The Sun House
The most beautiful room in the world.
The most beautiful room in the world.
The Sun House terletak di Galle Town, sekitar 6 jam perjalanan dari ibukota. Ketika seorang jurnalis mengklaim kamar The Sun House merupakan “the most beautiful room in the world”, sang pemilik—seorang usahawan asal Inggris—berkelakar bahwa ia khawatir dengan ekspektasi tamu jika membaca jurnal tersebut.
Namun tak ada yang perlu dikhawatirkan, karena nyatanya tempat ini terpilih juga oleh Conde Naste sebagai ‘Top 21 Hotels’ abad 21. Setelah menerima penghargaan itu, mereka membuka ‘Dutch Mansion’ disebelahnya.
Dibangun tahun 1980’an oleh pedagang rempah-rempah asal Skotlandia, berlokasi didataran tinggi dekat pantai berudara sejuk, ‘rumah matahari’ ini adalah sebuah guest house yang merepresentasikan kemewahan modern dipadu citarasa kuno, mulai dari bentuk bangunan, interior, perabot dan furniture serta ‘ambience’ yang berbeda.
Disetiap kamar tidak tersedia TV dan telephone! Bisakah Anda bayangkan setenang apa tempat ini? Sebagai entertainment ‘pengganti’, tersedia berbagai koleksi buku diperpustakaan bergaya ‘oldies’ disertai alunan musik klasik dari CD player dikelilingi kolam renang dan coffee shop. Suasana tenang ini malah terkesan romantis—sehingga cocok untuk pasangan yang ingin berbulan madu.
The Sun House memiliki 7 kamar utama, the ‘Cinnamon Suite’,—yang diklaim sebagai “the most beautiful room in the world”— terletak dilantai satu. Desain kolonial yang elegan dan sederhana dipadu gaya lokal, dengan ruang duduk terpisah dan balkon mini, menawarkan pemandangan fantastis ke arah hutan dan lautan lepas.
Ketika makan malam saya memilih ‘potato omellete’ yang menggugah selera dan ‘rocket salad’. Uniknya, tempat ini menawarkan ‘live-in chef’ dimana para tamu diundang untuk mendiskusikan makanan atau menu yang mereka inginkan setiap pagi. Makanan disini disajikan dengan bumbu lokal, tersedia dari berbagai kari bersantan khas Sri Lanka hingga masakan yang terinspirasi dari Thailand seperti ’chili roasted’ Mahi-Mahi menggunakan ’lemon grass sauce’ dan beberapa resep Mediterania dengan salad segar.
Selesai makan malam, saya masuk ke kamar, berbaring di tempat tidur berkelambu dengan sprei linen yang lembut. Dinding dan lantai kamar berwarna putih namun ada cipratan warna cerah pada bagian tertentu yang menambah hangat tempat ini dibawah naungan rembulan. Kamar selalu segar dan bersih. Sabun ‘coral’ hasil kerajinan tangan favorit saya tersedia di kamar mandi dengan wewangian khas rempah-rempah lokal.
Kelebihan tempat ini adalah pemandangan sekitar yang indah, ruangan-ruangan yang terbuka dengan jendela berukuran besar khas bangunan Eropa yang membuat sirkulasi udara sangat bagus ditambah wangi bunga kamboja. Selain itu, ruang makan yang elegan dan makanan yang lezat dibawah taburan bunga kamboja, menambah suasana semakin romantis. Masih banyak lagi hal-hal yang menyenangan disini, mungkin sebaiknya Anda mengalami sendiri.
Published @Jalan-Jalan Magazine Jakarta [printed version]