pemasaran
Struktur organisasi tersebut mempunyai pimpinan pelaksana sebanyak enam orang untuk enam bidang utama dengan tingkatan yang sama. Secara langsung mereka bertanggung jawab pada direktur utama. Bidang-bidang yang dimaksud adalah: pemasaran, produksi, keuangan, riset, personalia dan masalah konsumen.
a. Manajer produk diberi tanggung jawab untuk mengelola program pemasaran sehari-harinya menyangkut produk yang ada, yaitu produk A dan produk B.
b. Bagian produk baru dimasukkan ke dalam struktur organisasi tersebut untuk mengoordinir kegiatan-kegiatan tentang penemuan dan pengembangan produk baru.
c. Manajer penjualan diberi tanggung jawab untuk mengawasi seluruh tenaga penjualan, pergudangan, pengangkutan dan persediaan barang yang dibutuhkan oleh pembeli.
d. Bagian sistem informasi pemasaran merupakan pusat pengumpulan data baik menyangkut produk baru maupun produk yang ada. Di sini termasuk pula kegiatan-kegiatan riset pemasaran dan analisis data.
2. Penerapan
Suatu rencana itu tidak akan berguna apabila tidak diterapkan atau dilaksanakan karena rencana itu merupakan pedoman kerja. Rencana yang baik selalu memperkirakan cara-cara pelaksanaannya untuk jangka waktu tertentu.
K. PENGENDALIAN PEMASARAN
Salah satu aspek pengendalian yang disebut pengendalian rencana tahunan (annual plan control). Manajemen perlu juga mengadakan pengendalian kemampuan mendapatkan laba (profitability control) dengan cara menguji kemampuan riil mendapatkan laba dari berbagai macam produknya, daerah pemasarannya, dan saluran distribusinya.
Adapun proses pengendalian yang harus dilakukan oleh manajemen ada tiga tahap, yakni sebagai berikut.
1. Mengetahui apa yang terjadi. Dari fakta-fakta yang diperoleh, manajemen dapat membandingkan hasil riil dengan rencananya, sehingga dapat ditentukan ada atau tidak adanya penyimpangan.
2. Mengetahui mengapa hal itu terjadi. Hal ini menyangkut beberapa alasan tentang dapat dicapainya suatu hasil.
3. Menentukan tindakan selanjutnya. Tindakannya dapat berupa merencanakan program untuk periode mendatang dan merencanakan kegiatan-kegiatan untuk memperbaiki kondisi yang kurang baik.
L. STRATEGI PEMASARAN
a. Tujuan
Pada dasarnya, tujuan perusahaan (yang menganut Konsep Pemasaran Kemasyarakatan) adalah memberikan kepuasan kepada kelompok pembeli dan masyarakat yang lain dalam pertukarannya untuk mendapatkan sejumlah laba, atau rasio antara penghasilan dan biaya yang menguntungkan.
b. Strategi
Strategi adalah suatu rencana yang diutamakan untuk mencapai tujuan tersebut.
c. Taktik
Taktik adalah tahap-tahap atau langkah-langkah tertentu yang dipakai untuk melaksanakan strategi.
Strategi pemasaran adalah upaya yang dilakukan oleh perusahaan untuk membedakan dirinya secara positif dari para pesaing, menggunakan kekuatan korporat relatifnya untuk memenuhi kebutuhan pelanggan secara lebih baik dalam suatu lingkungan tertentu (Jain, 1997, p. 22).
Pasar yang ada juga dapat dimasuki dengan strategi reformulasi, yaitu suatu cara mereformulasikan (merumuskan kembali) produk-produk yang ada supaya kondisinya lebih baik.
Strategi penggantian mencoba untuk meningkatkan penjualan di pasar yang ada dengan menawarkan kepada pelanggan produk-produk baru yang mempunyai karakteristik kinerja lebih baik.
Perluasan lini produk diterapkan untuk menguasai saluran distribusi dengan menawarkan pilihan yang lebih banyak kepada konsumen,
Pendekatan yang paling sederhana adalah mendapatkan pembeli baru untuk produk yang ada, atau disebut strategi pengembangan pasar
Strategi perluasan pasar dilakukan dengan memodifikasi produk yang ada untuk menarik pembeli baru.
Strategi diversifikasi berusaha memasuki kelompok pembeli baru dengan cara masuk ke lini bisnis baru.
Pendekatan yang paling baik adalah dengan memilih kelompok tertentu yang dituju atau dijadikan sasaran, (kelompok tersebut dinamakan segmen pasar, sedangkan proses pengelompokannya disebut segmentasi pasar) dan menentukan bauran pemasaran yang dapat memenuhi keinginan mereka.
Menentukan konsumen sasaran, pemasar mengumpulkan informasi dari berbagai sumber, termasuk calon konsumen sendiri, untuk menentukan keinginan mereka.
Bauran pemasaran ini merupakan variabel-variabel yang dipakai oleh perusahaan sebagai sarana untuk memenuhi atau melayani kebutuhan dan keinginan konsumen.
M. PENGEMBANGAN STRATEGI PEMASARAN
Ada 5 konsep yang mendasari suatu strategi pemasaran, yakni:
1. Segmentasi pasar dan penargetan
Segmentasi pasar merupakan dasar untuk mengetahui bahwa setiap pasar itu terdiri atas beberapa segmen yang berbeda-beda. Dalam setiap segmen terdapat pembeli-pembeli yang mempunyai:
a. kebutuhan yang berbeda-beda,
b. pola pembelian yang berbeda-beda, dan
c. tanggapan yang berbeda-beda terhadap berbagai macam penawaran.
2. Pemosisian pasar
Perusahaan berusaha memilih pola konsentrasi pasar khusus yang dapat memberikan peluang maksimum untuk mencapai tujuan sebagai pelopor.
a. Strategi konsentrasi segmen tunggal
Konsentrasi segmen tunggal ini merupakan strategi yang dapat ditempuh perusahaan bilamana ingin mempunyai posisi yang kuat pada satu segmen saja.
b. Strategi konsentrasi segmen ganda
Konsentrasi segmen ganda ini merupakan strategi di mana perusahaan menginginkan posisi yang kuat dalam beberapa segmen.
3. Strategi memasuki pasar
Perusahaan dapat menempuh beberapa cara untuk menjangkau segmen pasar sasaran, yaitu dengan berikut ini.
a. Membeli perusahaan lain
b. Berkembang sendiri
c. Kerja sama dengan perusahaan lain
4. Strategi bauran pemasaran,
Bauran pemasaran mencakup kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan produk, harga, distribusi, dan promosi.
Empat elemen pokok dalam bauran pemasaran sebagai basis strategi Produk, Harga, Distribusi dan Promosi
5. Strategi penentuan waktu.
Konsep ke lima strategi pemasaran adalah penentuan waktu (timing). Apabila perusahaan telah menemukan peluang yang baik, kemudian menetapkan tujuan dan mengembangkan suatu strategi pemasaran