Selamat datang di Ruang Biologi MA ARIFAH
Petunjuk :
1. Sebelum melakukan pembelajaran silahkan lakukan absensi online
2. setelah melihat video tersebut, silahkan baca materi di bawah ini kemudian buatlah resume/poin-poin penting "catat di buku tulis masing-masing".
3. materi ini dapat diakses setiap hari kecuali absensi online dan evaluasi
Tujuan Pembelajaran:
11.6.6 Siswa dapat menganalisa Gangguan atau Kelainan pada Sistem Pernapasan Manusia
11.6.7 Siswa dapat membuat Infografis Pengaruh Pencemaran Udara terhadap sistem Pernapasan Manusia (Presentasi)
Gangguan atau Kelainan pada Sistem Pernapasan
Sistem pernapasan adalah salah satu sistem vital dalam tubuh manusia yang terlibat dalam pertukaran oksigen dan karbon dioksida. Gangguan atau kelainan pada sistem pernapasan dapat memengaruhi kualitas hidup dan kesehatan seseorang. Berikut adalah beberapa contoh gangguan atau kelainan pada sistem pernapasan:
Asma:
Asma adalah penyakit pernapasan kronis yang ditandai dengan pembengkakan dan peradangan pada saluran udara. Ini mengakibatkan penyempitan saluran udara, yang membuat penderitanya mengalami kesulitan bernapas, sesak napas, batuk, dan mengi. Faktor pemicu seperti alergen atau aktivitas fisik dapat memicu serangan asma.
Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK):
PPOK adalah penyakit pernapasan progresif yang meliputi penyakit paru-paru obstruktif kronik dan emfisema. PPOK menyebabkan kerusakan pada saluran udara dan alveoli, menyebabkan kesulitan bernapas, batuk, dan produksi dahak berlebihan. Faktor risiko utama adalah merokok.
Pneumonia:
Pneumonia adalah infeksi pada jaringan paru-paru, biasanya disebabkan oleh bakteri, virus, atau jamur. Gejalanya meliputi demam, batuk berdahak, nyeri dada, dan kesulitan bernapas. Pneumonia dapat menjadi penyakit serius terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Kanker Paru-paru:
Kanker paru-paru adalah pertumbuhan sel-sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru-paru. Kanker ini seringkali tidak terdeteksi pada tahap awal dan dapat menyebabkan batuk berdarah, sesak napas, nyeri dada, dan penurunan berat badan. Merokok adalah faktor risiko utama untuk kanker paru-paru.
Sleep Apnea:
Sleep apnea adalah gangguan tidur di mana pernapasan terhenti dan dimulai kembali selama tidur. Sleep apnea dapat mengganggu pola tidur, menyebabkan rasa lelah berlebihan, dan meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Fibrosis Paru:
Fibrosis paru adalah kondisi di mana jaringan paru-paru mengalami penggantian oleh jaringan parut yang menyebabkan penurunan elastisitas paru-paru. Gejalanya termasuk sesak napas, batuk kering, dan penurunan kapasitas paru-paru.
Bronkitis Kronik:
Bronkitis kronik adalah peradangan pada saluran udara yang menghasilkan lendir berlebihan. Ini dapat menyebabkan batuk yang berlangsung lama, sesak napas, dan produksi lendir yang berkelanjutan.
Tuberkulosis (TB):
Tuberkulosis adalah penyakit infeksi bakteri yang dapat mempengaruhi paru-paru dan organ lain. Gejalanya meliputi batuk berdarah, penurunan berat badan, demam, dan lemas. TB dapat menyebar melalui udara dan sangat menular.
Gangguan Pernapasan Pada Anak (Misalnya: Bronkiolitis, Kehilangan Suara):
Anak-anak juga dapat mengalami gangguan pernapasan seperti bronkiolitis (infeksi saluran napas kecil) atau kehilangan suara karena tekanan pada pita suara.
Gangguan atau kelainan pada sistem pernapasan dapat bervariasi dari ringan hingga parah, dan pengobatannya tergantung pada jenis dan tingkat keparahannya. Penting untuk menjaga kesehatan pernapasan dengan menghindari faktor risiko seperti merokok, menjalani gaya hidup sehat, dan mengikuti perawatan medis yang tepat jika mengalami gejala gangguan pernapasan.
Dampak Pencemaran Udara Terhadap Sistem Pernapasan Manusia:
Iritasi Pernapasan: Partikel-partikel kecil dan bahan kimia beracun dalam udara tercemar dapat mengiritasi saluran pernapasan manusia. Ini dapat menyebabkan gejala seperti batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan sulit bernapas.
Penyakit Pernapasan Kronis: Pencemaran udara yang kronis dapat meningkatkan risiko mengembangkan penyakit pernapasan kronis seperti bronkitis kronis dan emfisema. Kondisi ini dapat mengakibatkan kerusakan paru-paru yang permanen.
Asthma: Pencemaran udara adalah pemicu umum serangan asma. Penderita asma lebih rentan terhadap polusi udara, dan paparan terus-menerus dapat memperburuk gejalanya.
Penyakit Kardiovaskular: Polusi udara juga dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi sistem pernapasan. Partikel-partikel kecil dalam udara dapat masuk ke dalam aliran darah dan merusak pembuluh darah.
Populasi Rentan:
Beberapa kelompok populasi lebih rentan terhadap dampak pencemaran udara terhadap sistem pernapasan, termasuk anak-anak, lansia, orang dengan kondisi kesehatan yang sudah ada, dan individu yang tinggal di daerah dengan tingkat pencemaran udara yang tinggi.
Upaya Mengatasi Pencemaran Udara:
Pemerintah dan masyarakat perlu mengambil langkah-langkah untuk mengurangi pencemaran udara. Ini termasuk mengurangi emisi kendaraan bermotor, meningkatkan kontrol emisi dari pabrik dan industri, dan mengedukasi masyarakat tentang cara melindungi diri dari polusi udara.
Kesimpulan:
Pencemaran udara memiliki dampak yang serius terhadap sistem pernapasan manusia. Untuk mempertahankan kesehatan pernapasan yang baik, penting bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan untuk berkontribusi pada upaya mengurangi pencemaran udara dan menjaga kualitas udara yang bersih.
Klik Tombol untuk Memulai Evaluasi